Aliansi Mahasiswa Kecewa dengan Tindakan Pihak Kepolisian Saat Aksi GETOL

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Kesatuan Aksi Mahasiswa UNESA terjun langsung pada aksi GETOL. SP/ Mochammad Kasyfi Fahmi   
Kesatuan Aksi Mahasiswa UNESA terjun langsung pada aksi GETOL. SP/ Mochammad Kasyfi Fahmi   

i

SURABAYAPAGI, Surabaya - Insiden kericuhan yang terjadi pada Aksi Getol pada Kamis (8/10/2020) mendapatkan berbagai komentar dari Masyarakat, Aliansi Mahasiswa dan Ahli Komunikasi. Tindakan polisi yang membawa beberapa Mahasiswa juga dinilai represif. Senin (12/10/2020).

 Kericuhan yang terjadi pada Aksi Puncak Buruh Mogok Nasional ini disebabkan oleh sekelompok anarkis yang merusak beberapa fasilitas umum, bahkan merugikan beberapa individu. "Saya yakin juga sudah ada tangan tangan yang mengkonsep. Hal ini dpt kita lihat misalnya, beberapa pendemo yg masih dibawah umur, kemudian terdapat oknum yg sengaja dibayar untuk sekedar "turun" kejalan tanpa mengetahui esensi dari demo tsb," ujar Putu Dosen FISIP UNAIR pada Wartawan Surabaya Pagi, Senin (12/10/2020).

 Ronny H. Mustamu, Direktur Quadrant Consulting ikut memberi komentar pada kericuhan yang terjadi pada 4 hari silam. "Kerusakan fasilitas umum yang berpotensi mengganggu layanan publik (Halte Transjakarta yang rusak dan Pos Polisi yang dibakar di Surabaya) bukanlah bagian dari rencana pengunjuk rasa," ungkap Rony H. Mustamu sebagai Pengamat Komunikasi.

 Oknum yang membuat kericuhan pada Aksi Getol ini sangat merugikan banyak pihak. Drama kericuhan yang berlangsung dalam aksi ini pun tidak bisa dikatakan sebagai drama yang kreatif. "Saya tidak melihat ini sebagai upaya kreativitas out of the box dari para pengunjuk rasa," tambah Rony.

Antusias Aliansi Mahasiswa UPN Veteran Jatim dalam Aksi 8/10/2020

 Selain dari Pengamat Komunikasi, kerusuhan dalam aksi ini juga disoroti oleh beberapa Aliansi Mahasiswa dari Surabaya. Mereka ikut terjun ke lapangan dan menyaksikan langsung terjadinya kericuhan tersebut.

 "Kericuhan tersebut tidak akan terjadi apabila pemimpin provinsi Jawa timur mau menemui massa aksi, saya sangat menyesali tindakan represif yang dilakukan oleh pihak kepolisian kepada massa aksi," ungkap Tomo, selaku Humas dari Aliansi Mahasiswa UPN Veteran Jatim.

 Tindakan polisi yang membawa sebagian mahasiswa untuk diamankan sangat disayangkan oleh Kesatuan Aksi Mahasiswa UNESA. "Perilaku kepolisian yang membawa beberapa mahasiswa saya rasa merupakan tindakan represif dengan tanpa alasan. Beberapa oknum kepolisian nyatanya menangkap beberapa demonstran (mahasiswa/pelajar) dengan alasan akan dilakukannya swap test bahkan tanpa alasan mereka langsung diciduk. Beberapa demonstran memberikan pernyataan bahwa beberapa oknum kepolisian menangkap dengan menggunakan jaket ojol. Dan nyatanya mereka yang ditangkap mendapatkan tindak kekerasan fisik maupun mental tanpa alasan," jelas Nada selaku koordinator Kesatuan Aksi Mahasiswa UNESA.mbi

Berita Terbaru

Haul Raja-Raja Madura di Hari Jadi ke-757, Bupati Fauzi: Jangan Lupakan Sejarah di Tengah Kemajuan

Haul Raja-Raja Madura di Hari Jadi ke-757, Bupati Fauzi: Jangan Lupakan Sejarah di Tengah Kemajuan

Sabtu, 31 Okt 2026 17:47 WIB

Sabtu, 31 Okt 2026 17:47 WIB

SURABAYA PAGI, Sumenep-Pemerintah Kabupaten Sumenep menggelar Haul Raja-Raja Madura sebagai puncak rangkaian Hari Jadi ke-757 Kabupaten Sumenep, di depan…

Bupati Fauzi Ziarah ke Asta Tinggi: Hormati Jasa Leluhur, Warisan Harus Dijaga

Bupati Fauzi Ziarah ke Asta Tinggi: Hormati Jasa Leluhur, Warisan Harus Dijaga

Sabtu, 31 Okt 2026 15:03 WIB

Sabtu, 31 Okt 2026 15:03 WIB

Jelang Hari Jadi ke-757…

Pengamat Politik Ungkap Peluang Demokrat Bangkit di Pemilu 2029: Harus Terbuka dan Bersih dari Kader Terjerat Hukum

Pengamat Politik Ungkap Peluang Demokrat Bangkit di Pemilu 2029: Harus Terbuka dan Bersih dari Kader Terjerat Hukum

Sabtu, 31 Okt 2026 09:53 WIB

Sabtu, 31 Okt 2026 09:53 WIB

SurabayaPagi, Jakarta - Kepengurusan lengkap DPD Partai Demokrat Jawa Timur (Jatim) periode 2026-2031 hingga kini belum diumumkan. Pengamat Politik Accurate…

BULOG Perkuat Pengawasan SPHP, Bentuk Satgas Khusus dan Gandeng Satgas Pangan Polres

BULOG Perkuat Pengawasan SPHP, Bentuk Satgas Khusus dan Gandeng Satgas Pangan Polres

Sabtu, 31 Okt 2026 06:32 WIB

Sabtu, 31 Okt 2026 06:32 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Perum BULOG memperkuat pengawasan distribusi beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) melalui pembentukan Satuan Tugas…

Wujudkan Akses Kepemilikan Rumah bagi Pekerja, BPJS Ketenagakerjaan Malang Gelar Pekan MLT 

Wujudkan Akses Kepemilikan Rumah bagi Pekerja, BPJS Ketenagakerjaan Malang Gelar Pekan MLT 

Jumat, 30 Okt 2026 22:35 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 22:35 WIB

  SURABAYA PAGI. com, Malang - BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Malang menggelar Pekan Manfaat Layanan Tambahan (MLT) Perumahan Tahun 2026 untuk pekerja di P…

Dugaan Eksploitasi Anak Seret Nama Chester dan Suami, Polda Jatim Diminta Turun Tangan

Dugaan Eksploitasi Anak Seret Nama Chester dan Suami, Polda Jatim Diminta Turun Tangan

Jumat, 30 Okt 2026 21:37 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 21:37 WIB

SurabayaPagi, Surabaya - Chester Jevelin Thaniago dan suaminya, Soecindro Halim terseret kasus dugaan eksploitasi anak. Salah satu pelapor dalam kasus arisan…