Demi Perut, Warga Nekat Mencuri Beras

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Petugas menunjukkan barang bukti beras yang dicuri tersangka di Polsek Lakarsantri Selasa (13/10/2020)
Petugas menunjukkan barang bukti beras yang dicuri tersangka di Polsek Lakarsantri Selasa (13/10/2020)

i

Surabaya Pagi, Surabaya Masa Pandemi Covid 19 yang berkepanjangan membuat warga bingung. Pasalnya, banyak yang di PHK ( Putus Hubungan Kerja) ataupun sulit mencari pekerjaan. Akhirnya, nekat mencuri. Seperti yang dilakukan M Akbar, 20, nekat melakukan aksi pencurian beras kemasan. Namun sial, diaksinya keempat tersangka yang tinggal di Jalan Pondok Benowo Indah, Surabaya berhasil dicokok polisi. Kini tersangka sudah dijebloskan di tahanan Mapolsek Lakarsantri. Kapolsek Lakarsantri AKP Hendrix Kusuma Wardhana menyatakan kasus pencurian ini terbongkar setelah korban melapor sering kehilangan beras di tokonya Jalan Bringin, Sambikerep, Surabaya. Nah, setelah itu korban berinisiatif memasang CCTV di toko. Tak berselang lama pelaku kembali beraksi bersama seorang temannya menggunakan motor Honda Vario Nopol L 2788 VG. Diaksinya tersebut pelaku terekam CCTV mencuri beras kemasan toko yang ditaruh di bagian depan pada malam hari. "Dari rekaman CCTV itu kami identifikasi pelaku. Kemudian kami lakukan penangkapan tersangka," ungkap Hendrix didampingi Kanit Reskrim Iptu Suwono, kemarin. Setelah dibekuk, tersangka tak berkutik saat ditunjukkan video rekaman aksi pencurian beras itu. "Pengakuannya sudah sering atau sekitar empat kali. Terakhir dia beraksi Jumat sekitar pukul 19.30," imbuhnya. Untuk teman tersangka, lanjut Hendrix, kini masih dalam pengejaran polisi. Hendrix menyebutkan, tersangka nekat mencuri beras karena mudah dicuri. Sebab kantong kemasan beras ditumpuk di bagian depan atau luar toko. "Sekali beraksi tersangka mampu mencuri 10 kantong plastik beras kemasan dengan berat masing-masing 5 kilogram," tegasnya. Tak hanya Pandemi Covid 19 yang berkepanjangan membuat dirinya sulit mencari pekerjaan. Sementara, tersangka M Akbar mengaku nekat mencuri beras karena butuh uang untuk mencukupi kehidupan keluarga sehari-hari. "Karena (kepepet) kebutuhan. Ada yang dipakai (dimasak) sendiri dan saya jual," ucap Akbar sambil menunduk. Bapak satu anak ini mengaku, satu kantong plastik beras kemasan isi 5 kilogram dijual kembali dengan harga Rp 50 ribu. Atas perbuatannya, tersangka dijerat pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan.nt
Tag :

Berita Terbaru

Tak Cukup Penjarakan Koruptor, Kajati Jatim Perintahkan Kejari Kota Madiun Kejar Aset

Tak Cukup Penjarakan Koruptor, Kajati Jatim Perintahkan Kejari Kota Madiun Kejar Aset

Rabu, 07 Okt 2026 14:26 WIB

Rabu, 07 Okt 2026 14:26 WIB

‎SURABAYAPAGI.com, Madiun - Penanganan perkara korupsi di Kota Madiun diminta tidak berhenti pada proses hukum terhadap pelaku. Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota M…

Pasca Pompa Irigasi Beroperasi, Puluhan Sumur Warga Mojowarno Alami Kekeringan

Pasca Pompa Irigasi Beroperasi, Puluhan Sumur Warga Mojowarno Alami Kekeringan

Rabu, 07 Okt 2026 14:24 WIB

Rabu, 07 Okt 2026 14:24 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jombang - Menghadapi musim kemarau panjang, Dinas Pertanian Jombang membuat puluhan sumur pompa irigasi di Dusun Guwo, Desa Latsari,…

Kantor Desa Mliriprowo Digeruduk Warga, Kades Mamok Widodo Janji Bangun Gorong-Gorong Sepekan Lagi

Kantor Desa Mliriprowo Digeruduk Warga, Kades Mamok Widodo Janji Bangun Gorong-Gorong Sepekan Lagi

Rabu, 07 Okt 2026 14:08 WIB

Rabu, 07 Okt 2026 14:08 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo – Puluhan warga Desa Mliriprowo, Kecamatan Tarik, Kabupaten Sidoarjo, menggelar aksi unjuk rasa damai dengan mendatangi langsung k…

Dukung Mobilitas, DPUPR Batu Siapkan Akses Jalan menuju TPS Pesanggrahan

Dukung Mobilitas, DPUPR Batu Siapkan Akses Jalan menuju TPS Pesanggrahan

Rabu, 07 Okt 2026 13:47 WIB

Rabu, 07 Okt 2026 13:47 WIB

SURABAYAPAGI.com, Batu - Guna mendukung mobilitas menuju lokasi TPS, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Batu menyiapkan akses jalan menuju…

Petani di Kota Batu Kian Terjepit, Bantuan Pupuk Organik Dipangkas hingga 70 Persen

Petani di Kota Batu Kian Terjepit, Bantuan Pupuk Organik Dipangkas hingga 70 Persen

Rabu, 07 Okt 2026 13:41 WIB

Rabu, 07 Okt 2026 13:41 WIB

SURABAYAPAGI.com, Batu - Sejumlah petani di Kota Batu kian terjepit melihat bantuan pupuk organik dari Pemerintah Kota (Pemkot) Batu bagi kalangan petani…

Desil Picu Beasiswa Dicabut, Pemkab Situbondo Bakal Perbaiki Data pada 2027

Desil Picu Beasiswa Dicabut, Pemkab Situbondo Bakal Perbaiki Data pada 2027

Rabu, 07 Okt 2026 13:24 WIB

Rabu, 07 Okt 2026 13:24 WIB

SURABAYAPAGI.com, Situbondo - Sebagai upaya dalam pendataan ulang terkait data desil yang dinilai kurang akurat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo mulai…