Obituari
Oleh Muhajirin
Innalillahi wa inna ilaihi raji'un.
Dunia keulamaan dan masyarakat Kabupaten Lamongan kembali kehilangan salah satu putra terbaiknya. KH. Abdul Aziz Choiri, Kiai kharismatik yang dincintai oleh ummat dengan segudang pengabdian telah berpulang ke rahmatullah pada Jumat, (26/6/2026).
Beliau meninggal di hari baik, hari yang agung yakni hari Jum'at, dimana banyak orang mengkaitkan dengan hal yang positif, apalagi meninggalnya bertepatan dengan tanggal 10 Muharram 1448 H.
Karena tergolong kiai sepuh di Kota Lamongan, banyak jasa dan pengabdian yang dilakukan oleh almarhum selama ini, tak heran ribuan masyarakatpun berbondong-bondong memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum, mulai kiai dan ulama, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemerintahan, dan masyarakat berdatangan dirumah duka, ikut mensholatkan Jenazah di Masjid Agung Lamongan, dan mengantarkan diperistirahatan terkahir di Makam Umum Dapur Lamongan.
Semasa hidupnya, Kiai yang lahir di Tanggungan, Glagah, Lamongan pada 24 April 1941 ini dikenal sebagai tokoh kharismatik dan pilar spiritual yang sangat dihormati di Lamongan, dan selama hidupnya telah banyak meninggalkan jejak pengabdian yang begitu panjang di bidang keagamaan, pendidikan, sosial, dan politik.
Di bidang keagamaan, selain sebagai pengasuh Pondok Pesantren Al- Ma'ruf Kranggan
Lamongan, juga sebagai pendakwah, Rais Syuriyah PCNU tahun 2002-2005, Mustasyar PCNU Lamongan tahun 2025-2030.
Selain itu, beliau juga memimpin Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Lamongan sebagai Ketua Umum selama tiga periode (2006-2011, 2011-2016, dan 2022-2027), dan belasan tahun menjadi ketua Takmir Masjid Agung Lamongan sampai sekarang.
Almarhum sejak muda, sudah mengabdikan hidupnya untuk mencetak generasi yang berilmu, berakhlak, dan berpegang teguh pada ajaran Ahlussunnah wal Jamaah.
Namun, sosok KH. Abdul Aziz Choiri tidak hanya dikenal sebagai seorang kiai. Beliau juga merupakan negarawan yang aktif dalam dunia politik, menjadikan politik sebagai sarana dakwah, dan pengabdian kepada umat.
Karena itulah, banyak orang mengenalnya sebagai "Kiai Politisi", sekaligus "Politisi Kiai". Dua peran yang beliau jalankan dengan penuh integritas dan kebijaksanaan.
Tak heran karena keliahiannya di bidang politik, beliau pernah menjabat sebagai anggota DPRD Kabupaten Lamongan dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) selama dua periode, yakni pada tahun 1971 hingga 1982.
Kemudian menjabat kembali sebagai Wakil Ketua DPRD Lamongan dari 1992 hingga 1997, dan pada tahun 1998 reformasi beliau mulai berhenti dari kanca perpolitikan, namun tetap menjadi kiblat atau guru politik bagi politisi baru dan muda Lamongan.
Gaya kepemimpinannya menghadirkan kesejukan menjadi salah satu kalau kiai Aziz diterima di semua lini. Apalagi kekuatan dakwah menjadi spirit beliau untuk selalu bisa dekat dengan ummat.
Dalam dakwahnya gampang dimengerti dan dipahami dengan guyonan khas yang bisa mengocak perut. Model dakwah beliau inilah sehingga semakin dekat dan di cintai oleh ummat, karena bisa mempererat ukhuwah, serta menjadi rujukan dalam berbagai persoalan umat.
Bagi masyarakat Lamongan, KH. Abdul Aziz Choiri adalah teladan tentang bagaimana ilmu, kepemimpinan, dan pengabdian dapat berjalan beriringan. Warisan terbesar beliau bukan hanya lembaga yang dibangun, tetapi juga nilai-nilai keikhlasan, kebijaksanaan, dan semangat melayani umat.
Sugeng tindak yai (Selamat jalan, Kiai). Pengabdian jenengan akan terus dikenang, doa-doa jenengan akan tetap mengalir, dan jejak perjuangan jenenengan akan menjadi inspirasi bagi generasi penerus.
"Allahummaghfirlahu warhamhu wa 'afihi wa'fu 'anhu. Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah beliau, mengampuni segala khilafnya, melapangkan alam kuburnya, dan menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya. Aamiin Ya Rabbal 'Alamin.(*)
Editor : Redaksi