BerKelas Siap Jadikan Kampoeng Seni Ikon Sidoarjo

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Pendiri Kampoeng Seni M.Yunus.SP/SUGENG
Pendiri Kampoeng Seni M.Yunus.SP/SUGENG

i

SURABAYA PAGI, Sidoarjo - Saat kota-kota lain sedang gencar membangun citra sebagai kota kreatif, namun sayang Kampoeng Seni di Sidoarjo mati suri. Ibarat peribahasa mati enggan hidup pun tak mau. Kampung yang berada di Pondok Mutiara Blok CG 7, Sidoarjo, memang sempat berjaya di awal tahun berdiri 2006. Namun di tahun 2008 Kampoeng Seni mulai ditinggalkan oleh para penghuninya, semula ada 30 seniman hingga saat ini hanya tersisa 9 saja yang bertahan. 

Mahmud Yunus, pendiri Kampoeng Seni mengatakan jika kondisi Kampoeng Seni memang lama mati suri. Hanya sebagian aktivitas sehari-hari yang tampak, seperti kegiatan menyablon yang melibatkan anak-anak jalanan, ada juga cafe yang diisi oleh produk UMKM ibu-ibu. 

“Dulu disini bahkan ada seniman lukisan ternama yang sedang naik daun, tapi sekarang kegiatan yang ada ya hanya ini saja. Memang kadang ada orang yang foto prewed disini nggak masalah, disini gratis. Apapun kegiatannya yang penting positif. Baru- baru ini saya dan teman-teman juga menampilkan karya pementasan padang bulan, rencananya akan ada tiap beberapa bulan, agar kampong seni ini bisa eksis kembali,” tutur pria asli Sidoarjo tersebut, kemarin.

Dengan adanya kontestasi politik 9 Desember mendatang, bagi Yunus akan menjadi momentum bagaimana para Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati mampu menggaet suara seniman yang ada di kota petis. Menurutnya permintaan seniman ini tidak banyak, hanya ingin para seniman lebih diperhatikan. “Saya harap calon pemimpin ini bisa lebih memperhatikan para seniman, budayawan, karena ini merupakan aset yang bisa dinikmati oleh semua elemen. Lewat sentuhan pemerintah, bisa mengajak masyarakat datang kesini maupun para wisatawan,” harapnya.

Sejalan dengan harapan para seniman di Sidoarjo, salah satu program Kelana - Dwi Astutik {BerKelas) adalah pelestarian budaya. Paslon nomor urut tiga ini mempunyai program unggulan untuk memajukan kesenian yang ada di kota delta. Dikatakan Cawabup Dwi Astutik, jika kesenian akan menjadi fokus paslon Sidoarjo Makmur. Jika memang diamanahkan menjadi Bupati dan Wakil Bupati, maka dirinya akan mensinergikan antara pelaku budaya dengan pemerintah.

“Kami akan berupaya menjaga dan mempertahankan kearifan budaya lokal untuk itu perlu adanya sinergitas yang terbangun bersama pemerintah. Kami Paslon Kelana - Dwi Astutik tidak hanya fokus pada pembangunan fisik semata, tidak hanya pembangunan infrastruktur fisik saja yang diperhatikan. Infrastruktur sosial dan kearifan lokal juga harus diperhatikan,” tegas Cawabup yang akrab disapa Bunda Dwi.

Bagi Dwi Astutik kemajuan kearifan lokal juga pasti akan mengangkat pariwisata setempat. Maka dari itu Bersama Kelana - Dwi Astutik (BerKelas) akan mengupayakan program untuk para budayawan di Sidoarjo. Diantaranya jika diamanahkan menduduki kursi pendopo, maka Kelana - Dwi Astutik akan mendukung aspek manajerial pengelolaan dibawah lembaga kesenian terkait agar kampung tersebut tidak sepi dari kegiatan. Karena itu aktivitas seni di Sidoarjo bisa disentralkan di Kampoeng Seni. Ditambahkan Dwi Astutik agar kesenian di Sidoarjo bisa bersemi kembali, maka para seniman dan pemerintah akan berjuang bersama membangun industri kreatif agar lebih kekinian dan dinamis.

“Kampoeng Seni bisa menjadi ikon Sidoarjo kedepan. Tempat dimana menjadi sentra budaya kesenian dan bisa menjadi berkumpulnya para UMKM. Jadi masyarakat dan wisatawan bisa menikmati seninya juga bisa menikmati produk UMKM yang ada disini, selain memajukan kesenian juga membantu perekonomian,” pungkasnya. Sd-01

 

Berita Terbaru

Didampingi LPSK, Saksi Sebut Kelola Rp7 Miliar Atas Perintah Maidi 

Didampingi LPSK, Saksi Sebut Kelola Rp7 Miliar Atas Perintah Maidi 

Kamis, 23 Jul 2026 21:01 WIB

Kamis, 23 Jul 2026 21:01 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Mantan orang dekat Wali Kota Madiun nonaktif Maidi, Aang Imam Subarkah alias Imam Pejel, mengaku mengelola dana sebesar Rp7 m…

Perkuat Sinergi Antar BPD, Bank Jatim dan Bank NTT Jalin Kerja Sama Layanan Jasa Remitansi Kemitraan

Perkuat Sinergi Antar BPD, Bank Jatim dan Bank NTT Jalin Kerja Sama Layanan Jasa Remitansi Kemitraan

Kamis, 23 Jul 2026 20:20 WIB

Kamis, 23 Jul 2026 20:20 WIB

SurabayaPagi, Surabaya - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) terus memperkuat transformasi digital dan kolaborasi strategis antar Bank…

Antusiasme Tinggi, Ribuan Pelanggan Jawa Timur Nikmati Promo Tambah Daya PLN

Antusiasme Tinggi, Ribuan Pelanggan Jawa Timur Nikmati Promo Tambah Daya PLN

Kamis, 23 Jul 2026 20:16 WIB

Kamis, 23 Jul 2026 20:16 WIB

SurabayaPagi, Surabaya — Program promo tambah daya listrik bertajuk “Semangat Baru Makin Berdaya” mendapat sambutan positif dari masyarakat Jawa Timur. Hingga 2…

Putus Rantai Distribusi, Satpol PP Kota Kediri Edukasi Puluhan Pedagang Kelontong Soal Bahaya Rokok Ilegal

Putus Rantai Distribusi, Satpol PP Kota Kediri Edukasi Puluhan Pedagang Kelontong Soal Bahaya Rokok Ilegal

Kamis, 23 Jul 2026 18:59 WIB

Kamis, 23 Jul 2026 18:59 WIB

SURABAYAPAGI.com, Kediri - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Kediri menggelar sosialisasi ketentuan di bidang cukai kepada puluhan pedagang kelontong…

Ratusan Petarung dari Berbagai Daerah Bakal Berlaga di Adu Wani MMA Piala Walikota Madiun 2026

Ratusan Petarung dari Berbagai Daerah Bakal Berlaga di Adu Wani MMA Piala Walikota Madiun 2026

Kamis, 23 Jul 2026 18:01 WIB

Kamis, 23 Jul 2026 18:01 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun - 200 petarung mixer martial arts (MMA) bakal berlaga dalam kejuaraan Adu Wani piala walikota Madiun 2026 pada tanggal 24-25 Juli di A…

10 Saksi Dihadirkan Dalam Persidangan Lanjutan Kasus Maidi, Sri Kayatin Kembali Dihadirkan 

10 Saksi Dihadirkan Dalam Persidangan Lanjutan Kasus Maidi, Sri Kayatin Kembali Dihadirkan 

Kamis, 23 Jul 2026 17:59 WIB

Kamis, 23 Jul 2026 17:59 WIB

‎‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun- 10 saksi dari pihak swasta dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam sidang lanjutan kasus …