Usai Test Swab Massal, Puluhan Warga Jagong Bayi Dinyatakan Negatif

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Petugas saat melakukan tes swab pada puluhan warga yang jagong bayi di Ponorogo. SP/ DECOM
Petugas saat melakukan tes swab pada puluhan warga yang jagong bayi di Ponorogo. SP/ DECOM

i

 

SURABAYAPAGI, Ponorogo - Sebanyak 58 Warga Ponorogo yang melakukan jagong bayi dinyatakan negatif test swab. Hal tersebut diketahui setelah sebelumnya sang ibu bayi dinyatakan positif Covid-19.

"Hasilnya negatif semua, termasuk bayi, anggota keluarganya dan para warga yang juga jagong bayi," tutur Kadinkes Ponorogo Rahayu Kusdarini, Rabu (14/10/2020).

Kadinkes Ponorogo yang kerap disapa Irin tersebut menambahkan jika pihaknya juga heran kenapa ibu bayi bisa positif Covid-19 sendiri. Sedangkan tetangganya yang jagong bayi hingga keluarga dan petugas kesehatan yang membantu persalinannya pun dinyatakan negatif.

"Tapi apapun itu kita bersyukur karena yang kita khawatirkan selama ini tidak terjadi, takutnya muncul Klaster Jagong Bayi karena yang jagong cukup banyak dan si ibu positif. Sedangkan Bidan dan asistennya juga negatif semua," terang Irin.

Sebelumnya pada Rabu (7/10/2020) Setelah Ibu bayi dinyatakan positif Covid-19. Akhirnya warga pun berinisiatif swab massal. Kegiatan swab tersebut akan dilakukan selama dua hari, Rabu (7/10/2020) dan Kamis (8/10/2020). Pelaksanaan swab pun diatur oleh satgas setempat.

"Kita juga sudah koordinasi dengan RT, RW, Lurah dan Camat," imbuh Hermansyah.

Pihaknya pun mengimbau kepada warga yang sudah melakukan test swab untuk melakukan isolasi mandiri. Sembari menunggu hasilnya keluar.

"Ini untuk menjaga agar penularan tidak meluas, sebaiknya semua isolasi mandiri sampai hasilnya keluar," tukas Hermansyah.

Sementara itu dari tokoh masyarakat Sudarmaji mengaku warga antusias dan semangat menjalani test swab. Sebab, warga ingin mengetahui kondisi kesehatannya pasca acara jagong bayi.

"Kalau negatif alhamdulillah, kalau positif mereka segera minta dirawat supaya sembuh," jelas Sudarmaji. Dsy11

 

Berita Terbaru

Peternak Ayam Broiler, Sambat

Peternak Ayam Broiler, Sambat

Minggu, 14 Jun 2026 21:10 WIB

Minggu, 14 Jun 2026 21:10 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Peternak ayam pedaging atau ayam broiler mengaku rugi hingga ratusan juta akibat harga ayam di kandang terjun bebas. Perhimpunan…

Kasih karuniah: 5 Roti dan 2 Ikan

Kasih karuniah: 5 Roti dan 2 Ikan

Minggu, 14 Jun 2026 21:07 WIB

Minggu, 14 Jun 2026 21:07 WIB

SURABAYAPAGI com, Surabaya - Saya pernah renungkan bagaimana seharusnya kita menjalani hidup yang diberikan Tuhan ? Apa yang seharusnya menjadi tujuan hidup…

Ketua DPRD Desak Pemkot Tutup Parkir JPC, Singgung Sengketa Lahan dan Izin Bermasalah  ‎

Ketua DPRD Desak Pemkot Tutup Parkir JPC, Singgung Sengketa Lahan dan Izin Bermasalah ‎

Minggu, 14 Jun 2026 21:01 WIB

Minggu, 14 Jun 2026 21:01 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun - Ketua DPRD Kota Madiun Armaya mendesak Pemkot segera menutup lahan parkir milik PT Jatim Parkir Center (JPC) di Jalan dr Soetomo. M…

Pemasok Motor Listrik BGN, Pernah di Periksa KPK

Pemasok Motor Listrik BGN, Pernah di Periksa KPK

Minggu, 14 Jun 2026 21:00 WIB

Minggu, 14 Jun 2026 21:00 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kejaksaan Agung menetapkan tersangka baru kasus dugaan korupsi terkait tata kelola Makan Bergizi Gratis (MBG). Tersangka baru ini…

Perempuan Iran Berkerudung Hitam Turun ke Jalanan

Perempuan Iran Berkerudung Hitam Turun ke Jalanan

Minggu, 14 Jun 2026 20:57 WIB

Minggu, 14 Jun 2026 20:57 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Dalam video yang dibagikan kantor berita Fars, para perempuan Iran berkerudung hitam turun ke jalanan meneriakkan "matilah…

Dipicu Dana BOS , 326 Kepala sekolah di Sulsel, akan Mundur

Dipicu Dana BOS , 326 Kepala sekolah di Sulsel, akan Mundur

Minggu, 14 Jun 2026 20:55 WIB

Minggu, 14 Jun 2026 20:55 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Dipicu oleh temuan BPK atas dugaan kesalahan pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di sejumlah SMAN di Sulsel,…