Gelontorkan Dana 1,2 M untuk Pengolah Mesin Air Tawar

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Camat Giligenting Kab, sumenep Abul Hasan, S.Sos saat di konfirmasi di kediamannya. SP/Ainur Rahman
Camat Giligenting Kab, sumenep Abul Hasan, S.Sos saat di konfirmasi di kediamannya. SP/Ainur Rahman

i

SURABAYA PAGI, Sumenep - Camat Giligenting Abul Hasan S, Sos, mengatakan dirinya sangat prihatin terhadap warga kepulauan khususnya di Kecamatan Giligenting, sebab jika kemarau tiba warga kepulauan itu kekurangan air tawar dan untuk memenuhi kebutuhan air tawar tersebut pemerintah Kabupaten Sumenep telah menganggarkan pembelian mesin pengolah air melalui Gapoktan disana katanya kepada surabaya pagi, Senin (19/10).

Menurutnya, teknologi pengolahan air garam menjadi tawar itu menggunakan dana APBD kabupaten sumenep dengan nilai 700 juta, dan ini telah berhasil dilakukan, bahkan untuk pengolahan mesin air tawar menjadi air bersih itu masih membutuhkan dana tambahan.

Jadi kata Camat, Pemerintah Kabupaten Sumenep telah menganggarkan kembali melalui DAK tahun 2020 dengan nilai 500 juta.“Jadi totalnya 1,2 Miliar, dan sekarang sudah dikerjakan tinggal pemasangan pipa ke laut” tegasnya.

Dikatakan pak Camat, untuk proses pengolahan air bersih menjadi air minum ini belum terealisasi, “Mungkin nanti pada tahun 2021 dengan penambahan anggaran yang sudah dianggarkan melalui dana APBD kabupaten tersebut” katanya.

Bahkan, antusias masyarakat sangat apresiatif akan adanya mesin pengeloh air dengan senang hati mereka menghibahkan tanahnya sekitar 2 hektar kepada pemerintah sebagai tempat Mesin pengolah air tersebut.

"Di Desa Kalianyar ada orang yang sampai merelakan tanahnya kurang lebih 2 Hektar, kalau mesin pengolah air itu berhasil dan ternyata sudah diuji dan berhasil air laut menjadi tawar, makanya sampai merelakan tanahnya dan dihibahkan kepada pemerintah" jelasnya.

Pihak kecamatan bersama Forpimka sudah mengunjungi tanah tersebut dan layak sebagai percontohan, sebab tanah seluas 2 hektar di Desa Kalianyar itu bisa ditanami padi, jika nanti mesin pengolah air itu berhasil. 

"Pemilik tanah itu kerja di Jakarta, namun kalau pemerintah berkenan tanah itu akan di hibahkan, kata pemilik tanah sebagai percontohan ke desa yang lain" pungkasnya. Ar

 

Berita Terbaru

Final Four Proliga 2026 Surabaya, PLN Hadirkan Listrik Tanpa Kedip

Final Four Proliga 2026 Surabaya, PLN Hadirkan Listrik Tanpa Kedip

Selasa, 07 Apr 2026 03:34 WIB

Selasa, 07 Apr 2026 03:34 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – PLN Unit Induk Distribusi Jawa Timur memastikan keandalan pasokan listrik selama pelaksanaan babak final four Proliga Seri Surabaya y…

Sengketa Tanah Lontar Surabaya Kembali Mengemuka di DPR RI

Sengketa Tanah Lontar Surabaya Kembali Mengemuka di DPR RI

Senin, 06 Apr 2026 21:09 WIB

Senin, 06 Apr 2026 21:09 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya — Sengketa tanah di kawasan Lontar, Surabaya kembali menjadi perhatian nasional setelah dibawa ke forum Rapat Dengar Pendapat (RDP) K…

KPK Geledah Rumah Kadiskominfo, Sita 2 HP dan Dokumen SPPD

KPK Geledah Rumah Kadiskominfo, Sita 2 HP dan Dokumen SPPD

Senin, 06 Apr 2026 17:54 WIB

Senin, 06 Apr 2026 17:54 WIB

‎SURABAYAPAGI, Kota Madiun – KPK menyita dua handphone dan dokumen SPPD saat menggeledah rumah Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Mad…

Warga Tolak KKMP di Lapangan Josenan, Kelurahan Pilih Pending Proyek ‎

Warga Tolak KKMP di Lapangan Josenan, Kelurahan Pilih Pending Proyek ‎

Senin, 06 Apr 2026 17:52 WIB

Senin, 06 Apr 2026 17:52 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun –Rencana pembangunan Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) di Lapangan Josenan, Kecamatan Taman, Kota Madiun ditolak warga. Pem…

Jelang Keberangkatan, Ratusan Calon Jamaah Haji Asal Lamongan Belum Terima Seragam

Jelang Keberangkatan, Ratusan Calon Jamaah Haji Asal Lamongan Belum Terima Seragam

Senin, 06 Apr 2026 16:04 WIB

Senin, 06 Apr 2026 16:04 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Menjelang keberangkatan ibadah haji 1447 H tahun 2026, ratusan calon jamaah haji (CJH) asal Kabupaten Lamongan, dilaporkan belum…

Nekat Seberangi Palpin Rel KA Sambil Angkat Sepeda, Kakek 74 Tahun Tewas Disambar Kereta Api

Nekat Seberangi Palpin Rel KA Sambil Angkat Sepeda, Kakek 74 Tahun Tewas Disambar Kereta Api

Senin, 06 Apr 2026 15:45 WIB

Senin, 06 Apr 2026 15:45 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Nandam 74 warga Desa Bendosari Kec.Sanankulon Kab.Blitar nekat seberangi Rel KA yang tak berpalang pintu, yang berujung tertemper…