Ringkus 12 Tersangka, 16,39 Gram Sabu Disita Polisi

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Kapolres Jombang, AKBP Agung Setyo Nugroho (tengah) saat rilis di Mapolres Jombang. SP/M Yusuf
Kapolres Jombang, AKBP Agung Setyo Nugroho (tengah) saat rilis di Mapolres Jombang. SP/M Yusuf

i

 

SURABAYAPAGI.COM, Jombang - Dalam kurun waktu bulan Oktober, sebanyak 9 kasus diungkap Polres Jombang, dan meringkus tersangka sebanyak 12 orang pengedar dan pengguna narkoba.  

Kapolres Jombang, AKBP Agung Setyo Nugroho mengatakan, selama bulan Oktober ini pihaknya telah mengungkap 9 kasus peredaran narkoba jenis sabu di kota santri. 

"Delapan kasus diungkap oleh Satresnarkoba Polres Jombang dan satu kasus diungkap oleh Polsek Mojowarno. 12 tersangka berhasil kita tangkap," katanya, saat rilis di Mapolres Jombang, Selasa (03/11/2020). 

Agung memaparkan, dari 12 pelaku, yakni 9 orang pengedar dan tiga orang merupakan pengguna narkoba. Dari belasan pelaku itu, lima diantaranya merupakan residivis dengan kasus yang sama.

"Untuk residivis yang berkaitan dengan narkoba ada lima. Mereka baru keluar dari Lapas Jombang dan bermain lagi. Lalu kita amankan kembali dengan kasus yang sama," paparnya.

Menurut keterangan Agung, para pelaku ini mendapatkan sabu itu dari seseorang di Kota Surabaya dengan sistem ranjau. Selanjutnya para pelaku ini mengedarkan ke kota santri dan sebagian luar kota.

"Rata-rata barang berasal dari Surabaya. Mereka ini jaringan dari Jombang, dan ada juga dari luar kota untuk jaringannya ini. Nanti akan dipantau terus oleh kasatnarkoba," terangnya. 

Pada ungkap kasus ini, barang bukti yang berhasil disita yaitu sabu seberat 16,39 gram, pipet kaca, korek api, alat hisap, timbangan, handphone 12 buah dan uang tunai Rp 4,8 juta diduga hasil penjualan sabu.

"Dalam kasus ini, para pelaku dikenakan Pasal 114 UU RI No 35 Tahun 2009 tentang narkotika. Ancaman hukuman 20 tahun penjara," pungkasnya.

Agung menyebut, selama Pandemi Covid-19, jumlah tersangka narkoba yang diamankan mengalami penurunan dibandingkan sebelum pandemi.

"Kalau untuk saat ini, peredaran narkoba di Jombang mengalami penurunan. Namun tetap akan dilakukan pemantauan berkaitan peredaran narkoba oleh Satresnarkoba," pungkasnya. suf

 

Berita Terbaru

Tingkat Hasil Panen Petani Desa Tanjekwagir Dapat Bantuan Traktor Roda Empat.

Tingkat Hasil Panen Petani Desa Tanjekwagir Dapat Bantuan Traktor Roda Empat.

Jumat, 26 Jun 2026 10:45 WIB

Jumat, 26 Jun 2026 10:45 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo – Harapan petani Desa Tanjekwagir Kecamatan Krembung untuk meningkatkan hasil pertanian akhirnya terwujud. Pada Kamis (25/6) Dinas P…

Tiga komplotan Curas di bekuk Satreskrim Polres Blitar Kota dalam waktu singkat

Tiga komplotan Curas di bekuk Satreskrim Polres Blitar Kota dalam waktu singkat

Jumat, 26 Jun 2026 09:19 WIB

Jumat, 26 Jun 2026 09:19 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar – Satreskrim Polres Blitar Kota dalam waktu singkat berhasil ungkap dan tangkap komplotan pelaku Curas,setelah pihak korban dari A…

Jumat Berkah, Antusiasme Warga Ingin Mengusap Kepala Anak Yatim

Jumat Berkah, Antusiasme Warga Ingin Mengusap Kepala Anak Yatim

Jumat, 26 Jun 2026 06:43 WIB

Jumat, 26 Jun 2026 06:43 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya, – ADA kebiasaan unik setiap tanggal 10 Muharam yaitu muliakan Anak Yatim. Banyak umat muslim rutin menggelar acara santunan komunal …

Komnas HAM: Penganiaya YTR Sangat Keji

Komnas HAM: Penganiaya YTR Sangat Keji

Kamis, 25 Jun 2026 20:57 WIB

Kamis, 25 Jun 2026 20:57 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Ketua Komnas HAM Anis Hidayah turut buka suara terkait kasus Taufik Hidayat (30) diduga menganiaya dan menyekap wanita inisial YTR…

Taufik Akui Siksa YTR Selama 1,5 Tahun

Taufik Akui Siksa YTR Selama 1,5 Tahun

Kamis, 25 Jun 2026 20:47 WIB

Kamis, 25 Jun 2026 20:47 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menurut polisi, Taufik mengaku menyiksa YTR selama 1,5 tahun. Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Polisi Hendra Rochmawan,…

Jadikan PDIP Sebagai Oposisi

Jadikan PDIP Sebagai Oposisi

Kamis, 25 Jun 2026 20:29 WIB

Kamis, 25 Jun 2026 20:29 WIB

by Adi Prayitno Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia (PPI) SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Saya menilai alasan pertama berkaitan dengan PDIP kalah di…