4 Tahun Silpa Tinggi, Anggota DPR Semprot Pemkab Sidoarjo

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
 Anggota Komisi III DPR Rahmat Muhajirin saat berkunjung ke Pemkab Sidoarjo didampingi Pj Bupati Hudiyono. SP/Sugeng
Anggota Komisi III DPR Rahmat Muhajirin saat berkunjung ke Pemkab Sidoarjo didampingi Pj Bupati Hudiyono. SP/Sugeng

i

 

SURABAYAPAGI.COM, Sidoarjo - Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) di Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) selama 4 tahun berturut-turut menjadi perhatian khusus anggota Komisi III DPR RI Rahmat Muhajirin saat melakukan kunjungan kerja ke Pemkab Sidoarjo, Senin (16/11/2020). 

Dalam kunjungan tersebut, Rahmat Muhajirin yang anggota DPR RI dari Fraksi Gerindra dapil Jatim 1 (Surabaya-Sidoarjo) diterima langsung Pj Bupati Sidoarjo Hudiyono, Sekda Achmad Zaini serta seluruh kepala OPD, Forkopimda serta Ketua DPRD Sidoarjo H Usman dan Wakil Ketua DPRD M Kayan di pendopo pemkab. 

"Saya selaku anggota DPR RI sesuai dengan UU memiliki kewenangan untuk mengawasi penggunaan anggaran negara dan menampung aspirasi masyarakat di daerah pemilihannya," katanya.

Oleh karena itu, sebagai fungsi pengawasan, dirinya mengamati dan mencermati pengelolaan keuangan negara yang dilakukan Pemkab Sidoarjo dilakukan tidak dengan profesional karena besarnya Silpa selama 4 tahun berturut-turut. "Ini ada apa kok anggaran tidak bisa diserap dengan baik, padahal sudah direncanakan setahun sebelumnya, Silpa setiap tahun sudah menembus angka Rp 1 triliun, padahal APBD Sidoarjo sebesar Rp 5 triliun, jadi yang tidak diserap sekitar 20 Persen," semprot Rahmat Muhajirin didepan semua pejabat pemkab Sidoarjo.

Menurut Rahmat Muhajirin, besarnya anggaran yang tidak diserap tersebut, menandakan pembangunan di Sidoarjo tidak dilaksanakan dengan baik dan ini merugikan warga Sidoarjo karena tidak bisa menerima manfaat dari pembayaran pajak yang mereka bayarkan ke pemkab. 

"Kondisi pembangunan Sidoarjo sangat jauh dengan Surabaya, masyarakat Sidoarjo tidak memiliki kebanggaan begitu keluar kota Surabaya masuk Sidoarjo, sangat jomplang," tegasnya.

Lebih lanjut Rahmat Muhajirin menambahkan, kondisi Silpa yang tinggi setiap tahun harus diakhiri pada tahun 2021, semua OPD harus berani menyerap anggaran sesuai dengan perencanaan yang dibuat. Kalau perlu minta pendampingan APH (Aparat Penegak Hukum) jika khawatir ada penyimpangan aturan. 

"Intinya sudah saatnya kita kurangi Silpa tinggi, kasihan rakyat Sidoarjo yang tidak bisa menikmati pembangunan, jalan rusak dibiarkan, sungai dangkal mengakibatkan banjir dsb," cetusnya.

Pj Bupati Sidoarjo Hudiyono mengaku belum mengetahui adanya Silpa tinggi selama empat tahun berturut-turut, karena dia baru masuk Sidoarjo September 2020. 

"Kalau memang kondisinya seperti itu, tentu harus dilakukan pembenahan manajemen, perlu dilakukan diskresi kebijakan untuk memangkas Silpa tinggi, kami akan koordinasikan dengan semua OPD, dan penegak hukum guna mencari solusi itu," terangnya.

Silpa Tahun Anggaran 2019 mencapai Rp 1,128 triliun, padahal Silpa APBD tahun sebelumnya Rp 1,028 triliun, untuk tahun 2020 Silpa diperkirakan mencapai Rp 1,2 triliun.

Ketua DPRD Kabupaten Sidoarjo H. Usman, M. Kes menyampaikan bahwa tingginya Silpa tersebut akan dikaji oleh setiap Komisi yang ada di legislatif.

Menurutnya, eksekutif dalam merencanakan program tentu sudah melalui pembahasan yang matang, termasuk juga anggarannya. Maka dari itu, pihaknya mendorong kedepan anggaran yang sudah disepakati agar diserap secara maksimal. “Kalau dewan ya berharap anggaran tersebut dapat diserap secara maksimal,” jelasnya. sg

Berita Terbaru

Pemprov Jatim Siapkan Pola Kerja ASN Saat Ramadan Lebaran, Pelayanan Publik Tetap Prioritas

Pemprov Jatim Siapkan Pola Kerja ASN Saat Ramadan Lebaran, Pelayanan Publik Tetap Prioritas

Jumat, 13 Mar 2026 04:15 WIB

Jumat, 13 Mar 2026 04:15 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyiapkan pengaturan pola kerja aparatur sipil negara (ASN) menjelang Hari Raya Idul Fitri 2…

Pemindahan Ibu Kota Mojokerto: Antara Ambisi Pembangunan dan Ujian Tata Kelola

Pemindahan Ibu Kota Mojokerto: Antara Ambisi Pembangunan dan Ujian Tata Kelola

Jumat, 13 Mar 2026 03:09 WIB

Jumat, 13 Mar 2026 03:09 WIB

RENCANA pemindahan pusat pemerintahan atau ibu kota Kabupaten Mojokerto ke Desa Jotangan, Kecamatan Mojosari, sejak awal diposisikan sebagai salah satu program…

Di Tengah Narasi Bela UMKM, Khofifah Ajak Siswa SLB Belanja di Mal

Di Tengah Narasi Bela UMKM, Khofifah Ajak Siswa SLB Belanja di Mal

Kamis, 12 Mar 2026 20:25 WIB

Kamis, 12 Mar 2026 20:25 WIB

‎‎SURABAYAPAGI.COM,Madiun - Di tengah gencarnya narasi keberpihakan pada UMKM dan pasar rakyat, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa justru mengajak pul…

Bupati Masih Bisa Jadi "Ratu" di Daerah

Bupati Masih Bisa Jadi "Ratu" di Daerah

Kamis, 12 Mar 2026 19:39 WIB

Kamis, 12 Mar 2026 19:39 WIB

KPK Ungkap Temuan Korupsi di Kabupaten Pekalongan Hingga Rp 46 Miliar oleh Keluarga Mantan Pedangdut   SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Bupati Pekalongan nonaktif …

Desakan DK PBB tak Dihiraukan Iran

Desakan DK PBB tak Dihiraukan Iran

Kamis, 12 Mar 2026 19:34 WIB

Kamis, 12 Mar 2026 19:34 WIB

Trump Isyaratkan Akhiri Perang, Karena Harga Minyak   SURABAYAPAGI.COM, New York - Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) pada Rabu (11/3) …

Hentikan Aksi Militer di Kawasan Timur Tengah

Hentikan Aksi Militer di Kawasan Timur Tengah

Kamis, 12 Mar 2026 19:31 WIB

Kamis, 12 Mar 2026 19:31 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Putra Mahkota sekaligus Perdana Menteri Kerajaan Arab Saudi Mohammed bin Salman (MbS) dan Presiden Indonesia Prabowo Subianto…