Kanwil BNI Surabaya: Pemberian Kredit Rp 25 Miliar, Sesuai Prosedur

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Terlihat pekerja menyelesaikan pembangunan Perumahan Ardenville Residence lahan milik Allan Tjiptarahardja di Kawasan Gunung Anyar Timur, Surabaya. (Foto: SP/Patrick)
Terlihat pekerja menyelesaikan pembangunan Perumahan Ardenville Residence lahan milik Allan Tjiptarahardja di Kawasan Gunung Anyar Timur, Surabaya. (Foto: SP/Patrick)

i

  • Terhadap Dugaan Pemalsuan Dokumen oleh Direktur PT Anyar Citra Huni, Allan Tjiptarahardja yang Diduga untuk Kredit Perumahan dan Kini Ditangani Polda Jatim

 

SURABAYA PAGI, Surabaya – Dari proyek pembangunan perumahan yang dimintakan Allan Tjiptarahardja, (57 tahun), sebagai Direktur PT Anyar Citra Huni, untuk mengajukann kredit Rp 25 miliar ke BNI 1946 cabang Kedungdoro, yang diduga ada pemalsuan dokumen syarat dijawab oleh pihak manajemen Bank BNI 46.

 

Menurut manajemen Bank BNI 46, PT Anyar Citra Huni, perusahaan milik Allan telah menjadi debitur di Bank BNI sejak 2019 lalu untuk pembiayaan pembangunan perumahan.

 

“PT Anyar Citra Huni (ACH) merupakan debitur BNI sejak Agustus 2019 untuk pembiayaan pembangunan perumahan,” kata Pimpinan Kanwil Bank BNI Surabaya Muhammad Gunawan Putra, dalam Hak Jawab yang dikirimkan ke redaksi SURABAYAPAGI.com, Kamis (19/11/2020).

 

Muhammad Gunawan Putra menjelaskan, terkait pengajuan kredit yang dilakukan oleh Allan melalui PT ACH, disebutnya sudah sesuai prosedur pemberian kredit.

 

“Soal permasalahan ACH saat ini, BNI telah melakukan penelitian secara internal serta dari hasil penelitian tersebut diketahui bahwa proses pemberian dan pencairan kredit telah sesuai dengan ketentuan perkreditan yang berlaku di BNI,” tegas Gunawan.

 

Meski saat ini, adanya proses dugaan pemalsuan dokumen yang diduga diajukan oleh Allan, sebagai direktur PT. ACH, Pimpinan Kanwil Bank BNI Surabaya itu tetap akan mematuhi proses hukum yang saat ini sedang disidik di Polda Jatim.

 

“BNI menghormati proses hukum yang sedang berjalan, dan mendukung sepenuhnya Langkah-langkah pihak berwajib dalam mengungkapn kebenaran dalam kasus ini,” lanjut Gunawan.

 

 

 

Seperti diketahui sebelumnya, Allan, dalam kasus ini mengajukan kredit Rp 25 miliar di BNI 46 cabang Kedungdoro. Kredit Investasi dan Modal Kerja ini diajukan untuk pembangunan perumahan di kawasan Gunung Anyar Surabaya.

 

Selain jaminan beberapa sertifikat, juga invoice dari beberapa rekanan. Saat kasus ini terungkap, Allan baru dikucuri kredit Rp 17 miliar. Dalam ajuan kredit ini, Allan mencantumkan invoice No 243/WCP/VII/2019, tertanggal 17 Juli 2019. Invoice tagihan box culvert, beton U-ditch dll dengan total sebesar Rp 912 juta, dibuat oleh Winarta, beserta tandatangannya.

 

Dijelaskan, saat pejabat mengklarifikasi ke bos properti ini, Winarta, kaget sebab ia tidak pernah membuat invoice tagihan ke PT Anyar Citra Huni, sebesar Rp 912 juta. Winarta, kemudian mengecek ke BNI 46 Cabang Kedungdoro.

 

Betapa kagetnya, ternyata dalam berkas kredit yang diajukan Allan, ada invoice yang ia tandatangani. Hal mengejutkan tandatangannya tak dikenal Winarta. Langsung ia melapor ke Polda Jatim, dengan LP-B/839/X/Res.1.9/2020/UM/SPKT Polda Jatim, tanggal 26 Oktober 2020.

 

Baca Berita Terkait: Dugaan Bobol Bank BNI Rp 25 Miliar, Terus Diusut

Baca Berita Lainnya: Pemalsuan Dokumen Kredit Allan di BNI 46 Dituntaskan Polda Jatim 

 

Winarta, saat diminta konfirmasi mengakui sudah diminta membuat tandatangan asli. Tandatangannya ternyata tidak sama dengan tandatangan dalam invoice. “Ini Allan gak bisa berkelit. Laporan Pak Winarta, juga diatensi Kapolda, sebab Allan, sering dilaporkan pidana, tapi perkaranya jalan di tempat,” jelas sumber di Polda Jatim, kemarin.

 

Sedangkan, Polda Jatim, Minggu (15/11/2020) saat dikonfirmasi perkembangan penyidikan laporan Winarta terhadap Allan Tjiptarahardja, masih dalam pengembangan.

 

“Informasi dari penyidik, masih melakukan penyelidikan,” kata Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Trunoyudho Wisnu Andiko, Minggu (15/11/2020).

 

Dirinya menambahkan, perkara tersebut saat ini sedang dalam pendalaman. “Intinya, sedang dalam pendalaman dari laporan pelapor,” tambahnya. (tim)

 

Baca Berita Lainnya: Allan Tjiptarahardja, Diduga Bobol BNI Rp 25 Miliar

Baca Berita Lainnya: Allan Dipolisikan Petani

Berita Terbaru

Resmikan Landfill Mining TPA Ngipik, Bupati Gresik Dorong Transformasi Pengelolaan Sampah

Resmikan Landfill Mining TPA Ngipik, Bupati Gresik Dorong Transformasi Pengelolaan Sampah

Selasa, 24 Feb 2026 21:28 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 21:28 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Gresik – Upaya serius mengatasi persoalan sampah terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Gresik. Salah satu langkah konkret diwujudkan melalui p…

Menlu Jelaskan 8.000 Personel TNI Jaga Perdamaian

Menlu Jelaskan 8.000 Personel TNI Jaga Perdamaian

Selasa, 24 Feb 2026 19:40 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:40 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya untuk berkontribusi aktif dalam menjaga stabilitas dan perdamaian global melalui…

SBY Pesan, Indonesia Jangan Lugu

SBY Pesan, Indonesia Jangan Lugu

Selasa, 24 Feb 2026 19:38 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:38 WIB

Sejarah Perang Dunia II, Indonesia Tidak Terlibat Langsung Perang tapi Tetap Terdampak   SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Presiden RI ke-6 Susilo Bambang …

Yaqut Klaim Pembagian Kuota Jaga Keselamatan Jemaah

Yaqut Klaim Pembagian Kuota Jaga Keselamatan Jemaah

Selasa, 24 Feb 2026 19:36 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:36 WIB

Sidang Praperadilannya Dikawal Puluhan Banser. KPK tak Hadir, Ditunda 3 Maret      SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas atau Gu…

Jaksa Tuding Penjualan Laptop Chromebook era Nadiem, Kayak Sedekah

Jaksa Tuding Penjualan Laptop Chromebook era Nadiem, Kayak Sedekah

Selasa, 24 Feb 2026 19:34 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:34 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Jaksa Penuntut Umum (JPU) heran dengan harga jual laptop Chromebook dari PT Hewlett-Packard Indonesia (HP) lebih murah daripada…

KPK Bahas Mitigasi Potensi Risiko Korupsi Program MBG dan Kopdes

KPK Bahas Mitigasi Potensi Risiko Korupsi Program MBG dan Kopdes

Selasa, 24 Feb 2026 19:33 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:33 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Mitigasi potensi risiko korupsi pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih, mulai dibahas Tim…