Agama Jangan Dijadikan Alat Propaganda Politik

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Polling survei
Polling survei

i

 

 SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Saat ini Panglima TNI mengendus adanya propaganda politik melalui media sosial. Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menilai medsos kini telah dimanfaatkan sebagai media propaganda. Karakteristik media sosial yang memiliki kecepatan dan jangkauan lebih cepat, lebih luas, dan lebih mudah dinilai menimbulkan dampak yang lebih masif dari dunia fisik.

"Mau tidak mau, suka atau tidak suka, kita harus mengakui bahwa media sosial telah dapat dimanfaatkan sebagai media propaganda, media perang urat syaraf," ujar Hadi, Minggu (22/11/2020).  Keseluruhan propaganda ini sangat mengancam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Salah satu bentuk propaganda, kata Panglima TNI, penyebaran berita bohong atau hoaks yang mendiskreditkan pemerintah, dengan sasaran utama masyarakat awam dan generasi milenial agar terbakar emosinya.

Menanggapi hal itu, tim Litbang Surabaya Pagi menggelar polling kepada masyarakat dan anak milenial dengan beberapa pertanyaan terkait tanggapan mereka tentang pernyataan yang dikeluarkan oleh Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto yang mengatakan medsos di manfaatkan sebagai media propaganda . Polling dilakukan tepat pukul 09.00 WIB  dan ditutup pukul 17.00 WIB, Senin (23/11/2020).

Dengan koresponden rentang usia 18 tahun sampai 30 tahun dengan background pelajar, mahasiswa, pekerja swasta, dan wiraswasta, orang tua dengan domilisi tidak hanya di Kota Surabaya tetapi juga di Sidoarjo, Gresik. Metode polling dilakukan menggunakan wawancara langsung menggunakan telepon dan WhatsApp. Selain media itu juga media sosial Facebook, Twitter  dan Instagram.

Jumlah total responden yang dihimpun sebanyak 82 responden. Hasilnya, (lihat grafis di halaman 1) diperoleh dari pertanyaan pertama bahwa responden memilih A sebanyak 48  persen dan B sebanyak 52 persen. Untuk pertanyaan kedua sebanyak 25  persen memilih A dan 75  persen memilih B. Sementara untuk pertanyaan ketiga responden memilih A sebanyak 18 persen dan B sebanyak 82 persen.

Berikut berbagai alasan dan komentar dari masyarakat terkait tanggapan mereka tentang pernyataan yang dikeluarkan oleh Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan medsos di manfaatkan sebagai media propaganda yang dihimpun oleh Tim Litbang Surabaya Pagi.

Warga Wonokusumo bernama Shindy Megasari mengatakan ” Loh bukannya presiden kita yang nyewa buzzer-buzzer untuk propaganda”  ujarnya.

Salah saru akun twitter @damarlumintang menuliskan dikolom komentar “Sepertinya pak Panglima TNI Hadi ini Baru bangun tidur. Pak Hadi coba tanya buzzer-buzzer penguasa.. mereka lebih masif..terutama saat kampanye pilpres-pilpres periode dan saat Pilgub DKI saat RI 1 sekarang nyalon pilgub dulu..”

Hal senada juga juga direspon oleh akun @FalNdaru  yang mengkritisi tentang adanya buzzer-buzzer di medsos “Gak kasihan dengan nasib buzzerp, bagaimana kalau mereka-mereka  kehilangan mata pencahariannya, apakah tega melihat mereka menjadi tukang copot baliho ketimbang memainkan jari jemarinya & menghasilkan uang pulsa? buzzerp pasti sedih dan bisa melakukan unjuk rasa berhari-hari di negeri.. wkwkland”

Menanggapi adanya propaganda politik berkemas agama di medsos, akun dengan nama @tude_btrt  menuliskan, “Sempurnakan kebodohan dengan balutan agama. Maka semua akan tampak sempurna Sejarah membuktikan, perjuangan awal negara maju adalah memerangi agama yang mencoba membodohi umatnya. Agama adalah tuntunan, jangan di jadikan alat propaganda politik, karena itu menjijikkan.” tulisnya dikolom komentar.

Salah satu pengguna instagram dengan nama Mulyawan menuliskan “Hari gini ada statement, ‘Medsos dianggap alat propaganda yang bisa menggulingkan pemerintahan’ Tapi apa anda tak lupa kalau ada buzzer-buzzer, influenser, penjilat-penjilat yang di bina di medsos oleh pihak istana. Mendiskreditkan umat islam. Mengadu domba sesama umat islam. Mengadu domba antar agama” tulisnya. ana/litbang

Berita Terbaru

Laila Mufidah Temukan  TPS Lintas Wilayah Berlaku Denda Cas

Laila Mufidah Temukan  TPS Lintas Wilayah Berlaku Denda Cas

Selasa, 24 Feb 2026 03:40 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 03:40 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Alangkah terkejutnya Wakil Ketua DPRD Surabaya Laila Mufidah saat melakukan sidak ke TPS Rungkut Menanggal. Pimpinan Dewan…

Wakil DPRD Surabaya Minta Pemkot dan Pengembang Tak Tutup Mata

Wakil DPRD Surabaya Minta Pemkot dan Pengembang Tak Tutup Mata

Selasa, 24 Feb 2026 03:37 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 03:37 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Wakil DPRD Surabaya Laila Mufidah langsung melakukan sidak atau turun ke lapangan usai mendengar keluhan Warga di Gunung Anyar…

Sidak Takjil Pemkot Kediri Pastikan Jajanan Ramadan di Kota Kediri Aman dan Terawasi

Sidak Takjil Pemkot Kediri Pastikan Jajanan Ramadan di Kota Kediri Aman dan Terawasi

Senin, 23 Feb 2026 21:13 WIB

Senin, 23 Feb 2026 21:13 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Pemerintah Kota Kediri memastikan keamanan jajanan takjil yang dijajakan selama bulan Ramadan melalui inspeksi mendadak (sidak) di…

Program Keluarga Harapan Plus Tahap 1 Tahun 2026 Kembali Digulirkan, Sasar 485 Lansia di Kota Kediri

Program Keluarga Harapan Plus Tahap 1 Tahun 2026 Kembali Digulirkan, Sasar 485 Lansia di Kota Kediri

Senin, 23 Feb 2026 21:09 WIB

Senin, 23 Feb 2026 21:09 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Memasuki bulan Ramadhan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali menyalurkan Program Keluarga Harapan (PKH) Plus Tahap I bagi lansia…

Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan Dalam Apel Pagi, Mbak Wali - Gus Qowim Percepat Pembangunan dan Turunkan Kemiskinan

Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan Dalam Apel Pagi, Mbak Wali - Gus Qowim Percepat Pembangunan dan Turunkan Kemiskinan

Senin, 23 Feb 2026 21:05 WIB

Senin, 23 Feb 2026 21:05 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati memimpin apel pagi bersama jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota…

Kita Seperti Dijajah AS

Kita Seperti Dijajah AS

Senin, 23 Feb 2026 20:11 WIB

Senin, 23 Feb 2026 20:11 WIB

MUI Minta Kaji Ulang Perjanjian Dagang AS-Indonesia yang Salah Satu Kesepakatannya Menyebut Produk asal AS yang Masuk ke Indonesia tidak Memerlukan Sertifikasi…