Epidemiologi: Vaksin Sinovac Belum Aman di Indonesia

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Vaksin Sinovac yang dikirim ke Indonesia.
Vaksin Sinovac yang dikirim ke Indonesia.

i

SURABAYA PAGI, Surabaya – Keampuhan vaksin Covid-19 milik Sinovac, hingga kini masih diragukan efektivitasnya. Bahkan, beberapa kalangan pun agar tidak terburu-buru melakukan vaksinasi dari vaksin Sinovac yang telah dibeli pemerintah Indonesia sebanyak 1,2 juta dosis.

Epidemiolog Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman mengatakan untuk tidak menyegerakan hasil uji klinis vaksin corona Sinovac di Bandung untuk menyusul pengumuman efikasi vaksin Covid-19 yang akan dilakukan Brasil 23 Desember mendatang.

Sebab, menurutnya keampuhan vaksin covid-19 harus terbukti secara klinis aman dan mampu melawan infeksi SARS-CoV-2 di tubuh manusia. Untuk itu, hasil uji klinis di Bandung harus dilakukan secara mendalam dan matang hingga hasilnya bisa akurat.

"Riset vaksin butuh waktu lama, dan enggak bisa dikebut, enggak bisa diburu-buru, karena harus aman, harus terbukti berkhasiat melawan virus, jadi kita sekarang masih harus wait and see vaksinnya aman," tutur Dicky, seperti keterangan tertulis yang diterima SURABAYAPAGI.com, Rabu (16/12/2020).

Pasalnya, uji klinis fase 3 vaksin Covid-19 Sinovac yang dilakukan di Bandung, bekerja sama dengan PT Biofarma dan Unpad, diperkirakan akan selesai dalam bentuk laporan pada awal Mei 2021.

Hal ini dikarenakan tim peneliti sedang menunggu hasil pembentukan antibodi dan reaksi kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI). Terkait uji klinis vaksin Covid-19 Sinovac di Brasil yang dikabarkan akan melaporkan hasil efikasinya pada 23 Desember mendatang.

 Sinovac tak Dapat Digunakan di Indonesia

Selain itu, Dicky mengatakan efikasi tersebut tidak dapat langsung digunakan di Indonesia.Sebab, laporan hasil uji klinis di Brasil masih harus diteliti lagi oleh para peneliti vaksin Sinovac di Bandung, atau oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Pengujian ulang dilakukan karena ada kemungkinan perbedaan strain virus yang menyebar di dua negara. Kemungkinan lain penyebab perbedaan efikasi adalah KIPI yang berbeda antara orang yang disuntik di Brasil dan orang yang disuntik di Indonesia.

"Jadi walaupun Brazil sudah keluar [hasil uji klinis] tak serta merta digunakan di Indonesia, harus ada kompilasi, combine hasil uji klinis di berbagai negara, baru bisa digabungkan, kalau hasil awalnya bagus, ya peluang dia aman dan khasiatnya lebih besar," tutur Dicky.

Namun, kata Dicky data awal uji klinis fase 3 vaksin Covid-19 Sinovac bisa menjadi dasar pemberian izin pakai darurat (EUA) oleh BPOM. Asalkan, metodologi yang dipakai oleh pihak peneliti di Brazil sudah dipastikan sesuai dengan keilmuan yang ada.

"Tapi meski di Brazil sudah keluar efikasinya, gak bisa digunakan ukurannya untuk Indonesia. Tetap harus ada analisa secara terkompilasi, tapi kalau jadi dasar pemberian EUA, bisa asalkan dengan data awal yang dianggap valid dan memadai, asal metodologinya benar," kata Dicky.

Hal senada juga diungkapkan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendi. Muhadjir mengingatkan, agar vaksinasi Covid-19 harus dilakukan dengan hati-hati.

"Harus benar dan juga harus dipelajari (faktor penyerta) seksama dan dipastikan tidak terjadi (masalah)," kata Muhadjir saat meninjau RSPI Sulianto Saroso, Jakarta, Rabu (16/12/2020). ana/er/cr2/rmc

Berita Terbaru

Bank Jatim Resmi Buka Kantor Cabang Balikpapan, Perkuat Kolaborasi Ekonomi Jatim dan Kaltim

Bank Jatim Resmi Buka Kantor Cabang Balikpapan, Perkuat Kolaborasi Ekonomi Jatim dan Kaltim

Sabtu, 10 Okt 2026 15:42 WIB

Sabtu, 10 Okt 2026 15:42 WIB

SurabayaPagi, Balikpapan — PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) resmi membuka Kantor Cabang Balikpapan pada Jumat (9/10/2026).  Peresmian in…

Duel Panas Derby Jatim di Surajaya, Saatnya Persela Kudeta Deltras dari Puncak Klasemen

Duel Panas Derby Jatim di Surajaya, Saatnya Persela Kudeta Deltras dari Puncak Klasemen

Sabtu, 10 Okt 2026 14:17 WIB

Sabtu, 10 Okt 2026 14:17 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan – Pertarungan sengit Derby Jawa Timur bakal tersaji di Stadion Surajaya, Lamongan, Minggu (11/10/2026) sore. Tuan rumah Persela L…

Pengadaan Beras Nasional Lampaui Target, Bulog Bojonegoro Sumbang 84 Ribu Ton

Pengadaan Beras Nasional Lampaui Target, Bulog Bojonegoro Sumbang 84 Ribu Ton

Sabtu, 10 Okt 2026 12:17 WIB

Sabtu, 10 Okt 2026 12:17 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Perum Bulog Kantor Cabang Bojonegoro berhasil melampaui target pengadaan beras tahun 2026, dengan realisasi mencapai 84.986 ton…

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim Desak Audit Tambang, Izin hingga Dampak Lingkungan Harus Dibuka

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim Desak Audit Tambang, Izin hingga Dampak Lingkungan Harus Dibuka

Sabtu, 10 Okt 2026 10:33 WIB

Sabtu, 10 Okt 2026 10:33 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim, Wara Sundari Renny Pramana, menekankan pentingnya penertiban pertambangan bermasalah…

Puncak Musim Tanam Tiba, Pupuk Indonesia Jamin Stok Aman dan Minta Petani Perhatikan Kesuburan Tanah

Puncak Musim Tanam Tiba, Pupuk Indonesia Jamin Stok Aman dan Minta Petani Perhatikan Kesuburan Tanah

Sabtu, 10 Okt 2026 08:04 WIB

Sabtu, 10 Okt 2026 08:04 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun - PT Pupuk Indonesia (Persero) menjamin ketersediaan pupuk bersubsidi aman untuk menyambut puncak musim tanam periode Oktober 2026 h…

Layar ke Meja Makan, The People’s Cafe Hidupkan “Menu Wiken” dari Film Empat Musim Pertiwi

Layar ke Meja Makan, The People’s Cafe Hidupkan “Menu Wiken” dari Film Empat Musim Pertiwi

Sabtu, 10 Okt 2026 06:50 WIB

Sabtu, 10 Okt 2026 06:50 WIB

SurabayaPagi .com : Ada cerita dari layar lebar yang kini bisa ikut dirasakan lewat meja makan. The People’s Cafe (TPC), bagian dari ISMAYA Group, b…