Jambret Lukai Korban Gunakan Samurai dan Gergaji

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Sebanyak 9 anggota Gangster All Best 216 menggunakan topeng saat digelar ungkap kasus di halaman Polrestabes Surabaya, Jawa Timur, Senin (28/12/2020). SP/julian romadhon
Sebanyak 9 anggota Gangster All Best 216 menggunakan topeng saat digelar ungkap kasus di halaman Polrestabes Surabaya, Jawa Timur, Senin (28/12/2020). SP/julian romadhon

i

 

Anggota Geng Motor ABG Resahkan Warga Surabaya

 

 

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya – Tak terlihat rasa ketakutan dan bersalah yang dialami sembilan bocah rerata usia 14-15 tahun ini. Mereka hanya terdiam, tertunduk, terkadang menengok sorotan kamera. Hanya saja, mereka dikenakan topeng. Meski masih bocah, aksi mereka sungguh kejam. Padahal tatapannya masih terlihat polos. Tetapi, mereka menyimpan sebilah samurai, gergaji dan beberapa benda tajam lainnya. Berikut laporan wartawan Surabaya Pagi Mahbub Fikri dari Polrestabes Surabaya.

Yah, itulah gambaran pandangan sembilan bocah yang telah membuat resah warga Surabaya dan melukai beberapa korbannya. Kini mereka sudah diamankan oleh Satreskrim Polrestabes Surabaya.

Salah satunya di jalan Raya Manyar, Gubeng Surabaya. Bahkan dalam aksi tersebut, mereka mengeroyok dan membacok seorang pengendara motor. Beruntung korban tak sampai meninggal dunia. Namun korban mengalami luka serius yakni di bagian tangan kanan dan perut. Mirisnya para pelaku masih dibawah umur. Mereka berinisial FTB (15), NFA (14), FI (15).

Wakasatreskrim Polrestabes Surabaya, AKP Ambuka Yudha mengatakan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 03.30 WIB, Minggu (27/12/2020). Tiga remaja dijadikan tersangka atas perbuatan yang mereka lakukan.

"Dari hasil pemeriksaan saksi-saksi dan CCTV di lokasi kejadian, kami berhasil mengamankan pelaku sebanyak 9 orang yang mengerucut ke tiga orang tersangka. Pelaku dan korban masih di bawah umur semua," ungkap AKP Ambuka Yudha.

Ambuka menjelaskan, dari hasil pemeriksaan motif tersangka melakukan tawuran karena terjadi perkelahian dengan anggota geng motor lain. Maka dari itu para tersangka mencari kelompok geng motor lain untuk memberikan pelajaran.

"Saat itu geng motor All Best bersama teman-temannya sebanyak 15 orang mengendarai 7 motor dan membawa senjata tajam berkeliling mengitari jalan Semolowaru. Kelompok ini kemudian mengeroyok korban dengan cara memukulinya. Selain itu berbagai senjata tajam yang mereka miliki juga turut disabetkan ke bagian tangan korban," papar Ambuka di Mapolrestabes Surabaya.

Korban yang sudah terjatuh masih dikeroyok kembali oleh remaja lainnya berinisial H yang kini menjadi DPO. Akhirnya korban mendapat luka sabetan sebanyak dua kali di bagian perut dan sabetan satu kali di tangannya.

Namun para tersangka salah sasaran dimana korban bukan merupakan kelompok geng motor yang sedang dicarinya. "Itu kesalahpahaman karena hape, tersangka mengira yang nembel ban itu musuhnya, ternyata bukan," kata perwira berpangkat tiga garis ini.

Saat ini polisi tengah mengamankan 3 serta sisa kelompok pelaku yang berjumlah 6 orang. Sisanya polisi masih mencari tersangka yang berstatus DPO. 

Ambuka menambahkan, korban saat ini sudah menjalani rawat jalan di rumahnya.

"Korban sudah dipulangkan meski lukanya cukup serius. Dia akan menjalani perawatan di rumah," tegas Ambuka.

Polisi berhasil mengamankan satu unit sepeda motor Honda beat warna merah dengan plat nomor L-6459-WG, satu unit HP, satu buah gergaji, satu bilah parang lengkap dengan pipa, satu bilah pedang. fm/cr2/rmc

Berita Terbaru

PSI Siap Mati-matian Ikuti Jokowi

PSI Siap Mati-matian Ikuti Jokowi

Selasa, 03 Feb 2026 19:07 WIB

Selasa, 03 Feb 2026 19:07 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) siap berjuang mati-matian. Menurutnya pernyataan Jokowi itu menjadi dorongan moral dan militansi…

Setelah Lengser dari KSP, Moeldoko Mengeluh

Setelah Lengser dari KSP, Moeldoko Mengeluh

Selasa, 03 Feb 2026 19:06 WIB

Selasa, 03 Feb 2026 19:06 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Setelah tak jabat Kepala Staf Kepresidenan (KSP) dan kini jadi Ketua Umum Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia…

Gus Ipul-Gus Yahya, ke Istana Bareng

Gus Ipul-Gus Yahya, ke Istana Bareng

Selasa, 03 Feb 2026 19:02 WIB

Selasa, 03 Feb 2026 19:02 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto mengundang organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam pada Selasa (3/2) siang. Apa yang akan…

Komnas Anak Ingatkan Konflik Terekspos di Media Berdampak Buruk

Komnas Anak Ingatkan Konflik Terekspos di Media Berdampak Buruk

Selasa, 03 Feb 2026 18:59 WIB

Selasa, 03 Feb 2026 18:59 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Komnas Anak berharap kasus ini tidak berlarut-larut. Sebab, konflik yang terus menerus terekspos di media dikhawatirkan akan…

Kisah Anak-Cucu Almarhum Emilia Contesa : Denada Nangis, Ressa Siap Islah

Kisah Anak-Cucu Almarhum Emilia Contesa : Denada Nangis, Ressa Siap Islah

Selasa, 03 Feb 2026 18:56 WIB

Selasa, 03 Feb 2026 18:56 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Drama perseteruan antara pihak Ressa dan Denada memasuki babak baru yang makin panas. Tak main-main, Dino Rossano Hansa selaku Om…

Pimpinan BUMN Akal-akalan, Perlu Diungkap Modusnya

Pimpinan BUMN Akal-akalan, Perlu Diungkap Modusnya

Selasa, 03 Feb 2026 18:55 WIB

Selasa, 03 Feb 2026 18:55 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Saat pidato di Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026, di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026), Presiden Prabowo…