Pengrajin Tempe Tahu Ancam Mogok Produksi Tiga Hari

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Para pengrajin tempe tahu Mojokerto saat melontarkan pernyataan sikap mogok produksi. SP/Dwy Agus Susanti
Para pengrajin tempe tahu Mojokerto saat melontarkan pernyataan sikap mogok produksi. SP/Dwy Agus Susanti

i

SURABAYAPAGI.COM, Mojokerto - Puluhan pengrajin tempe tahu di Kota dan Kabupaten Mojokerto mengancam mogok produksi selama tiga hari. Mogok massal yang dimulai tanggal 1 hingga 3 Januari 2021 ini sebagai protes melonjaknya harga kedelai impor di pasaran.

Naryo, Ketua Paguyuban Pengrajin Tempe dan Tahu Mojokerto mengatakan, ada beberapa hal yang melandasi para pengrajin untuk melakukan mogok produksi.

Diantaranya, harga kedelai impor yang melonjak dari sebelumnya Rp. 7 ribu perkilogram kini naik drastis menjadi Rp. 9 ribu per kilogram.

"Kita sudah mengupayakan untuk menaikan harga tempe dan tahu sebesar 10 hingga 20 persen, namun kenyataan di lapangan tetap sulit dilakukan. Karena pada umumnya kami menjual kepada pedagang di pasar-pasar tradisional," ujarnya, Rabu (30/12/202/).

Ia menyebut, sejatinya para pengrajin menyadari dengan terjadinya pandemi covid-19. Sehingga yang terkena dampaknya adalah perekonomian di seluruh penjuru dunia termasuk kedelai.

"Namun kami meminta kebijaksanaan pemerintah, untuk tak menaikkan harga kedelai hingga 25 persen. Karena ini semakin memberatkan usaha kita," cetusnya.

Pengrajin tempe asal Kota Mojokerto ini juga menambahkan, aksi mogok produksi ini merupakan tindak lanjut dari keluhan, usulan dan desakan para pengrajin tempe tahu anggota KOPTI atau GAKOPTINDO (Gabungan Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia) di seluruh Indonesia.

Aksi ini juga telah dibahas dalam rapat pengurus dan pengawas Gakoptindo pada Senin, 28 Desember 2020 dan dihadiri oleh lebih 70 persen Puskopti yang aktif di seluruh Indonesia.

"Intinya kita yang di Mojokerto mendukung aksi mogok produksi ini. Karena ini juga bertujuan untuk mengkompakkan kenaikan harga tempe dan tahu," jelasnya.

Naryo menambahkan, selama berhenti produksi, para pengrajin tetap akan menjaga kekompakan, kebersamaan dan kedamaian.

"Kita juga nenghimbau untuk tidak melakukan perbuatan anarkis yang akan merugikan kita semua dan juga masyarakat pecinta tempe dan tahu," tegasnya.

Senada dikatakan Paryono (50), pengarjin tempe asal Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto. Ia menyebut kenaikan harga kedelai ini semakin memukul keberlangsungan usahanya. Pasalnya, kedelai ini adalah bahan baku utama dalam membuat tahu dan tempe.

"Kita ini menjual tempe asli kedelai, tanpa ada campuran jagung atau singkong. Jika saat ini harga kedelai naik, otomatis menambah cost produksi kita. Harapan kita harga kedelai turun lagi," pungkasnya. Dwy

Berita Terbaru

Perkuat Sinergi Antar KUB, Kinerja Konsolidasi Bank Jatim Tumbuh Positif pada Semester I 2026

Perkuat Sinergi Antar KUB, Kinerja Konsolidasi Bank Jatim Tumbuh Positif pada Semester I 2026

Kamis, 30 Jul 2026 13:18 WIB

Kamis, 30 Jul 2026 13:18 WIB

SurabayaPagi, Surabaya - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) terus memperkuat perannya sebagai entitas utama dalam Kelompok Usaha Bank (KUB)…

Jelang Tayang 27 Agustus, Trailer Terbaru “Paket Santet” Ungkap Teror Lebih Brutal

Jelang Tayang 27 Agustus, Trailer Terbaru “Paket Santet” Ungkap Teror Lebih Brutal

Kamis, 30 Jul 2026 13:15 WIB

Kamis, 30 Jul 2026 13:15 WIB

SurabayaPagi, Jakarta – BASE Entertainment merilis trailer terbaru film horor Paket Santet yang disutradarai Dinna Jasanti. Film ini dijadwalkan tayang di b…

Temuan Kasus Keracunan Makanan, BGN Tutup Sementara 12 SPPG di Bangkalan

Temuan Kasus Keracunan Makanan, BGN Tutup Sementara 12 SPPG di Bangkalan

Kamis, 30 Jul 2026 12:47 WIB

Kamis, 30 Jul 2026 12:47 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bangkalan - Menyusul adanya temuan pelanggaran izin operasional dan adanya kasus keracunan makanan, Badan Gizi Nasional (BGN) menutup…

Hadapi Ancaman Siber, Pemkab Lumajang Perkuat Ketahanan Layanan Digital

Hadapi Ancaman Siber, Pemkab Lumajang Perkuat Ketahanan Layanan Digital

Kamis, 30 Jul 2026 12:40 WIB

Kamis, 30 Jul 2026 12:40 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Melalui kegiatan peningkatan kapasitas keamanan informasi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang, Jawa Timur, memperkuat benteng…

Lewat Literasi Keuangan, Pemkab Probolinggo Komitmen Perkuat SDM Koperasi

Lewat Literasi Keuangan, Pemkab Probolinggo Komitmen Perkuat SDM Koperasi

Kamis, 30 Jul 2026 12:33 WIB

Kamis, 30 Jul 2026 12:33 WIB

SURABAYAPAGI.com, Probolinggo - Melalui literasi keuangan dan pajak yang digelar di ruang PRIC Mal Pelayanan Publik (MPP), Pemerintah Kabupaten (Pemkab)…

Pemkot Malang Inovasikan Pengelolaan Sampah Plastik dan Styrofoam Jadi BBM

Pemkot Malang Inovasikan Pengelolaan Sampah Plastik dan Styrofoam Jadi BBM

Kamis, 30 Jul 2026 12:23 WIB

Kamis, 30 Jul 2026 12:23 WIB

SURABAYAPAGI.com, Malang - Sebagai langkah strategi dalam mengurangi volume yang masuk ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Supit Urang maupun ke lokasi…