Ini Harapan Pengusaha Kampung Lontong untuk Walikota Baru Surabaya

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Produksi lontong di Kampung Lontong.
Produksi lontong di Kampung Lontong.

i

SURABAYAPAGI, Surabaya - Siti Winarti, salah satu pengusaha lontong di Banyu Urip lor berharap agar ada bantuan beras murah dari pemerintah untuk para pengusaha lontong di kampungnya. Hal ini disampaikan Winarti kepada Harian Surabaya Pagi saat ditemui di rumah produksinya, Minggu (03/01/2021)

Sebelumnya suaminya Peleh, menjabat sebagai ketua koperasi kampung lontong tersebut dari mulai tahun 2000 hingga 2008. Ia mengaku kampungnya juga sempat dikunjungi oleh Megawati Soekarno Putri dan Rano Karno untuk survei pada November 2012 lalu.

"Dulu Bu Mega sama Rani Karno pernah kesini juga untuk survei kampung lontong kami," Jelas Winarti

Pada tahun 2006, dibentuk posko atau paguyuban untuk pemberdayaan warga setempat dengan nama posko 100, sebuah posko pemberdayaan UMKM oleh salah satu partai politik. Dan kemudian posko tersebut memfasilitasi dibentuknya paguyuban pembuat lontong di wilayah tersebut. Selanjutnya oleh warga diberi nama P2LM (Paguyuban Pengusaha Lontong Mandiri).

Pengesahan P2LM pada masa jabatan walikota Bambang DH. Bambang DH,
membantu menampung keluhan warga kampung lontong ini, dan pada saat itu yang dikeluhkan adalah beras untuk bahan pokok produksi lontong.

Kemudian oleh Wali Kota Surabaya saat itu, pihaknya disarankan untuk membentuk susunan kepemimpinan kemudian mengajukan persyaratan administratif yang harus dipenuhi. Alhasil kampung lontong mendapatkan bantuan beras bulog untuk produksi.

Tidak hanya itu saja, beberapa program pendampingan dari Posko 100 yaitu program sosialisai briket batubara pada awal konversi minyak tanah ke gas pada 2008, hingga mengupayakan bantuan kompor dan elpiji dari Wali Kota dulu, Bambang DH.

Trauma pasca kebakaran 2016 lalu, akhirnya pada tahun 2017 masuk Perusahaan Gas Negara. Para pedagang kampung lontong kemudian memilih menggunakan gas PGN melalui jaringan gas.

"Dulu waktu masa Wali Kota Pak Bambang DH, kami mendapatkan bantuan beras bulog. Setelah proses yang sedikit rumit dan lumayan panjang akhirnya kami mendapat bantuan beras. kemudian kami mendapat bantuan gas elpiji dan terakhir PGN," tambahnya

Beberapa pengusaha lontong Banyu Urip terpaksa mencopot saluran Perusahaan Gas Negara yang terpasang ke rumah produksi mereka. Meskipun lebih praktis dan murah dibandingkan dengan menggunakan gas elpiji, mereka mengaku tidak sanggup membayar biaya jaminan pemasangan pipa PGN sebesar Rp 1.8 juta. Meskipun biaya tersebut akan dikembalikan apabila pengguna sudah tidak ingin menggunakan lagi gas dari PGN namun tetap saja mereka keberatan karena besarnya nominal jaminan dan tidak ada pilihan untuk mencicil.

"Sebenarnya memang irit semenjak ada PGN, kita hanya membayar sesuai pemakaian. Biasa ada yang Rp 300 atau Rp 400 ribu per bulan tapi tetap tergantung pemakaian. Namun setelah berapa lama berjalan kemudian ada surat invoice yang mengharuskan para pengusaha yang menggunakan gas PGN untuk membayar biaya jaminan. Tidak boleh dicicil. Saya sudah minta untuk kebijakan lain atau keringanan berupa cicilan sempat tidak bisa. Saya sudah ke Suara Surabaya dan Walikota tapi tidak tindakan lebih lanjut. Jawabnya memang sudah ganti pimpinan dan ketentuannya memang seperti itu," keluhnya.ria

Berita Terbaru

19 Sekolah Muhammadiyah di Gresik Raih Penghargaan atas Kenaikan Jumlah Murid

19 Sekolah Muhammadiyah di Gresik Raih Penghargaan atas Kenaikan Jumlah Murid

Minggu, 05 Apr 2026 16:27 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 16:27 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik - Sebanyak 19 sekolah Muhammadiyah di Kabupaten Gresik menerima penghargaan atas keberhasilan meningkatkan jumlah peserta didik secara…

Daop 7 Madiun Catat Enam Gangguan Perjalanan KA Selama Angkutan Lebaran 2026

Daop 7 Madiun Catat Enam Gangguan Perjalanan KA Selama Angkutan Lebaran 2026

Minggu, 05 Apr 2026 15:00 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 15:00 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Selama masa Angkutan Lebaran 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun mencatat adanya enam kejadian gangguan…

Kurang Waspada! Motor dan Truk Adu Banteng, Pengendara Motor Tewas di TKP

Kurang Waspada! Motor dan Truk Adu Banteng, Pengendara Motor Tewas di TKP

Minggu, 05 Apr 2026 14:55 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 14:55 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Kecelakaan antara pengendara motor dan Truk Isuzu dengan adu banteng yang terjadi pada Minggu (5 April 2026) dini hari mengejutkan…

Kebijakan Pembatasan Belanja Pegawai 30 Persen dari APBD Akan Resmi Berlaku Tahun 2027

Kebijakan Pembatasan Belanja Pegawai 30 Persen dari APBD Akan Resmi Berlaku Tahun 2027

Minggu, 05 Apr 2026 14:23 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 14:23 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Terkait kebijakan pembatasan belanja pegawai maksimal 30 persen dari APBD akan resmi diberlakukan tahun 2027. Dimana, postur APBD…

Usai Santap Nasi Berkat Tahlilan, Puluhan Korban Diduga Alami Keracunan Muntah-Diare

Usai Santap Nasi Berkat Tahlilan, Puluhan Korban Diduga Alami Keracunan Muntah-Diare

Minggu, 05 Apr 2026 14:14 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 14:14 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Baru-baru ini viral, seusai menyantap nasi berkat tahlilan di Jalan Sido Kapasan Gang 10, Simokerto, Surabaya, sebanyak puluhan…

Warga Napis Bojonegoro Akhirnya Miliki Jembatan, Pasca Penantian Puluhan Tahun

Warga Napis Bojonegoro Akhirnya Miliki Jembatan, Pasca Penantian Puluhan Tahun

Minggu, 05 Apr 2026 14:06 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 14:06 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bojonegoro - Setelah menanti selama puluhan tahun, akhirnya kini warga di perbatasan Bojonegoro dan Ngawi bisa bernapas lega lantaran…