Cegah Kerumunan, Pemkab Ngawi Stop Penjualan Premium di SPBU

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Pemkab Ngawi membuat keputusan tegas menghentikan penjualan premium di SPBU. SP/ JT
Pemkab Ngawi membuat keputusan tegas menghentikan penjualan premium di SPBU. SP/ JT

i

SURABAYAPAGI.com, Ngawi - Untuk mencegah terjadinya kerumunan massal di tengah wabah Covid-19, sejak 1 Januari 2021 lalu hingga sampai saat ini pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Kabupaten Ngawi di stop. Pemerintah Kabupaten Ngawi dengan tegas mengeluarkan surat keputusan pemberhentian penjualan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium di seluruh Stasiun, Rabu (6/1/2021).

Hal tersebut ditegaskan oleh Bupati Ngawi Ir. Kanang Budi Sulistyono bahwa, keputusan tersebut diambil menindaklanjuti surat Kepala Kepolisian Resort Ngawi terkait banyaknya antrean warga saat penjualan BBM jenis premium di SPBU yang tidak mematuhi protokol kesehatan. Sehingga dikhawatirkan terjadi penularan virus Corona.

Ditengah wabah Covid-19 ini banyak terjadi kerumunan di antrean SPBU sehingga memicu persebaran Covid-19 dan terkait Physical Distancing atau menjaga jarak tersebut sangat penting untuk memutuskan rantai penyebaran Covid-19 di Kabupaten Ngawi.

"Penjualan premium di SPBU membuat kerumunan dan antrean yang luar biasa. Maka harus dihindari, khawatir terjadi penyebaran Covid-19," Jelas Kanang.

Lebih lanjut Kanang kembali menambahkan bahwa selama ini antrean panjang di SPBU banyak dilakukan oleh warga yang menjual eceran BBM jenis premium. Karenanya, Pemkab Ngawi membuat keputusan tegas menghentikan penjualan premium di SPBU.

Selain itu, stasiun pengisian bahan bakar mini di setiap kecamatan yang sudah ada akan dioptimalkan untuk atasi penumpukan antrean warga saat membeli premium di SPBU.

Sebagai upaya untuk mengatasi permasalah tersebut, Pemkab Ngawi akan melaksanakan langkah strategis dengan memperluas jaringan distribusi bahan bakar untuk memecah kerumunan antrean warga.

Sayangnya, Kanang tidak mengetahui secara pasti kebutuhan BBM jenis premium di Kabupaten Ngawi.

"Ndak tahu tapi sudah banyak SPBU tak jual premium. Apapun itu jika terjadi kerumunan warga kita stop," ungkap Kanang. Dsy14

 

Berita Terbaru

Cuaca Ekstrem Picu Trip Transmisi, PLN UIT JBM Pastikan Sistem Bali Aman dan Terkendali

Cuaca Ekstrem Picu Trip Transmisi, PLN UIT JBM Pastikan Sistem Bali Aman dan Terkendali

Minggu, 22 Feb 2026 23:29 WIB

Minggu, 22 Feb 2026 23:29 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – PLN UIT JBM memastikan sistem kelistrikan Bali telah kembali normal dan stabil setelah gangguan transmisi interkoneksi Jawa–Bali yang t…

Tragisnya Perselingkuhan

Tragisnya Perselingkuhan

Minggu, 22 Feb 2026 20:28 WIB

Minggu, 22 Feb 2026 20:28 WIB

Rencana Seret Anak ke Komnas HAM Anak, Laporkan Suami ke Bareskrim dan Dorong Pelakor Diperiksa Polda DKI Jakarta     SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Kasus d…

Keluh Kesah Penerima Bea Siswa LPDP

Keluh Kesah Penerima Bea Siswa LPDP

Minggu, 22 Feb 2026 20:21 WIB

Minggu, 22 Feb 2026 20:21 WIB

      Anak Suami Istri jadi WN Inggris       SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Viral ungkapan 'cukup aku saja yang WNI, anak-anakku jangan' di media sosial, pe…

Jamaah Umroh Tawaf di Rooftop Gunakan Mobil Golf

Jamaah Umroh Tawaf di Rooftop Gunakan Mobil Golf

Minggu, 22 Feb 2026 20:16 WIB

Minggu, 22 Feb 2026 20:16 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Masjidil Haram sangat ramai, terutama menjelang salat Subuh dan saat berbuka puasa, dengan suasana ibadah yang kental. Menjelang…

12 Konglomerat AS Percaya, Iklim Bisnis di RI Terus Membaik

12 Konglomerat AS Percaya, Iklim Bisnis di RI Terus Membaik

Minggu, 22 Feb 2026 20:12 WIB

Minggu, 22 Feb 2026 20:12 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Washington DC - Presiden Prabowo Subianto, dalam kunjungan ke AS, menyempatkan diri bertemu dengan 12 konglomerat Amerika Serikat (AS),…

Kasih Kristus

Kasih Kristus

Minggu, 22 Feb 2026 20:10 WIB

Minggu, 22 Feb 2026 20:10 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Seorang Pendeta di sebuah Gereja Jakarta mengingatkan umat kristiani untuk melakukan toleransi  bagi umat Islam yang sedang …