Jack Ma Diduga Sembunyi di Kantor Alibaba

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Orang terkaya di China sekaligus pendiri Alibaba, Jack Ma
Orang terkaya di China sekaligus pendiri Alibaba, Jack Ma

i

 

SURABAYAPAGI.COM, Beijing - Orang terkaya di China sekaligus pendiri Alibaba, Jack Ma diberitakan menghilang selama dua bulan dari depan publik. Jack Ma juga tak terlihat pada sejumlah acara pencarian bakat di TV yang didirikannya dan digantikan eksekutif Alibaba lainnya di acara tersebut.

Melansir Business Insider, Rabu (6/1/2021), diketahui bahwa Jack Ma terlihat pada Selasa (5/1/2021) pagi waktu setempat. Kehilangannya di depan publik sepertinya dilakukan dengan sengaja.

Padahal sebelumnya, santer beredar kabar bahwa Jack Ma meninggal atau dipenjara oleh Partai Komunis China.

Bahkan, regulator China baru-baru ini membuka penyelidikan antitrust ke Alibaba, raksasa e-commerce Jack Ma. Di mana Ant Group, perusahaan jasa keuangan Jack Ma, telah memancing kemarahan bank-bank China yang menuduh mencuri bisnis dari mereka.

Sebab, sebelumnya China memperkenalkan peraturan baru pada November yang menghentikan penawaran umum perdana Ant Group. Sementara, Ant Group dan Alibaba tidak dapat dihubungi untuk dimintai komentar.

Bantahan  soal  meninggalnya Jack Ma juga disampaikan jurnalis CNBC International David Faber yang  mengutip sumber anonim. Ia mengatakan, pria yang masuk kategori orang terkaya di dunia itu,  tidak menghilang. “Jack Ma hanya  berusaha menghindari sorotan publik,”ucap David.

"Dia tidak tampil di publik dengan tujuan tertentu dan diperkirakan akan seperti itu hingga beberapa waktu ke depan," ujar David lagi.

Menurut David Faber, ada kemungkinan saat ini Jack Ma berada di Hangzhou, kota tempat kantor pusat Alibaba Group. Jack Ma juga tidak ditangkap atau ditahan oleh pemerintah China seperti yang didesas-desuskan netizen.

Kabar tersebut sesuai dengan pendapat beberapa pengamat yang yakin Jack Ma tidak ditahan, melainkan ia tidak ingin kena sorotan publik di tengah kasus yang menimpa dua perusahaannya, Ant Financial serta Alibaba.

Diketahui, Jack Ma dilaporkan mengkritik regulator keuangan global pada konferensi di Shanghai pada akhir Oktober, yang menyebut mereka sebagai "klub orang tua" yang tidak cocok untuk mengawasi inovasi teknologi China.

Sementara, Ketua Perusahaan Teknologi BDA China yang berbasis di Beijing, Duncan Clark, berspekulasi bahwa Jack Ma bisa saja disuruh bersembunyi karena aturan baru itu. Dan Jack Ma mungkin berusaha untuk tidak terlihat publik selama penyelidikan.

Selain Jack Ma, kasus tuduhan terhadap partai Komunis China dan menghilang dari publik juga terjadi pada Konglomerat Real Estat, Ren Zhiqiang. Di mana Ren hilang sejak Maret ketika menuduh pemerintah salah menangani pandemi virus corona.

Atas aksinya tersebut Ren yang berusia 69 tahun harus dipenjara selama 18 tahun. Dan Ren tentunya tidak sendiri karena banyak kritikus lain di China yang juga ditangkap seperti profesor hukum Xu Zhangrun dan pengacara HAM Zhang Xuezho. xin/cnb

Berita Terbaru

PDIP Surabaya Tegaskan Regenerasi Lewat Rapat Konsolidasi PAC

PDIP Surabaya Tegaskan Regenerasi Lewat Rapat Konsolidasi PAC

Sabtu, 31 Jan 2026 10:12 WIB

Sabtu, 31 Jan 2026 10:12 WIB

SURABAYA PAGI, Surabaya  -  Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kota Surabaya menggelar Rapat Konsolidasi Pengurus Anak Cabang (PAC) bersama Ketua, S…

Demokrat Jatim Gelar Retreat, Emil Dardak Sebut Momentum Refleksi dan Pengabdian

Demokrat Jatim Gelar Retreat, Emil Dardak Sebut Momentum Refleksi dan Pengabdian

Sabtu, 31 Jan 2026 08:44 WIB

Sabtu, 31 Jan 2026 08:44 WIB

Surabaya, SURABAYAPAGI.COM – DPD Partai Demokrat Jawa Timur menggelar retreat sebagai ruang jeda bagi para kader untuk melakukan refleksi sekaligus memperkuat a…

Fraksi PDIP Jatim minta Perda Perlindungan Perempuan dan Anak segera di Implementasikan

Fraksi PDIP Jatim minta Perda Perlindungan Perempuan dan Anak segera di Implementasikan

Jumat, 30 Jan 2026 20:30 WIB

Jumat, 30 Jan 2026 20:30 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya – Angka pernikahan dini di Jawa Timur masih mengkhawatirkan. Berdasarkan data Sistem Informasi Manajemen Nikah (SIMKAH) Kementerian A…

KPK Dalami Penerapan Pasal Kerugian Negara ke Eks Menag

KPK Dalami Penerapan Pasal Kerugian Negara ke Eks Menag

Jumat, 30 Jan 2026 18:45 WIB

Jumat, 30 Jan 2026 18:45 WIB

Pakar dan Praktisi hukum Sarankan eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas Dibidik TPPU, Bukan hanya Suap dan Gratfikasi   SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - KPK …

Gus Yahya Jadi Ketum PBNU Lagi

Gus Yahya Jadi Ketum PBNU Lagi

Jumat, 30 Jan 2026 18:43 WIB

Jumat, 30 Jan 2026 18:43 WIB

Usai Kirim Surat Minta Maaf dan Siap Pimpin Munas     SURABAYAPAGI.COM, Jakarta – Sempat ditangguhkan, kini jabatan Ketua Umum PBNU, yang dipegang Gus Yahya …

DPR RI Kritik Kementerian PPPA

DPR RI Kritik Kementerian PPPA

Jumat, 30 Jan 2026 18:41 WIB

Jumat, 30 Jan 2026 18:41 WIB

Hingga Satu Tahun, tak Pernah Lakukan Pemberdayaan Perempuan     SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Rapat Komisi VIII DPR RI dengan Kementerian Pemberdayaan P…