Melalui Webinar, Ubaya Bahas Perpajakan di Era Ekonomi Digital

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Webinar Internasional Ubaya bertajuk “Digital Transaction in Taxation”. SP/ MOCHAMMAD KASYFI FAHMI
Webinar Internasional Ubaya bertajuk “Digital Transaction in Taxation”. SP/ MOCHAMMAD KASYFI FAHMI

i

SURABAYAPAGI, Surabaya - Diikuti oleh 377 peserta dari berbagai daerah di Indonesia dan luar negeri secara daring, Universitas Surabaya (Ubaya) gelar webinar internasional. Acara tersebut membahas tentang tantangan perpajakan di era ekonomi digital. Rabu (13/01/2021). 

Webinar Internasional yang diselenggarakan oleh Tax Center Ubaya bersama Kantor Wilayah DJP Jawa Timur ini bertajuk “Digital Transaction in Taxation”. 

Wakil Direktur Politeknik Ubaya, Slamet Wahyudi, S.E., M.IB., menyampaikan ucapan terima kasih atas dukungan dari berbagai pihak, narasumber, hingga peserta yang hadir sehingga kegiatan webinar internasional ini dapat terselenggara dengan baik. Webinar Internasional ini bertujuan untuk memberikan informasi serta menambah wawasan agar lebih memahami kebijakan, tantangan, hingga solusi terkait perpajakan di era ekonomi digital pada saat ini.

“Tidak hanya dihadiri oleh civitas akademika Ubaya, Webinar Internasional ini juga terbuka untuk umum dan dihadiri oleh peserta mulai dari siswa, mahasiswa, guru, dosen, konsultan pajak, dan pengusaha. Ada yang dari Jawa, Sumatera, Papua, Bali, Kalimantan, NTB, NTT, Malaysia dan Timor Leste,” ungkap Slamet Wahyudi. 

Acara ini menghadirkan narasumber yang expert di bidangnya untuk memaparkan materi mengenai transaksi digital di bidang perpajakan. Prof. Dr. John Hutagaol, S.E, A.K, M.Acc, M.Ec. (Hons) selaku Director of International Tax, Director General of Tax. Dirinya menyampaikan materi tentang Tax Challenges Arising from Digitalization. 

Materi selanjutnya dibawakan oleh Andrew Auerbach selaku Senior Tax Advisor, Centre of Tax Policy and Administration OECD Jakarta dengan topik “The Tax Challenges Arising From The Digitalisation of The Economy”. Pemaparan materi didampingi oleh Dr. Gaspar Besin selaku Editor in Chief JBT Journal sebagai moderator. Andrew Auerbach menjelaskan mengenai adanya tantangan ekonomi digital yang timbul dari perkembangan sharing and gig economy dan proliferasi cryptocurrency. Melalui sharing and gig economy maka seseorang bisa mendapat penghasilan dari jasa individu yang tersedia lewat berbagai platform.

“Penghasilan individu dengan memanfaatkan platform sharing and gig economy cenderung masih sulit dikenai pajak oleh otoritas pajak di berbagai negara. Hal ini membuat OECD menerbitkan Model Rules for Reporting by Platform Operators with Respect to Sellers in the Sharing and Gig Economy (MRDP). MRDP berfungsi untuk menyampaikan informasi mengenai penghasilan individu pada setiap platform sekaligus menjadi solusi untuk menekan shadow economy yang masih amat besar di berbagai negara termasuk Indonesia. Hal tersebut dapat meningkatkan kepatuhan masyarakat terhadap pajak,” terangnya.

 Webinar ini juga mengundang Arnaldo Purba selaku Section Head, Exchange of Information I Directorate of International Taxation DGT, Indonesia sebagai narasumber ketiga yang membahas mengenai topik “Taxing The Digital Economy : Challenges, Options, and Issues”. Pemaparan materi ini didampingi oleh Wan Juli S.E., M.Si., Ak., CPA, CA. selaku Development, Research, and Law KPI sebagai moderator.

Disamping itu, B. Bawono Kristiaji, S.E., ME., MS.c IBT selaku Partner of Tax Research & Training Services at DDTC menjelaskan mengenai topik “Digital Economy and Income Tax: Multilateral, Bilateral, or Unilateral Solution?”. Pemaparan materi ini didampingi oleh Drs. Norbertus Purnomolastu, Ak., M.M. selaku Chief of Surabaya Tax Center & Chief of Ubaya Tax Training sebagai moderator. Pada kesempatan ini, Bawono Kristiaji menjelaskan jika aksi unilateral dan bilateral dalam mengatasi tantangan pemajakan ekonomi digital memang rasional tetapi pada batas tertentu cenderung tidak efisien. Menurutnya, solusi multilateral yang dianggap paling baik. Namun dalam mencapai konsensus multilateral masih terdapat beberapa masalah teknis dan politik yang masih sulit ditemukan solusinya.

 “Saya percaya kalau kita bicara pajak digital, ini adalah ujian terbesar dari bagaimana global tax governance ke depan. Jadi, bagaimana suatu tata kelola kebijakan internasional dibentuk, siapa aktornya, siapa pemimpinnya, apa nilai yang digunakan, seideal dan seadil apa. Ini ujian terberat,” ujar Bawono Kristiaji. mbi

Berita Terbaru

Menteri Haji Ungkap Kendala Biaya Haji 2027, Tarif Penerbangan Saudia Airlines Masih Lebih Mahal 

Menteri Haji Ungkap Kendala Biaya Haji 2027, Tarif Penerbangan Saudia Airlines Masih Lebih Mahal 

Jumat, 25 Sep 2026 22:11 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 22:11 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Menteri Haji Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan mengungkapkan pembahasan biaya penyelenggaraan ibadah haji 2027 masih berlangsung. S…

UNS Rebut Gelar Juara Beregu Campus League Badminton 2026 Usai Drama Tiga Set Lawan BINUS

UNS Rebut Gelar Juara Beregu Campus League Badminton 2026 Usai Drama Tiga Set Lawan BINUS

Jumat, 25 Sep 2026 21:11 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 21:11 WIB

SurabayaPagi, Bandung — Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Surakarta merebut gelar juara beregu Campus League Badminton 2026 - The Nationals setelah m…

Beredar Beras Bantuan Pangan Berubah Warna, Bulog Pastikan Tidak ada Beras Oplosan Seperti yang Diisukan

Beredar Beras Bantuan Pangan Berubah Warna, Bulog Pastikan Tidak ada Beras Oplosan Seperti yang Diisukan

Jumat, 25 Sep 2026 21:08 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 21:08 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan – Adanya peredaran beras bantuan pangan yang berubah warna di wilayah Semanding Tuban, langsung ditanggapi oleh Bulog Cabang B…

Pupuk Bersubsidi Jatim Masih Tersisa 557 Ribu Ton, Fraksi PDIP Dorong Pengawasan Ketat

Pupuk Bersubsidi Jatim Masih Tersisa 557 Ribu Ton, Fraksi PDIP Dorong Pengawasan Ketat

Jumat, 25 Sep 2026 20:44 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 20:44 WIB

SURABAYAPAGI.COM, SURABAYA - Penyaluran pupuk bersubsidi di Jawa Timur hingga 21 September 2026 baru mencapai 73,64 persen. Dari total alokasi 2.115.951 ton,…

Karyawan PT SPS di 5 Pabrik Gelar Doa Bersama Untuk para Korban Kecelakaan Kerja

Karyawan PT SPS di 5 Pabrik Gelar Doa Bersama Untuk para Korban Kecelakaan Kerja

Jumat, 25 Sep 2026 19:42 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 19:42 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Sebagai bagian dari duka atas tragedi kecelakaan pekerjaan yang menewaskan 4 karyawan dan 3 lainya masih perawatan, semua karyawan…

Empat Raperda Masuk DPRD, Aturan CSR Juga Ikut Diubah 

Empat Raperda Masuk DPRD, Aturan CSR Juga Ikut Diubah 

Jumat, 25 Sep 2026 19:21 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 19:21 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Pemkot Madiun ingin memperjelas peran forum yang mengoordinasikan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Untuk itu, Pemkot m…