Sekeluarga Disetubuhi Dukun Pijat

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Tersangka Tomo saat beri pengakuan di hadapan Kapolres. SP/Les
Tersangka Tomo saat beri pengakuan di hadapan Kapolres. SP/Les

i

 

SURABAYAPAGI.COM, Blitar - Perbuatan gila yang dilakukan  Nur Huda (43) alias Tomo  warga Desa Plosorejo, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar. Mengaku sebagai dukun pijat alternatif, kenyataanya korbanya yang baru berusia 16 tahun ini dibikin Alternatif pula.

Kini pria yang mengaku duda ini diamankan  Satreskrim Polres Blitar.  Setelah keluarga sebut saja Melati (17) ini melapor ke Polres Blitar. Tak hanya melati, perilaku bejat Nurhuda ini juga dilakukan  terhadap lima orang wanita yang masih satu keluarga dari Melati.

Dalam aksinya Nurhuda, kepada korban dirinya mengaku bisa melakukan pengobatan alternatif, dengan beberapa syarat salah satunya korban harus telanjang bulat. Tak hanya harus telanjang bulat, pelaku juga meminta para korban harus bersedia untuk disetubuhi untuk menghilangkan sakit Miom itu.

Hal ini disampaikan Kapolres Blitar AKBP Leonard M Sinambela S.H S.IK MH dalam releasenya Rabu (13/1-21) pukul 14.30 WIB.

"Kejadian ini berawal sekitar  bulan November 2020 silam, sewaktu  korban datang ke rumah pelaku untuk melakukan pengobatan alternatif sakit miom. Korban kemudian diminta membuka baju kemudian dipijat, rupanya pelaku ini melihat korban tanpa busana, tersangka lalu menyetubuhi korban, dengan ongkos 3 juta rupiah," terang Kapolres Blitar Leonard M Sinambela.

Masih keterangan mantan Kapolres Blitar Kota ini kepada korban pelaku meminta agar tidak berobat di tempat lain, termasuk pengobatan medis. Dengan alasan penyakit yang diderita akan semakin parah jika korban berobat di tempat lain.

"Hal ini terjadi berulang ulang, korban diminta datang untuk pengobatan secara bertahap. Bahkan dari pengakuan tersangka, perbuatan tersebut dilakukan sebanyak 13 kali," tambah AKBP Leonard.

Perbuatan tersangka yang bertubuh mungil ini terbongkar saat korban yang masih berusia 16 tahun meminta uang kepada orang tuanya untuk berobat ke dokter, karena curiga, ibu korban mendesak korban untuk mengaku atas perbuatan tersangka terhadap Melati.

"Dari sinilah kemudian terbongkar kedok tersangka yang telah menyetubuhi korban," paparnya AKBP Leonard lagi.

Setelah dilakukan pemeriksaan baik saksi saksi korban dan tersangka ternyata korbannya  bukan hanya satu yakni Melati saja. Namun ketiga saudara kandung dan ibu kandung korban juga mengalami hal yang sama. Mereka sudah pernah disetubuhi pelaku dengan modus yang sama.

Kelakuan pelaku tertutup rapat karena para korban tidak pernah saling bercerita soal aksi persetubuhan yang dilakukan pelaku.

"Atas kasus ini kita menyita beberapa pakaian korban dan tersangka, guna penyidikan lebih lanjut, sedang untuk tersangka kita jerat dengan Pasal 81 Ayat 2 Undang-Undang RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara," pungkas AKBP Leonard M Sinambela. Les

Berita Terbaru

Membanggakan, Moh. Gozi Hafifillah Raih Predikat Wisudawan Terbaik Fakultas Ekonomi dan bisnis UNIJA Sumenep

Membanggakan, Moh. Gozi Hafifillah Raih Predikat Wisudawan Terbaik Fakultas Ekonomi dan bisnis UNIJA Sumenep

Rabu, 21 Okt 2026 19:00 WIB

Rabu, 21 Okt 2026 19:00 WIB

SURABAYA PAGI, Sumenep – Kebahagiaan menyelimuti keluarga Moh. Gozi Hafifillah, putra daerah asal Desa Kalianget Barat, Kecamatan Kalianget, Kabupaten Sumenep. …

Bank Jatim Dukung Misi Dagang dan Investasi di Banda Aceh, Bawa UMKM Binaan Tembus Pasar Antardaerah

Bank Jatim Dukung Misi Dagang dan Investasi di Banda Aceh, Bawa UMKM Binaan Tembus Pasar Antardaerah

Rabu, 21 Okt 2026 17:21 WIB

Rabu, 21 Okt 2026 17:21 WIB

SurabayaPagi, Banda Aceh - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) terus memperkuat perannya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui…

Terus Dikawal: Nasib Pelaku Bullying Anak Disabilitas Surabaya, Dibina 6 Bulan di Rumah Perubahan

Terus Dikawal: Nasib Pelaku Bullying Anak Disabilitas Surabaya, Dibina 6 Bulan di Rumah Perubahan

Rabu, 21 Okt 2026 14:59 WIB

Rabu, 21 Okt 2026 14:59 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Pelaku anak dalam kasus perundungan (bullying) terhadap anak penyandang disabilitas hingga meninggal dunia di Surabaya, akan…

Jaga Estetika dan Tata Ruang, Pemkot Bongkar 116 Tiang dan 91 Kabel tak Berizin di Surabaya

Jaga Estetika dan Tata Ruang, Pemkot Bongkar 116 Tiang dan 91 Kabel tak Berizin di Surabaya

Rabu, 21 Okt 2026 14:47 WIB

Rabu, 21 Okt 2026 14:47 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Sebagai upaya menjaga estetika, merapikan tata ruang, dan meningkatkan ketertiban pemanfaatan ruang kota, Pemerintah Kota (Pemkot)…

Wali Kota Eri Larang SD-SMP Negeri Surabaya Tarik Iuran Mulai November Mendatang

Wali Kota Eri Larang SD-SMP Negeri Surabaya Tarik Iuran Mulai November Mendatang

Rabu, 21 Okt 2026 14:39 WIB

Rabu, 21 Okt 2026 14:39 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Mulai November 2026, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi melarang seluruh SD dan SMP negeri menarik iuran dalam bentuk apa pun mencakup…

Peringati Hari Penglihatan Sedunia, Sinergi Pemkot Mojokerto dan Gapopin Tingkatkan Derajat Kesehatan Warga

Peringati Hari Penglihatan Sedunia, Sinergi Pemkot Mojokerto dan Gapopin Tingkatkan Derajat Kesehatan Warga

Rabu, 21 Okt 2026 14:26 WIB

Rabu, 21 Okt 2026 14:26 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Pemerintah Kota Mojokerto bersinergi dengan Gabungan Pengusaha Optik Indonesia (Gapopin) Jawa Timur menyalurkan ratusan kacamata…