Minimnya Keluarga Sejahtera Membuat Kasus Perceraian Tinggi

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
 Kepala BKKBN, Teguh Santoso saat memaparkan program keluarga sejahtera.Kamis (14/1) .SP/ MAHBUB FIKRI 
 Kepala BKKBN, Teguh Santoso saat memaparkan program keluarga sejahtera.Kamis (14/1) .SP/ MAHBUB FIKRI 

i

SURABAYAPAGI,Surabaya - Keluarga sejahtera menjadi persoalan cukup genting bagi sebagian besar daerah Indonesia. Ini dibuktikan dengan minimnya persentase keluarga sejahtera menurut BKkBN Jawa Timur. Hal tersebut didukung data yang dikeluarkan oleh Pengadilan Agama Kota Surabaya sepanjang 2020 lalu.

Tercatat kurang lebih 10 ribu perceraian yang terdata oleh Pengadilan Agama Kota Surabaya yang terjadi setiap tahunnya. Ini tentu menjadi angka yang fantastis bagi kasus angka perceraian di Indonesia. Sekaligus mencatat angka tertinggi.

Konsep Keluarga Sejahtera menurut Undang-Undang No. 10 tahun 1992 adalah keluarga yang dibentuk atas perkawinan yang sah, mampu memenuhi kebutuhan spiritual dan materiil yang layak, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, memiliki hubungan yang serasi, selaras, dan seimbang antar anggota dan antar keluarga dengan masyarakat dan lingkungannya.

BKKBN merumuskan pengertian keluarga sejahtera sebagai keluarga yang dapat memenuhi kebutuhan anggotanya baik kebutuhan sandang, pangan, perumahan, sosial dan agama, keluarga yang mempunyai keseimbangan antara penghasilan keluarga dengan jumlah anggota keluarga, keluarga yang dapat memenuhi kebutuhan kesehatan anggota keluarga, kehidupan bersama dengan masyarakat sekitar, beribadah khusuk di samping terpenuhinya kebutuhan pokok.

"Keluarga sejahtera memang menjadi perjuangan tahap kedua program KB di Indonesia. Masih program pergerakan KB," ungkap Kepala BKKBN, Teguh Santoso saat memaparkan program keluarga sejahtera.Kamis (14/1)

Teguh menuturkan kualifikasi keluarga sejahtera ini secara demografis mengontrol angka kelahiran. Pasalnya selama ini menurutnya kondisi rumah yang dihuni oleh keluarga di Indonesia tak sesuai dengan anggota keluarga yang menghuni.

"Kita menginstruksikan untuk mengontrol angka kelahiran. Sebenarnya bagi keluarga pra sejahtera bisa dikontrol sama keluarga yang sudah sejahtera 3 plus. Sudah bisa hak asuh," ujarnya.

"Konsepnya keluarga sejahtera mampu memenuhi seluruh kehidupan keluarga. Membikin semacam 4 tahapan. Pra sejahtera. Keluarga sejahtera. 1, 2, 3, 3 plus. Kita punya 63 indikator . Sejahtera itu sudah mampu memenuhi kebutuhan sandang pangan papan secara minimal. Yang 3 plus sudah layak menjadi orang tua asuh," imbuhnya.

Untuk diketahui, tahapan keluarga dibagi menjadi 5 bagian. Tahapan pertama yaitu Keluarga Pra Sejahtera (KPS) Yaitu keluarga yang tidak memenuhi salah satu dari 6 (enam) indikator Keluarga Sejahtera I (KS I) atau indikator ”kebutuhan dasar keluarga” (basic needs).

Kemudian Tahapan Keluarga Sejahtera I (KSI)

Yaitu keluarga mampu memenuhi 6 (enam) indikator tahapan KS I, tetapi tidak memenuhi salah satu dari 8 (delapan) indikator Keluarga Sejahtera II atau indikator ”kebutuhan psikologis” (psychological needs) keluarga.

Tahapan Keluarga Sejahtera II

Yaitu keluarga yang mampu memenuhi 6 (enam) indikator tahapan KS I dan 8 (delapan) indikator KS II, tetapi tidak memenuhi salah satu dari 5 (lima) indikator Keluarga Sejahtera III (KS III), atau indikator ”kebutuhan pengembangan” (develomental needs) dari keluarga.

Tahapan Keluarga Sejahtera III

Yaitu keluarga yang mampu memenuhi 6 (enam) indikator tahapan KS I, 8 (delapan) indikator KS II, dan 5 (lima) indikator KS III, tetapi tidak memenuhi salah satu dari 2 (dua) indikator Keluarga Sejahtera III Plus (KS III Plus) atau indikator ”aktualisasi diri” (self esteem) keluarga.

Tahapan Keluarga Sejahtera III Plus

Yaitu keluarga yang mampu memenuhi keseluruhan dari 6 (enam) indikator tahapan KS I, 8 (delapan) indikator KS II, 5 (lima) indikator KS III, serta 2 (dua) indikator tahapan KS III Plus.fm

Berita Terbaru

Dorong Keterlibatan BUMDes dalam Program Ketahanan Pangan, DPC PKDI Jatim Minta Pemerintah Beri Proteksi Pasar

Dorong Keterlibatan BUMDes dalam Program Ketahanan Pangan, DPC PKDI Jatim Minta Pemerintah Beri Proteksi Pasar

Kamis, 05 Nov 2026 15:51 WIB

Kamis, 05 Nov 2026 15:51 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo – Pelaksanaan program ketahanan pangan berbasis alokasi 20 persen Dana Desa di Jawa Timur dinilai memerlukan perlindungan regulasi d…

Rp28 Miliar Jadi Pangkal Sengketa, Bareskrim Siapkan Penghentian Laporan yang Seret Bupati Subandi

Rp28 Miliar Jadi Pangkal Sengketa, Bareskrim Siapkan Penghentian Laporan yang Seret Bupati Subandi

Kamis, 05 Nov 2026 15:39 WIB

Kamis, 05 Nov 2026 15:39 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Perkembangan baru muncul dalam perkara dugaan penipuan dan penggelapan kerja sama investasi perumahan senilai Rp28 miliar yang m…

Hujan Deras, Tiga Lahan Tanaman Hortikultura di Tulungagung Terendam Banjir

Hujan Deras, Tiga Lahan Tanaman Hortikultura di Tulungagung Terendam Banjir

Kamis, 05 Nov 2026 15:31 WIB

Kamis, 05 Nov 2026 15:31 WIB

SURABAYAPAGI.com, Tulungagung - Dinas Pertanian (Disperta) Tulungagung mencatat hujan deras di beberapa hari terakhir menyebabkan lahan tanaman berjenis…

Dukung Pembangunan Daerah, Pemkab Lumajang Perkuat Optimalisasi Pajak

Dukung Pembangunan Daerah, Pemkab Lumajang Perkuat Optimalisasi Pajak

Kamis, 05 Nov 2026 15:27 WIB

Kamis, 05 Nov 2026 15:27 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Sebagai upaya dalam memperkuat kapasitas pembangunan daerah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang bakal memperkuat koordinasi…

Pemkab Bojonegoro Gratiskan Layanan Cuci Darah di 5 RSUD per Januari 2027

Pemkab Bojonegoro Gratiskan Layanan Cuci Darah di 5 RSUD per Januari 2027

Kamis, 05 Nov 2026 15:21 WIB

Kamis, 05 Nov 2026 15:21 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bojonegoro - Sebagai upaya membantu 146 pasien yang selama ini rutin menjalani terapi cuci darah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro…

Musim Hujan Sudah Datang, Pemkab Lamongan Siagakan Bencana

Musim Hujan Sudah Datang, Pemkab Lamongan Siagakan Bencana

Kamis, 05 Nov 2026 15:16 WIB

Kamis, 05 Nov 2026 15:16 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Musim hujan sudah mulai datang, antisipasi dan mitigasi bencana terus dilakukan oleh Pemkab Lamongan, melalui Badan Penanggulan…