Peramal Jokowi akan Lengser 2021, Dilaporkan ke Polda

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Mbak You.
Mbak You.

i

 

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Peramal Mbak You, Sabtu pagi ini (16/1) akan Polda Metro Jaya. Ia meramal Presiden Jokowi, akan lengser dari jabatannya pada 2021. Ramalannya ini telah menuai kontroversi. Bahkan, ramalannya itu memicu kemarahan dari sejumlah pihak.

Termasuk Ketua Umum Cyber Indonesia, Muannas Alaidid, Nikita Mirzani dan Deddy Corbuzier. Tapi yang akan melaporkan Mbak You ke Polda Metro Jaya baru Muannas Alaidid.

Aktivis PSI ini mengaku akan mengabari mengenai rencananya itu untuk mempolisikan peramal kondang itu.

”Ada rencana tunggu aja mungkin besok pagi lapor ke Polda Metro,” kata Muannas Jumat (15/1). “Rencana besok pagi, nanti dikabarin.”

 

Sedang Kumpulkan Bukti

Saat ini, Muannas menjelaskan ia tengah mengumpulkan bukti-bukti untuk melaporkan Mbak You. Ia akan melaporkan Mbak You dengan tuduhan mengundang provokasi dan hasutan di tengah masyarakat.

Menurutnya, ramalan Mbak You itu telah melanggar Undang-Undang. “Pernyataan itu jelas melanggar undang-undang, karena provokasi dan hasutan,” ujar Muannas.

Sebelumnya, video ramalan Mbak You telah beredar luas di media sosial. Dalam video itu, ia meramalkan bahwa akan ada peristiwa kejahatan hingga penjarahan di tahun 2021. Ia menyinggung adanya pergantian presiden di tahun ini karena situasi politik yang memanas.

”Penjarahan besar, politik memanas dan ada bahasa yang mungkin yang secara politik mungkin pergantian presiden,” kata Mbak You dalam ramalan itu. “Sudah ada tanda dari daerah ke atas, sudah mulai memanas semuanya.”

”Memang akan ada pergantian tapi dimulai dengan adanya penjarahan, keributan,” sambungnya. “Hal yang akan diupayakan pemerintah untuk meredam memang bisa, tapi tidak maksimal dengan banyaknya pro dan kontra.”

Nikita Mirzani sebelumnya juga telah meminta agar Mbak You dilaporkan ke polisi akibat ramalan-ramalannya yang dinilai membuat gaduh. Deddy Corbuzier juga sempat menyindir Mbak You karena membanggakan telah meramal jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ182.

 

Dipelintir

Terkait ancaman laporan ini, Mbak You memberikan klarifikasinya. Mbak You menganggap sudah ada pihak yang memotong penerawangannya. Selain itu, banyak yang salah kaprah soal ramalan terkait Presiden Jokowi.

"Banyak terawangan yang dipotong dan dikembangbiakkan tanpa kontrol seperti bola panas menggelinding. Jadi ada beberapa akun yang seolah saya berbicara seperti itu. Bicara saya dipotong tanpa bahasa yang jelas," ujarnya dalam video di Channel YouTube Mbak You.

"Saya garisbawahi di sini jangan dipelintir lagi, saya jelaskan di sini jadi pertama saya ada di televisi 2013 lalu aksen bahasa saya dari lahir seperti ini, saya ngomong cepat, aksennya gantung, dan tidak jelas, tapi saya punya maksud agar semaksimal mungkin yang saya sampaikan mengerti dan memahami tapi berpikir positif," lanjutnya.

Mbak You mengaku tak berbicara bahwa akan ada pergantian presiden di tahun ini. Ia menyebut pergantian posisi itu terjadi di 2024.

"Yang saya maksud di tahun mendatang pergantian presiden itu di 2024 akan ada pergantian presiden, bukan presiden sekarang. Bukan 2021 tapi di saat nanti pergantian presiden nanti di 2024 akan ada ganti presiden. Bukan 2021 ganti presiden," kilahnya.

 

Ramalan Jadi Kenyataan

Penerawangan Mbak You sebenarnya bukan hanya soal Jokowi. Ramalan Mbak You yang dianggap tepat adalah terkait jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ182 di Kepulauan Seribu pada Sabtu (9/1) kemarin.

"Insiden pesawat akan ada, ada lambang warna merahnya dan ada birunya, cuman yang biru nggak terlalu kuat insidennya, cuman yang ada merahnya bermasalah, dan ada korban jiwa. Itu terjadi di pertengahan sebelum bulan Juli, mulai dari sekarang saya hitung maju, sampai sebelum bulan Juli sudah ada kasus tersebut," ramal Mbak You pada 21 November 2020 lalu.n jk, erc

Berita Terbaru

Tim Terpadu Pertambangan Panggil Pengusaha Tambang, Beri Peringatan Tegas Soal Aktivitas Ilegal

Tim Terpadu Pertambangan Panggil Pengusaha Tambang, Beri Peringatan Tegas Soal Aktivitas Ilegal

Rabu, 06 Mei 2026 20:02 WIB

Rabu, 06 Mei 2026 20:02 WIB

  SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto - Tim Terpadu Pertambangan Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB) Kabupaten Mojokerto memanggil puluhan pemilik galian C tak b…

Khofifah Apresiasi Lonjakan Kinerja Bank Jatim, Optimistis Jadi Katalis Ekonomi Jawa Timur

Khofifah Apresiasi Lonjakan Kinerja Bank Jatim, Optimistis Jadi Katalis Ekonomi Jawa Timur

Rabu, 06 Mei 2026 19:35 WIB

Rabu, 06 Mei 2026 19:35 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengapresiasi kinerja Bank Jatim sepanjang Tahun Buku 2025 yang dinilai tumbuh impresif d…

Delapan Kader PKB Berpeluang Duduki Kursi Ketua DPRD Magetan

Delapan Kader PKB Berpeluang Duduki Kursi Ketua DPRD Magetan

Rabu, 06 Mei 2026 19:20 WIB

Rabu, 06 Mei 2026 19:20 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Magetan – Peluang menjadi Ketua DPRD Magetan terbuka lebar bagi seluruh kader Partai Kebangkitan Bangsa yang saat ini duduk sebagai anggota l…

‎Dalami Kasus Korupsi Maidi, KPK Panggil 10 Saksi  ‎

‎Dalami Kasus Korupsi Maidi, KPK Panggil 10 Saksi ‎

Rabu, 06 Mei 2026 19:18 WIB

Rabu, 06 Mei 2026 19:18 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami kasus korupsi yang menjerat Wali Kota Madiun Nonaktif, Maidi, dengan memanggil 10 …

Kinerja 2025 Moncer, Dividen Tunai BSI Melonjak 44 Persen

Kinerja 2025 Moncer, Dividen Tunai BSI Melonjak 44 Persen

Rabu, 06 Mei 2026 18:39 WIB

Rabu, 06 Mei 2026 18:39 WIB

SurabayaPagi, Jakarta - Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk menetapkan sebesar 20 persen dari total laba bersih…

Fraksi Gerindra Optimis Deviden Bank Jatim Bisa Naik 70%

Fraksi Gerindra Optimis Deviden Bank Jatim Bisa Naik 70%

Rabu, 06 Mei 2026 18:33 WIB

Rabu, 06 Mei 2026 18:33 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya – Fraksi Partai Gerindra DPRD Jawa Timur mendorong penguatan tata kelola dan peningkatan kontribusi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) t…