Polemik Sengketa Tanah Wakaf Kelurahan Kepanjin Sumenep

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Foto : Kantor Lama Kelurahan kepanjin kab. Sumenep yang direhab menjadi toko dan rumah pribadi (ft. Ainur Rahman/ SP)
Foto : Kantor Lama Kelurahan kepanjin kab. Sumenep yang direhab menjadi toko dan rumah pribadi (ft. Ainur Rahman/ SP)

i

Liter C Atas Nama Tanah Wakaf Anggadipa Bukan Masjid Lajuh

SURABAYA PAGI,  Sumenep - Setelah di mediakan, sengketa tanah wakaf Kelurahan Kepanjin Kabupaten Sumenep mendapat respon dari keluarga Raden Bagus ( RB) keturunan para bangsawan yang ada di Kabupaten Sumenep.

Informasi yang dihimpun Surabaya Pagi, banyak dari keluarga family dari keturunan Bangsawan yang kurang setuju mengenai alih fungsi tanah tersebut, apalagi tanah yang dulunya dijadikan kantor Kelurahan Kepanjin itu menjadi milik perorangan dengan mengubah status tanah kepemilikan wakaf.  

Selain itu juga, dalam liter C tanah wakaf itu masih berkepemilikan dari tanah wakaf Anggadipa tapi kenapa menjadi wakaf Masjid Lajuh. Menurutnya, semestinya lurah Kepanjin Ernawati mengembalikan tanah tersebut kepada ketua organisasi wakaf dulu.

“Jangan serta merta memberikan tanah tersebut kepada wakaf Masjid Lajuh yang ada di kelurahan Kepanjin, padahal jelas kelurahan mengetahui jika keberadaan tanah wakaf tersebut bukan tanah wakaf Masjid Lajuh, melainkan tanah wakaf Anggadipa,” kata salah satu famili dari keturunan bangsawan yang tidak mau dimediakan namanya kepada Surabaya pagi, Selasa (19/01). 

Sejumlah family dari keturunan bangsawan tetap menolak pembangunan yang dibangun diatas tanah wakaf tersebut dengan alasan tidak adanya musyawarah kepada keturunan bangsawan yang ada di Kabupaten Sumenep, apalagi lurah tidak mengembalikannya aset wakaf tersebut kepada ketua organisasi wakaf Kabupaten Sumenep.

Bahkan informasi yang lain bangunan yang dibangun diatas tanah wakaf tersebut akan dibuat areal pertokoan dan sekolah Pendidikan usia dini (PAUD) oleh pengurus Masjid Lajuh, namun sekalipun benar tetap bermasalah jika tidak melibatkan keluarga family bangsawan, melalui musyawarah dengan ketua wakaf. Tegasnya 

Untuk diketahui, Kelurahan Kepanjin awal mulanya sekitar tahun 1990, statusnya adalah Desa Kepanjin, namun sejak tahun 1992 hingga saat ini berubah statusnya menjadi Kelurahan Kepanjin. Selain itu, ketua organisasi wakaf Kabupaten Sumenep, RB. Hasan mengajak kepada family untuk bersabar dulu sebelum mengetahui perihal keberadaan tanah yang dibangun dan diperuntukkan untuk apa.

"Kita belum tahu pasti, bangunan diatasi tanah wakaf tersebut untuk apa, hanya saja semestinya lurah kepanjin itu mengembalikan hak tanah tersebut kepada ketua organisasi wakaf Kabupaten Sumenep bukan kepada pengelola Masjid Lajuh," katanya kepada Surabaya Pagi beberapa hari kemarin

Selain itu sambungnya, keberadaan kantor lurah yang lama itu ada kaitannya dengan areal Masjid Lajuh tapi itu tanah wakaf, “Jadi semestinya dikembalikan dulu kepada organisasi wakaf dan untuk selanjutnya bisa dimusyawarahkan kepada family keturunan bangsawan yang ada di Kabupaten Sumenep,” pungkasnya. Ar

Berita Terbaru

Menkeu Suahasil Waspadai Inflasi Pangan

Menkeu Suahasil Waspadai Inflasi Pangan

Rabu, 04 Nov 2026 07:32 WIB

Rabu, 04 Nov 2026 07:32 WIB

SURABAYAPAGI.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara mewaspadai kenaikan harga pangan atau volatile food di tengah kondisi kekeringan yang berpotensi…

Hashim Bingungkan Menteri UMKM

Hashim Bingungkan Menteri UMKM

Rabu, 04 Nov 2026 07:28 WIB

Rabu, 04 Nov 2026 07:28 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Ketua Dewan Penasihat Kadin Indonesia Hashim Djojohadikusumo terkait rencana pemerintah memajaki tukang cukur dan tukang pijat…

Dua Jam Mengintai di Plafon, Pria di Jember Perkosa Mahasiswi UIN

Dua Jam Mengintai di Plafon, Pria di Jember Perkosa Mahasiswi UIN

Rabu, 04 Nov 2026 07:25 WIB

Rabu, 04 Nov 2026 07:25 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jember – Seorang pria berinisial MRF, 28 tahun, warga Desa Pontang, Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember, diduga memperkosa seorang mahasiswi U…

Kapolri Minta Anggotanya Terbuka terhadap Masukan dari Masyarakat

Kapolri Minta Anggotanya Terbuka terhadap Masukan dari Masyarakat

Rabu, 04 Nov 2026 07:22 WIB

Rabu, 04 Nov 2026 07:22 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta – Kapolri Jenderal Pol Suyudi Ario Seto meminta seluruh anggota Polri menjaga sikap, perilaku, perkataan, dan tindakan saat b…

Berdalih Sakit Hernia, Guru TPQ Diduga Cabuli Bocah 11 Tahun

Berdalih Sakit Hernia, Guru TPQ Diduga Cabuli Bocah 11 Tahun

Rabu, 04 Nov 2026 07:20 WIB

Rabu, 04 Nov 2026 07:20 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan – Penanganan kasus dugaan pencabulan terhadap anak berusia 11 tahun di sebuah Taman Pendidikan Al- Qur’an (TPQ) di Desa Pucakwangi, K…

Kejagung Dalami Dugaan Korupsi di PT Pupuk Indonesia

Kejagung Dalami Dugaan Korupsi di PT Pupuk Indonesia

Rabu, 04 Nov 2026 07:17 WIB

Rabu, 04 Nov 2026 07:17 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta – Rentetan temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait pengelolaan PT Pupuk Indonesia (Persero) dan anak perusahaannya membuka p…