93 Persen Anak Muda China tak Percaya Ramalan Shio

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Polling
Polling

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Beberapa minggu lagi datang pergantian tahun menurut kalender china yakni  Tahun Baru Imlek 2572 yang jatuh pada pada Jum’at (12/2/2021). Pastinya, banyak orang yang mengharapkan keberuntungan di tahun depan dan berharap pandemi Covid-19 segera berakhir.

Berdasarkan astrologi China, 2021 adalah tahun dari shio kerbau logam. Itu artinya, 2021 adalah tahun penuh harapan dan kegemilangan, baik soal nasib dan peruntungan shio maupun situasi ekonomi indonesia karena ada unsur logam.

Mungkin, ada beberapa orang yang percaya bahwa keberuntungan bisa terlihat dari shio mereka.Namun tak sedikit pula yang mengatakan percaya pada hal seperti itu termasuk dalam kategori syirik atau musyrik, Karena tidak sesuai dengan ajaran agama.

Menanggapi hal itu, tim Litbang Surabaya Pagi menggelar polling (jajak pendapat) kepada masyarakat dengan pertanyaan tentang kepercayaan mereka terhadap ramalan berdasarkan shio. Polling dilakukan tepat pukul 09.00 WIB dan ditutup pukul 17.00 WIB, Minggu (24/01/2021).

Dengan koresponden rentang usia 18 tahun sampai 30 tahun keturunan Tionghoa dengan background pelajar, mahasiswa, pekerja swasta, dan wiraswasta, orang tua dengan domilisi tidak hanya di Kota Surabaya tetapi juga di Sidoarjo dan Gresik.

Metode polling dilakukan menggunakan wawancara langsung menggunakan telepon dan WhatsApp. Selain media itu juga media sosial Facebook , Twitter dan Instagram.

Jumlah total responden yang dihimpun sebanyak 120 responden. Hasilnya, (lihat grafis di halaman 1), beberapa responden mengatakan bahwa mereka tidak percaya terhadap ramalan shio.

Terlihat dari pertanyaan, “1) Seberapa percayakah anda yang hidup bukan di Era China kuno dengan ramalan Shio-shio itu?” Dari pertanyaan tersebut didapat responden yang memilih jawaban A hanya sebanyak 7 persen dan yang memilih jawaban B sebanyak 93 persen.

Berikut berbagai alasan dan komentar dari masyarakat tentang kepercayaan mereka terhadap ramalan berdasarkan shio, yang dihimpun oleh Tim Litbang Surabaya Pagi.

Akun instagram dengan username @Ahshibabl menuliskan “Aku tetep percaya Tuhan. Dulu percaya sama ramalan shio, tafsir mimpi, dll tapi ga pernah kejadian tiap ramalan baiknya. Jadi yaudah emang paling bener percaya apa yang Tuhan rencanain aja” tulisnya di pesan message Litbang Surabaya Pagi, Minggu (24/1/2021).

Warga Bukak Banteng Wetan, Rayhan M, mengutarakan dari dulu emang gak pernah percaya ramalan-ramalan karena dirasa percuma. ” Entah shio, dukun, zodiak maupun goldar (golongan darah, red). Emang gunanya apa si? Yang ada bikin idup lu waswas. Mending doa usaha idup lu bakal tenang enjoy” tulisnya.

Senada juga diungkapkan oleh Nadia Theresa. “Lagian, ngga ada yang nyuruh kita percaya sama shio, zodiak, tarot, dan lain2 kan? kan tergantung kitanya. kalo gue sih nganggepnya for fun aja lah. toh hidup juga uda ada yang ngatur wkwkwk, “ tulisnya dengan usernane @madwandercss.

Hal sama pun ditulis oleh username @yeontaaniee di twitter.” Kepercayaan orang beda-beda. Tentang pola pikir yang terlalu mempercayai zodiak shio itulah gabaik juga sih. Ya karena yang menentukan jalan hidup kita ya kita sendiri dong” tulisnya.

Namun, ada responden SP yang membalas pesan menyebut ia gak terlalu meyakini bukannya gak percaya. Karena ia beranggapan semua itu ada metode ilmiahnya. “Sekalipun ngitung weton, shio, zodiak skalipun. Kita aja yang gak paham metode perhitungannya. Berhubung gue gak paham metodenya jadi gue tidak meyakini. bukan karena gue gak percaya atau takut syirik...” jawab akun @andinaazmi pada akun twiter litbang SP.

Sedangkan akun @heavarn mengatakan  “Aku sebagai Chinese yang juga kristen, tau kalo percaya shio itu gabole di kristen, tapi apa ya.. uda budaya chinese aja gitu yang percaya-percaya shio & emang banyak bukti benernya...... jadi harusnya selain kaum seagama juga menurutku tergantung kepercayaan tu orang lagi sih” tulisnya.  an/litbangsp/cr2/rmc

Berita Terbaru

Kesehatan Gigi Jadi Kunci Tumbuh Kembang Anak, Ketua TP PKK Madiun Ingatkan Peran Ibu

Kesehatan Gigi Jadi Kunci Tumbuh Kembang Anak, Ketua TP PKK Madiun Ingatkan Peran Ibu

Sabtu, 27 Jun 2026 20:14 WIB

Sabtu, 27 Jun 2026 20:14 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun - Kesehatan gigi dinilai menjadi salah satu faktor penentu untuk mencegah stunting dan mendukung tumbuh kembang anak. Karena itu K…

Komisi D Segera Turun Tangan Atasi Kelangkaan Solar di Tingkat Petani dan Nelayan

Komisi D Segera Turun Tangan Atasi Kelangkaan Solar di Tingkat Petani dan Nelayan

Sabtu, 27 Jun 2026 19:45 WIB

Sabtu, 27 Jun 2026 19:45 WIB

SURABAYAPAGI.COM, SURABAYA – Komisi D DPRD Jawa Timur memastikan akan turun tangan menyikapi kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis Solar yang t…

KAI Daop 7 Madiun Pastikan Jalur Aman dan Operasional Normal Pasca-Gempa Pacitan

KAI Daop 7 Madiun Pastikan Jalur Aman dan Operasional Normal Pasca-Gempa Pacitan

Sabtu, 27 Jun 2026 19:02 WIB

Sabtu, 27 Jun 2026 19:02 WIB

SURABAYAPAI.com, Blitar – Gempa berskala 5.6 SR di Pacitan sore tadi ( Sabtu 27 Juni 2026), pihak PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun p…

Kode "PWL" Terungkap di Sidang, Saksi Sebut Proyek PL Dikonsultasikan ke Maidi

Kode "PWL" Terungkap di Sidang, Saksi Sebut Proyek PL Dikonsultasikan ke Maidi

Sabtu, 27 Jun 2026 16:33 WIB

Sabtu, 27 Jun 2026 16:33 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Sidang dugaan korupsi berkedok CSR yang menjerat Wali Kota Madiun nonaktif Maidi mengungkap adanya kode “PWL” atau Petunjuk Pak Wali…

Rochim Kerjakan Urugan TPA Tanpa Kontrak, Saksi Sebut Atas Petunjuk Maidi

Rochim Kerjakan Urugan TPA Tanpa Kontrak, Saksi Sebut Atas Petunjuk Maidi

Sabtu, 27 Jun 2026 15:27 WIB

Sabtu, 27 Jun 2026 15:27 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Maidi disebut memberi petunjuk langsung terkait pengerjaan urugan di TPA Winongo senilai Rp600 juta yang diklaim sebagai CSR dari PT…

DPRD Jatim Soroti Serapan APBD Tidak Maksimal di Proyek Infrastruktur dan BTT

DPRD Jatim Soroti Serapan APBD Tidak Maksimal di Proyek Infrastruktur dan BTT

Sabtu, 27 Jun 2026 12:01 WIB

Sabtu, 27 Jun 2026 12:01 WIB

SURABAYAPAGI.COM, SURABAYA – DPRD Jawa Timur menyoroti masih adanya anggaran daerah senilai Rp2,05 triliun tidak terserap hingga akhir Tahun Anggaran 2025. R…