Kasih Karunia

Keluarga Kristen Milenial

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Bagi umat nasrani, pasti tahu ada salah satu tokoh di dalam Alkitab yang sangat terkenal. Ia juga fenomenal. ternyata memiliki masalah di dalam keluarganya. Daud, seorang hamba Tuhan yang luar biasa.

Daud adalah anak ke-8, sekaligus anak bungsu Isai dan ibunya Nahash, orang Betlehem (2 Samuel 17:25).

Nabi Daud mampu dengan gagah berani mengalahkan Jalut karena dia beriman kepada Allah. Walaupun sebelumnya dia adalah seorang prajurit biasa.

Ternyata Daud, memiliki keluarga yang tidak pernah kita bayangkan dapat terjadi dalam keluarga seorang hamba Tuhan.

Anaknya saling mencelakai satu dengan yang lain. Bagaimana hal ini dapat terjadi?.

Nabi Natan menyatakan bahwa Daud, dengan pernah berbuat zina, membunuh, dan menipu, serta bersalah karena menghina "firman Tuhan" dan menghina Allah sendiri (2 Samuel 12:10).

Nah, kini ada tantangan keluarga Kristen di zaman sekarang yang disebut generasi millenial. Ini merupakan tantangan yang tidak mudah dan memiliki permasalahannya sendiri.

Generasi millenial dinilai cenderung cuek pada keadaan sosial, mengejar kebanggaan akan merek/brand tertentu. Padahal orang tuanya makan dua kali sehari saja sudah bersyukur.

Anak millenial, kadang pulang kuliah/ kerja nongkrong di Starbucks. Sementara di kost-an hanya makan mie cepat saji. Cuek aja, yang penting gaya. Yang penting eksis di media sosial. Yang penting follower-nya banyak. Bahkan ada yang sekolah atau kuliah cuma jadi ajang pamer harta orang tua (untuk yang berpunya), dan jadi perjuangan untuk yang tipe BPJS atau Budget Pas-pasan Jiwa Sosialita!.

Generasi milenial juga disebut Gen-Y. Beberapa karakteristik yang umum dikaitkan dengan generasi milenial: pola berpikir yang lebih terbuka untuk pandangan-pandangan liberal dan humanistik, generasi pendukung hak kaum gay dan gaya hidup baru, non-tradisional, umumnya menghindari politik tetapi menjadi pecinta alam dan pembela Bumi, cara hidup yang berfokus untuk memuaskan diri dan hedonis, lebih mengutamakan uang/materialistis, ingin dikenal, punya citra diri yang baik, kurang menekankan penerimaan diri, atau masuk kelompok atau gabungan orang lain, dikenal sebagai “Generasi Aku” (Generation Me). Pengaruh Generasi Milenial telah mengubah pemetaan kehidupan Dunia Barat dan menjadi tantangan besar terhadap etika, moralitas, sistem nilai dan evaluasi, sehingga segala sesuatu dipertanyakan dan fondasi-fondasi kehidupan masyarakat yang berabad-abad mulai dibongkar dan dihancurkan.

Mereka ialah kelompok yang ingin segera mengubah pola hidup dunia. Ini karena mereka yakin bahwa generasi sebelumnya sedang merusak planet Bumi dan menghancurkan masa depan mereka.

Indonesia pun tidak bisa menghindar dari dampak ini, karena pada zaman elektronik ini, semua informasi adalah instan dan masif. Tantangan Gereja dan Pelayanan di Era Milenial Dalam kehidupan bergereja dan melayani, kita sangat perlu memahami keadaan dunia. Termasuk isu-isu yang sedang mendominasi generasi kita sekarang: Serangan dan bantahan ateisme terhadap dasar-dasar kebenaran Alkitab, khususnya dalam Kejadian 1-3.

Setelah 150 tahun teori Darwinisme disebarkan, generasi baru, Gen-Y, kini telah berkeyakinan teguh bahwa manusia pada dasarnya berevolusi dari kera; bahwa Alkitab tidak benar; dan bahwa Allah tidak ada atau sudah mati. Inilah paham ateisme: suatu keyakinan atau “iman” bahwa Allah itu tidak ada. Di dalam segala keyakinan ini, sekali lagi, yang harus diutamakan adalah… AKU.

Karena tidak ada Allah, maka tidak ada penciptaan, maka tidak ada hukum moralitas absolut, dan kalau saya mati kelak… sudah habis perkara. Tak ada lagi hal yang penting selain AKU. Jadi, kehidupan harus dievaluasi dan disesuaikan berdasarkan apa yang menguntungkan atau merugikan AKU. Inilah mentalitas yang mendasari kehidupan mayoritas dari generasi milenial saat ini. (Maria Sari)

Berita Terbaru

Sidak Takjil Pemkot Kediri Pastikan Jajanan Ramadan di Kota Kediri Aman dan Terawasi

Sidak Takjil Pemkot Kediri Pastikan Jajanan Ramadan di Kota Kediri Aman dan Terawasi

Senin, 23 Feb 2026 21:13 WIB

Senin, 23 Feb 2026 21:13 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Pemerintah Kota Kediri memastikan keamanan jajanan takjil yang dijajakan selama bulan Ramadan melalui inspeksi mendadak (sidak) di…

Program Keluarga Harapan Plus Tahap 1 Tahun 2026 Kembali Digulirkan, Sasar 485 Lansia di Kota Kediri

Program Keluarga Harapan Plus Tahap 1 Tahun 2026 Kembali Digulirkan, Sasar 485 Lansia di Kota Kediri

Senin, 23 Feb 2026 21:09 WIB

Senin, 23 Feb 2026 21:09 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Memasuki bulan Ramadhan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali menyalurkan Program Keluarga Harapan (PKH) Plus Tahap I bagi lansia…

Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan Dalam Apel Pagi, Mbak Wali - Gus Qowim Percepat Pembangunan dan Turunkan Kemiskinan

Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan Dalam Apel Pagi, Mbak Wali - Gus Qowim Percepat Pembangunan dan Turunkan Kemiskinan

Senin, 23 Feb 2026 21:05 WIB

Senin, 23 Feb 2026 21:05 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati memimpin apel pagi bersama jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota…

Kita Seperti Dijajah AS

Kita Seperti Dijajah AS

Senin, 23 Feb 2026 20:11 WIB

Senin, 23 Feb 2026 20:11 WIB

MUI Minta Kaji Ulang Perjanjian Dagang AS-Indonesia yang Salah Satu Kesepakatannya Menyebut Produk asal AS yang Masuk ke Indonesia tidak Memerlukan Sertifikasi…

Penebar Viral "Cukup..." Belum Berkontribusi Usai Gunakan Beasiswa LPDP

Penebar Viral "Cukup..." Belum Berkontribusi Usai Gunakan Beasiswa LPDP

Senin, 23 Feb 2026 20:08 WIB

Senin, 23 Feb 2026 20:08 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Ketua Divisi Hukum dan Komunikasi LPDP Mohammad Lukmanul Hakim mengatakan pihak LPDP bakal meminta keterangan AP hari ini. "Dalam…

Golkar Temukan Penerima Beasiswa LPDP Umumnya Orang Kaya

Golkar Temukan Penerima Beasiswa LPDP Umumnya Orang Kaya

Senin, 23 Feb 2026 20:05 WIB

Senin, 23 Feb 2026 20:05 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Golkar meminta syarat penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dievaluasi karena selama ini hanya bisa dipenuhi…