Kisah Sopir Truk Muatan, 'Mbambung' di Jalan Demi Rezeki Halal

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Salah satu sopir truk, Suyitno yang saban waktu tidur di truk. SP/ Sem
Salah satu sopir truk, Suyitno yang saban waktu tidur di truk. SP/ Sem

i

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Di saat masyarakat yang lain tidur dengan nyaman di dalam rumah beralas kasur dan bantal, di ujung barat Surabaya ada sekolompok kecil orang yang tidur ala kadarnya.

Bermodal truk milik perusahaan, mereka tidur, mandi dan makan di situ. Truk seolah telah menjadi rumah kedua bagi mereka. Adalah Suyitno (65) salah satu sopir truk dari perusahaan Anuta Utama (AU) yang saban hari nangkring di Pelabuhan Tanjung Perak menceritakan kisahnya selama 23 tahun menjadi sopir truk. 

Suyitno adalah warga asal Banyuwangi. Ia mengaku telah memiliki 6 anak dan 8 cucu. Anaknya yang terakhir saat ini tengah mempersiapkan diri untuk mengikuti tes masuk TNI.

Saban hari ia mengangkut muatan dari terminal Jamrud dan terminal Nilam. Adapun muatan yang diangkutnya berupa bahan sembako, tanah liat, ataupun muatan lainnya yang tugaskan dari perusahaan.

Selama di Surabaya, Suyitno menghabiskan waktunya di jalanan bersama truk yang dikemudikannya. Alih-alih memilih mengontrak rumah atau indekos, ia justru memilih tidur di truk.

"Saya tinggal di apartemen," katanya sembari menunjuk salah satu apartemen di Tanjung Perak, Senin (25/01/2021)

"Tapi tidurnya di dalam truk," tambahnya melepas tawa

Ungkapan tinggal di apartemen dilontarkannya, karena saban waktu truk yang dijokinya selalu nangkring persis di depan salah satu apartemen Tanjung Perak. 

"Itu bukan tinggal di apartemen tapi, mbambung namanya. Gak jelas kayak orang gelandangan," tambah salah satu sopir truk lainnya, Effendi.

Kepada reporter Surabaya Pagi, Suyitno mengaku telah 2 bulan tidak pulang ke Banyuwangi. Selama 2 bulan itu, ia mengaku mengabiskan waktu di jalanan.

"Pokoknya kalau dapat tempat parkir dimana, ya di situ kita tidur," katanya

Suyitno lebih memilih menyimpan uang yang diperolehnya untuk dikirimkan kepada orang rumah dari pada menyewa rumah atau indekos.

Sebagai seorang sopir, pendapatannya akan diperoleh ketika ada orderan muatan. Untuk sekali angkutan atau per ret, ia diberikan dana dari perusahaan Rp.430 ribu.

"Sekali angkut itu rata-rata 30 ton, kalau lebih ya 33 ton," katanya

Atas usaha dan hasil kerja kerasnya ini, Suyitno dan keluarga telah menunaikan rukun islam kelima.

"Alhamdilillah mas, sudah naik haji bareng keluarga," akunya

Selama tidur di truk, pengeluaran untuk kebutuhan sehari-hari jauh lebih sedikit dibandingkan dengan indekos atau menyewa rumah.

Harga indekos di Surabaya berdasarkan pencarian dari aplikasi mamikos untuk wilayah Tanjung Perak, rerata berada dikisaran Rp.750 ribu dengan fasilitas yang terbatas. 

"Jadi buat apa kos, mendingan saya simpan dan diberikan kepada orang rumah," katanya

"Toh di sini gratis, tinggal di apartemen tapi tidurnya di truk," ucapnya lagi sembari terbahak

Walau pendapatan tak menentu, di Banyuwangi telah ada beberapa anak yang ditelantarkan oleh orang tua diselamatkannya.

Dari pengakuannya, ia telah memiliki 21 anak asuh. Anak asuh yang paling tertua saat ini telah bergabung dalam kesatuan TNI angkatan darat (AD).

"Ini anak saya yang paling tua mas," katanya sembari menunjukan foto anak asuhnya

Bagi Suyitno, rezeki telah diatur oleh Yang Maha Kuasa. Tugasnya adalah berbagi rezeki dengan orang lain yang lebih membutuhkan. 

Prinsip hidup yang dipegangnya adalah kejujuran dan kerja keras. Selama diberikan pekerjaan, tekuni dan dilakukan semaksimal mungkin.

"Kalau jadi sopir truk ya itu dilakoni dengan baik. Kalau kata orang jawa itu jangan sampai getun buri" ucapnya

Dalam bahasa jawa getun berarti penyesalan atau kekecewaan dan buri artinya belakang. Jadi getun beri adalah penyesalan yang terlambat. 

"Jadi kalau bisa dikerjakan secara maksimal hari ini ya dilakukan mas. Sesal kemudian itu tak ada gunanya lagi," tuturnya menasehati. Sem

Berita Terbaru

Viral Pemuda Pencuri Bunga di Jalur Hijau Surabaya, Siap-siap Denda Rp5 Juta Menanti

Viral Pemuda Pencuri Bunga di Jalur Hijau Surabaya, Siap-siap Denda Rp5 Juta Menanti

Selasa, 28 Jul 2026 13:17 WIB

Selasa, 28 Jul 2026 13:17 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Baru-baru ini viral unggahan rekaman video di media sosial (medsos) berisikan seorang pemuda memotong bunga di jalur hijau Jalan…

Layak Konsumsi, Ribuan Ikan di Ranu Klakah Lumajang Mati Dijual Murah untuk Tekan Kerugian

Layak Konsumsi, Ribuan Ikan di Ranu Klakah Lumajang Mati Dijual Murah untuk Tekan Kerugian

Selasa, 28 Jul 2026 13:10 WIB

Selasa, 28 Jul 2026 13:10 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Menindaklanjuti kelanjutan fenomena ribuan ikan di keramba danau Ranu Klakah, Desa Tegal Randu, Kecamatan Klakah Kabupaten…

Perketat Keamanan, Dinkes Kota Malang Pastikan 71 SPPG Kantongi SLHS

Perketat Keamanan, Dinkes Kota Malang Pastikan 71 SPPG Kantongi SLHS

Selasa, 28 Jul 2026 12:51 WIB

Selasa, 28 Jul 2026 12:51 WIB

SURABAYAPAGI.com, Malang - Sebagai salah satu langkah strategis dalam menjaga keamanan masing-masing dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) terkait menu yang akan di…

Kasus HIV Bertambah, Pemkot Malang Mulai Optimalisasi Layanan VCT

Kasus HIV Bertambah, Pemkot Malang Mulai Optimalisasi Layanan VCT

Selasa, 28 Jul 2026 12:44 WIB

Selasa, 28 Jul 2026 12:44 WIB

SURABAYAPAGI.com, Malang - Seiring bertambahnya kasus HIV di wilayah Kota Malang, saat ini Pemerintah Kota (Pemkot) setempat tengah mengoptimalkan kesadaran…

Didukung Lima Sektor, Pemkab Catat Ekonomi Madiun 2025 Capai 5,33 Persen

Didukung Lima Sektor, Pemkab Catat Ekonomi Madiun 2025 Capai 5,33 Persen

Selasa, 28 Jul 2026 12:39 WIB

Selasa, 28 Jul 2026 12:39 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Seiring pembangunan SDM, infrastruktur, serta lima sektor unggulan yang dilakukan pemda setempat, saat ini Pemerintah Kabupaten…

P-APBD 2026 Disetujui, Pemkab Lumajang Percepat Pembangunan dan Layanan Publik

P-APBD 2026 Disetujui, Pemkab Lumajang Percepat Pembangunan dan Layanan Publik

Selasa, 28 Jul 2026 12:29 WIB

Selasa, 28 Jul 2026 12:29 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Usai Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026 disetujui, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang mempercepat…