Covid-19 Terus Melonjak, Jokowi Bilang Terkendali

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Pemakaman pasien khusus covid-19 nampak nyaris penuh
Pemakaman pasien khusus covid-19 nampak nyaris penuh

i

 

Mantan Menpora Roy Suryo, Wakil Ketua Umum PB IDI Slamet Budiarto dan Pengamat Kebijakan Publik Agus Pambagio, Terheran-heran

 

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Kasus meninggal akibat Covid-19 sampai hari Kamis (28/1/2021) terus meningkat tajam. Bahkan hari Kamis mencatatkan penambahan kasus kematian di Indonesia terbanyak sepanjang sejarah Indonesia sejak pandemi Covid-19, Maret 2020.

Menurut data dari covid19.go.id kasus kematian di Indonesia mencapai 29.331 kasus. Artinya, tercatat ada penambahan sebesar 476 orang yang meninggal karena Covid-19.

Sementara kasus baru ada penambahan 13.695 kasus baru Covid-19 yang terkonfirmasi. Total pasien terkonfirmasi sudah mencapai 1.037.993 kasus Covid-19 di Indonesia.

Tapi Presiden Joko Widodo, malah menyebut mampu mengendalikan Covid-19. Pernyataan Jokowi ini sejak siang sampai semalam terus menjadi pembicaraan publik. Khususnya para dokter.

 

Parameter yang Digunakan Jokowi

Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Slamet Budiarto mengatakan, dirinya juga tidak tahu parameter yang digunakan Presiden Joko Widodo sehingga menyatakan Indonesia bisa mengendalikan pandemi dengan baik.

Padahal, saat ini Indonesia sudah menembus angka 1 juta kasus positif Covid-19 yang diiringi oleh laporan kematian tinggi. Bahkan, Indonesia masih mencatat angka kematian harian tertinggi selama pandemi, yaitu 476 orang dalam sehari, pada Kamis (28/1/2021).

 

Orang Sekitar Presiden

Sementara mantan Menpora Roy Surya, bersikap arif. Ia tak menyalahkan presiden atas klaim tersebut. Ia justru menyoroti orang-orang di sekitar presiden yang dinilainya kurang bagus dalam memberi masukan.

Lewat sebuah cuitan yang dibagikan lewat akun Twitternya pada Kamis (28/1/2021), Roy Suryo menduga Presiden Jokowi sudah lelah dengan penanganan pandemi.

Ia juga menyebut bahwa para para penyintas dan dokter yang menangani pandemi kebingungan dengan klaim yang dibuat oleh pemerintah.

“Tweeps, Saya tidak menyalahkan Presiden @jokowi. Mungkin beliau sudah lelah," tulis Roy Suryo.

"Tetapi orang-orang disekitarnya yang rasanya sangat perlu diingatkan agar kasih masukan yang benar," tulisnya lagi.

"Lihat ini akibatnya: Penyintas Stress, Dokter Bingung, Masyarakat? (Jangan sampai spt Challenger 35th lalu)" pungkas Roy Suryo.

 

Pengamat Terheran-heran

Sedang Pengamat kebijakan publik Agus Pambagio, terheran-heran ketika Presiden Joko Widodo mengklaim penanganan pandemi di Indonesia terkendali.

Mendengar pernyataan tersebut, ia pun mempertanyakan siapa orang yang telah membisikkan kepada orang nomor satu di Indonesia itu sehingga muncul klaim terkendali. "Saya agak heran itu siapa yang membisikkan Pak Jokowi supaya bicara begitu ya. Karena meresahkan masyarakat saja," kata Agus di Jakarta, Kamis (28/1/2021).

Menurut Agus, pandemi di Indonesia justru belum terkendali dan tidak menunjukkan angka penurunan kasus.

Bahkan, ia melihat situasi ini sudah terjadi sejak bulan-bulan awal pandemi mulai mewabah hingga sekarang. "Kok kalau berhasil angkanya belum turun-turun. Kalau lihat dari awal itu angkanya enggak turun-turun. Saya agak aneh Presiden bisa bicara begitu yang seharusnya tidak pada tempatnya," ujar dia.

Untuk itu, Agus menyarankan agar Presiden Jokowi meminta maaf atas penanganan pandemi yang tidak terkendali.

Hal ini, kata dia, lebih baik dilakukan daripada mengklaim yang tidak bisa dibuktikan. "Minta maaf lebih baik. Bilang saja, kita sedang berusaha dengan sangat keras untuk mengurangi penyebaran atau menangani pandemi ini. Saya mohon pengertiannya dari masyarakat. Kita sama-sama menyelesaikan kasus pandemi. Begitu harusnya," kata Agus Pambagio.

Agus juga masih terheran-heran apabila pemerintah mengklaim pandemi terkendali. Menurut dia, perlu dijelaskan oleh pemerintah bagian mana yang dikatakan terkendali.

Sebab, ia mengatakan ada dua permasalahan yang dihadapi Indonesia yaitu pandemi atau krisis kesehatan, dan ekonomi. "Saya tidak mengerti keberhasilan yang mana yang dimaksud? Keberhasilan ekonomi atau kesehatan? Menurut saya sih dua-duanya belum bergerak ya," kata Agus. n jk/erc/rmc

Berita Terbaru

Dari Desa, Imigrasi Perkuat Pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang dan Penyelundupan Manusia

Dari Desa, Imigrasi Perkuat Pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang dan Penyelundupan Manusia

Sabtu, 26 Sep 2026 14:30 WIB

Sabtu, 26 Sep 2026 14:30 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Jajaran Imigrasi se-Jawa Timur memperkuat pengawasan keimigrasian berbasis desa melalui program Desa Binaan Imigrasi (DBI) dan…

KAI Daop 7 Madiun Salurkan Bantuan TJSL Rp445 Juta untuk Fasilitasi Pendidikan, Lingkungan dan Sosial

KAI Daop 7 Madiun Salurkan Bantuan TJSL Rp445 Juta untuk Fasilitasi Pendidikan, Lingkungan dan Sosial

Sabtu, 26 Sep 2026 11:28 WIB

Sabtu, 26 Sep 2026 11:28 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 7 Madiun kembali menunjukkan komitmennya terhadap tanggung jawab sosial kepada masyarakat,…

Lewat Bantuan Beasiswa, Pemkab Dorong Anak Tetap Sekolah di Lumajang

Lewat Bantuan Beasiswa, Pemkab Dorong Anak Tetap Sekolah di Lumajang

Sabtu, 26 Sep 2026 08:35 WIB

Sabtu, 26 Sep 2026 08:35 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Melalui bantuan pendidikan berupa beasiswa, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas)…

ULTIMA II Hadir di Surabaya, Perkenalkan Inovasi Teknologi CollaSence™ melalui Beauty Exhibition 

ULTIMA II Hadir di Surabaya, Perkenalkan Inovasi Teknologi CollaSence™ melalui Beauty Exhibition 

Sabtu, 26 Sep 2026 08:23 WIB

Sabtu, 26 Sep 2026 08:23 WIB

SURABAYA PAGI, Surabaya – Memahami kebutuhan kulit menjadi salah satu langkah penting dalam menentukan ritual perawatan yang sesuai kebutuhan. Berangkat dari k…

Menteri Haji Ungkap Kendala Biaya Haji 2027, Tarif Penerbangan Saudia Airlines Masih Lebih Mahal 

Menteri Haji Ungkap Kendala Biaya Haji 2027, Tarif Penerbangan Saudia Airlines Masih Lebih Mahal 

Jumat, 25 Sep 2026 22:11 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 22:11 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Menteri Haji Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan mengungkapkan pembahasan biaya penyelenggaraan ibadah haji 2027 masih berlangsung. S…

UNS Rebut Gelar Juara Beregu Campus League Badminton 2026 Usai Drama Tiga Set Lawan BINUS

UNS Rebut Gelar Juara Beregu Campus League Badminton 2026 Usai Drama Tiga Set Lawan BINUS

Jumat, 25 Sep 2026 21:11 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 21:11 WIB

SurabayaPagi, Bandung — Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Surakarta merebut gelar juara beregu Campus League Badminton 2026 - The Nationals setelah m…