Jatuh Bangun Buruh Bongkar Muat di Tengah Pandemi

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Caption: Para pekerja saat melakukan bongkar muat barang di Tanjung Perak. SP/SAMMY MANTOLAS
Caption: Para pekerja saat melakukan bongkar muat barang di Tanjung Perak. SP/SAMMY MANTOLAS

i

SURABAYAPAGI,Surabaya - Aktivitas para pekerja bongkar muatan truk di Tanjung Perak Surabaya hingga Selasa (02/02/2021) pukul 12.45 WIB masih terlihat lengang. 

Beberapa gudang yang berjejer rapi di jalan Kalimas Baru pun tidak menunjukan tanda kehidupan. Para pekerja atau buruh bongkar muat beramai-ramai nangkring di warung kopi sembari menunggu barang masuk.

Tatkala ada truk barang yang datang, sejurus kemudian mereka sudah di atas truk. Ibarat semut mendapatkan gula, dengan cepat muatan di dalam truk diturunkan satu per satu.

"Ya gini mas kerjaan kita jadi buruh," kata Abdul Khorim salah satu buruh bongkar muat

Dari pantauan Surabaya Pagi, Khorim bercerita, telah 3 hari sudah muatan tak kunjung datang. Sekalipun datang hanya 1 atau 2 truk saja. Padahal sebelum virus bernama covid-19 menyerang Indonesia, hampir 7 hingga 10 truk dalam sehari yang datang.

"Sekarang sepi, nganggur saya mas," ucapnya

Sebagai seorang buruh bongkar muat, penghasilannya akan diperoleh tatkala ia menyelesaikan tugasnya. Untuk 1 ton muatan, ia dibayar dengan harga yang terbilang kecil.

"Satu ton kita dikasih 15 ribu," akunya.

Biasanya truk barang yang datang selalu membawa muatan dengan rerata 30 ton. Muatan tersebut kemudian dikeroyok oleh 15 hingga 20 orang.

Segala macam barang mulai dari bahan pangan hingga bahan kebutuhan pabrik diangkutnya bersama rekan-rekannya yang lain.

"Jadi ya gotong royong kita mas kerjanya," tandasnya

Sebagai orang yang tak punya ijazah, Aldul mengaku sudah menjadi resiko bila kerja kerasnya dihargai seperti itu. Ia menceritakan dirinya berasal dari Sumenep, namun menikahi gadis dari bangkalan dan akhirnya membangun rumah di Bangkalan.

Enam belas tahun sudah ia menggeluti kerja sebagai buruh bongkar muat. Dengan penghasilan yang pas-pasan, ia mengaku cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari di Surabaya.

"Ya cukup mas, karena kan saya tinggal di gudang. Jadi gak ada uang sewa, ada kamar mandinya juga," kisahnya

Kepada saya ia tawarkan apabila pulang kerja dan merasa capek, tempatnya bisa menjadi rumah kedua bagi saya untuk beristirahat.

"Mampir saja ke sini, bisa tidur kalau mau mandi ada kamar mandinya di luar," ujarnya sembari menunjukan lokasi kamar mandi

Tatkala pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat tahap 1 pada 11 Januari hingga 25 Januari 2021, hampir seminggu muatan tak kunjung datang. Bahkan ia mengaku, dirinya pernah ditelepon oleh istrinya untuk pulang ke Bangkalan dan mencari kerja di sana.

"Kata istri saya, kalau gak ada kerjaan di sana pula saja ke rumah," ceritanya

Sementara itu pekerja lain seperti Ridwan juga menyampaikan hal serupa. Menurutnya sebagai pekerja kasar seperti mereka, sudah menjadi resiko apabila barang yang diangkut jatuh tertiban badan ataupun kaki mereka.

"Pernah kaki saya karena kurang hati-hati, kejatuhan bawang merah, yang karung besar itu. Tapi ya itu sudah biasa, resiko kerja mas," ucap Ridwan

Ridwan bersama Abdul berbagi ruangan tinggal di gudang milik perusahaan dimana mereka bekerja.

"Bos izinkan tidur di sini ya alhamdulillah bisa berhemat kan," jelasnya

Ketika tidak ada muatan yang datang, dua sejoli itu mengaku mencukupi kebutuhan hariannya dengan berhutang ke atasan. Untuk pelunasan nantinya akan dipotong ketika ada muatan yang datang.

"Jadi kita utang ke bos, nanti tinggal dipotong saja kan. Kalau gak gitu, utang ke warung akhir bulan baru bayar," katanya.sem

 

 

Berita Terbaru

Tuntut Tuntaskan Kasus TP Dewan, Puluhan Mahasiswa Lurug Kejaksaan Ponorogo dan Hadiahi Obat-obatan

Tuntut Tuntaskan Kasus TP Dewan, Puluhan Mahasiswa Lurug Kejaksaan Ponorogo dan Hadiahi Obat-obatan

Kamis, 13 Agu 2026 18:34 WIB

Kamis, 13 Agu 2026 18:34 WIB

PONOROGO- Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Pimpinan Cabang Ponorogo melurug kantor Kejaksaan Negeri (Kejari)…

SMPN 5 Sidoarjo Gelar Lomba Dance Semaphore, Sambut Dirgahayu 81 RI

SMPN 5 Sidoarjo Gelar Lomba Dance Semaphore, Sambut Dirgahayu 81 RI

Kamis, 13 Agu 2026 17:39 WIB

Kamis, 13 Agu 2026 17:39 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo – Dalam menyambut semarak Dirgahayu ke-81 Republik Indonesia, SMP Negeri 5 Sidoarjo menggelar berbagai perlombaan yang melibatkan g…

Semarak HUT ke-81 RI, Pemkot Mojokerto Gelar Sejumlah Lomba Tradisional

Semarak HUT ke-81 RI, Pemkot Mojokerto Gelar Sejumlah Lomba Tradisional

Kamis, 13 Agu 2026 16:29 WIB

Kamis, 13 Agu 2026 16:29 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Semarak peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di lingkungan Pemerintah Kota Mojokerto berlangsung semarak. Wali Kota Mojokerto Ika…

Monev IGA 2026, Wali Kota Mojokerto Tekankan Inovasi Harus Berdampak bagi Masyarakat

Monev IGA 2026, Wali Kota Mojokerto Tekankan Inovasi Harus Berdampak bagi Masyarakat

Kamis, 13 Agu 2026 16:27 WIB

Kamis, 13 Agu 2026 16:27 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Pemerintah Kota Mojokerto mendorong inovasi daerah tidak hanya diukur dari jumlah maupun capaian penghargaan, tetapi juga dari…

Gandeng Mitra Penyedia Barang/Jasa, Pemkot Mojokerto Bangun Ekosistem Pengadaan Bersih dan Berintegritas

Gandeng Mitra Penyedia Barang/Jasa, Pemkot Mojokerto Bangun Ekosistem Pengadaan Bersih dan Berintegritas

Kamis, 13 Agu 2026 16:26 WIB

Kamis, 13 Agu 2026 16:26 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto – Upaya mencegah gratifikasi dalam proses pengadaan barang dan jasa terus diperkuat Pemerintah Kota Mojokerto melalui Inspektorat. 8…

Antara yang Seharusnya dan Senyatanya: Ketika Ruang Publik Menjadi Papan Iklan Gratis

Antara yang Seharusnya dan Senyatanya: Ketika Ruang Publik Menjadi Papan Iklan Gratis

Kamis, 13 Agu 2026 15:23 WIB

Kamis, 13 Agu 2026 15:23 WIB

‎‎KITA barangkali sudah terbiasa melihat reklame, baliho, dan spanduk bertebaran di berbagai sudut kota. Ada yang terpasang di tiang listrik, dipaku di pohon, d…