SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso mengatakan per Agustus 2023 waktu bongkar muat di pelabuhan dan bandara hanya sekitar 2,52 hari dari target pemerintah biasanya 2,9 hari.
Aktivitas bongkar muat yang semakin cepat ini mengakibatkan biaya logistik yang makin turun. Bongkar muat Indonesia yang cepat ini juga menyaingi Singapura di kawasan Asia.
"Ini melampaui target kita yang sebesar 2,9 hari dan hanya sedikit di bawah Singapura untuk kawasan Asia," kata Susiwijono dalam acara Peningkatan Kinerja Logistik melalui Utilisasi Layanan National Logistic Ecosystem (NLE), di Jakarta, Selasa (10/10/2023).
Selain waktu bongkar muat yang semakin singkat, biaya logistik nasional telah mencapai di bawah 15�ri produk domestik bruto (PDB), yakni hanya sebesar 14,29% pada 2022. Perhitungan biaya ini dilakukan antara Kemenko Perekonomian dengan Bappenas dan BPS.
"Pada 14 September yang lalu secara resmi telah meluncurkan biaya logistik nasional dengan menggunakan basis data BPS dan biaya logistik kita capai 14,29�ri PDB. Artinya sudah cukup baik di bawah 15%," tegas Susiwijono.
Susiwijono mengaku optimis hingga 2045 biaya logistik di Indonesia akan semakin turun ke depan hingga mencapai tersisa 8�ri PDB. Didukung oleh semakin efektif dan efisiennya pembangunan infrastruktur yang menunjang arus logistik.
Adapun ia mengatakan masih terjadi ketimpangan Infrastruktur logistik Indonesia terutama di pelabuhan antar daerah di Indonesia, khususnya di Indonesia Timur yang masih di bawah 50%.
Selain itu juga masih ada permasalahan lain seperti tidak seimbangnya muatan angkut dari antar wilayah atau imbalance cargo. Menurutnya antara wilayah timur dan barat masih belum ada keseimbangan keterisian kargo.
Ia juga menegaskan terkait hal tersebut masih perlu mendorong berbagai inisiatif untuk meningkatkan logistik Indonesia terutama yang berbasis komoditas. ac
Editor : Redaksi