Warga Madiun Tolak Rencana Pembangunan Pasar Muamalah

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Lokasi pembangunan Pasar Muamalah di Kabupaten Madiun. SP/ IST
Lokasi pembangunan Pasar Muamalah di Kabupaten Madiun. SP/ IST

i

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Rencana pembangunan Pasar Muamalah di Desa Teguhan, Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun ditentang oleh warga. Warga menghentikan pembangunan karena belum adanya kesepakatan antara pihak pembangun dengan masyarakat. Selain itu, pihak pemerintah desa juga belum mengeluarkan izin.

Sekretaris Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Madiun, Agus Suyuti mengatakan, rencana pembangunan itu telah disosialisasikan kepada masyarakat. Namun hingga kini, realisasi pembangunan fisik pasar tersebut dilaksanakan.

"Rencana awal akan dibangun pondok. Tetapi tidak jadi, kemudian direncanakan akan dibangun Pasar Muamalah. Belum ada yang mengajukan permohonan izin. Itu hasil konfirmasi saya," ujar dia, Minggu (7/2/2021).

Ia menyebut, pemerintah desa juga akan menolak bila ada yang mengajukan pendirian pasar tersebut.

"Pengurusan izin pembangunan pasar tersebut juga belum diajukan kepada pemerintah. Dengan demikian, bila nekat didirikan maka akan ditutup," lanjutnya.

Perangkat Desa Teguhan, Al Maun mengatakan rencana pembangunan Pasar Muamalah telah dibicarakan sejak pertengahan tahun 2020.

Penggagas pembangunan pasar dengan transaksi mata uang dinar dan dirham itu pun telah mensosialisasikan rencana sejak bulan November.

"Setelah sosialisasi banyak warga yang tidak setuju dengan pembangunan Pasar Muamalah tersebut. Saat bahan gorong-gorong untuk saluran air diturunkan di lokasi, warga menghentikan aktifitas pembangunanya," ujar Al Maun.

Maun mengaku tidak mengenal penggagas pembangunan Pasar Muamalah di desanya karena tidak ada satupun yang datang ke kantor untuk mengurus perizinan.

"Mereka sempat menggelar sosialisasi saat warga menggelar arisan di RT 20 awal November 2020. Saat itu, dua pria memberikan penjelasan tentang rencana dan model pasar yang akan dibangun di bekas sawah milik warga. Tapi saya lupa namanya," paparnya.

Ia mengaku lega melihat pembangunan pasar itu batal dilaksanakan. "Kan kemarin sosialisasi katanya pakai dirham, nanti akan berurusan dengan polisi," pungkasnya. Dsy11

Berita Terbaru

Kopdes Bikin Biaya Penalti Rp 100 Juta ke Calon Manajer

Kopdes Bikin Biaya Penalti Rp 100 Juta ke Calon Manajer

Kamis, 18 Jun 2026 23:21 WIB

Kamis, 18 Jun 2026 23:21 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Ada ketentuan biaya penalti Rp 100 juta pada Seleksi Pengadaan SDM Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah…

Menteri Pariwisata, Koleksi Mercedes-Benz G63 Senilai Rp 8,8 Miliar

Menteri Pariwisata, Koleksi Mercedes-Benz G63 Senilai Rp 8,8 Miliar

Kamis, 18 Jun 2026 23:18 WIB

Kamis, 18 Jun 2026 23:18 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menteri Pariwisata RI Widiyanti Putri telah melaporkan harta kekayaan terbarunya. Dalam laporan paling anyar itu, Widiyanti…

Grammy Awards, juga Hargai Kategori R&B dan Folk

Grammy Awards, juga Hargai Kategori R&B dan Folk

Kamis, 18 Jun 2026 23:16 WIB

Kamis, 18 Jun 2026 23:16 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Pihak penyelenggara ajang Grammy Awards mengumumkan penambahan kategori penampilan musik pop Asia terbaik, buat ngerayain rilisan…

Jumat Berkah: Tahun Baru Islam Vs Masehi

Jumat Berkah: Tahun Baru Islam Vs Masehi

Kamis, 18 Jun 2026 23:12 WIB

Kamis, 18 Jun 2026 23:12 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Tahun Baru Islam, yang baru kita peringati, lebih berfokus pada perenungan spiritual dan muhasabah (evaluasi diri) dibandingkan…

Hotel Sultan Jakarta, Dieksekusi Saat Masih Ada Tamu Hotel

Hotel Sultan Jakarta, Dieksekusi Saat Masih Ada Tamu Hotel

Kamis, 18 Jun 2026 23:10 WIB

Kamis, 18 Jun 2026 23:10 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Eksekusi hotel Sultan di Jakarta, Kamis (18/6) diwarnai kericuhan dan keunikan. Ricuh ada ratusan masa menghadang. Unik, saat…

Manuver dari Pengacara Senior Bela Eks Pejabat BGN

Manuver dari Pengacara Senior Bela Eks Pejabat BGN

Kamis, 18 Jun 2026 23:00 WIB

Kamis, 18 Jun 2026 23:00 WIB

Karena Pak Sony tidak jujur. Sebelumnya bersumpah bersih. Tapi info beberapa orang, Sony menerima uang dari Asep secara rutin." Elza Syarief,…