Dewan: Penutupan Jalan Protokol Tak Efektif

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Petugas memasang 'water barrier' di Jalan Mayjen Sungkono, Surabaya, Jawa Timur. SP/JULIAN
Petugas memasang 'water barrier' di Jalan Mayjen Sungkono, Surabaya, Jawa Timur. SP/JULIAN

i

SURABAYAPAGI, Surabaya - Kebijakan Pemerintah Kota Surabaya untuk melakukan penutupan Jalan Darmo-Tunjungan serta Jalan Mayjend Sungkono hari Jum'at dan Sabtu mulai pukul 22.00 - 08.00 WIB, untuk menciptakan kawasan physical distancing dan membatasi gerak mobilisasi masyarakat mendapat kritik dari para anggota DPRD Kota Surabaya.

Juru bicara Fraksi PKB DPRD Kota Surabaya Mahfudz mengatakan, penutupan jalan utama dengan tujuan antisipasi protokol kesehatan sangat tidak efektif. Alasannya, para warga yang biasa melewati jalan protokol itu akhirnya mencari jalan alternatif untuk menuju ke tujuannya. Alhasil, jalan-jalan kecil di sekitar jalan protokol itu padat. Lebih padat daripada hari biasanya, ketika tak dilakukan penutupan jalan protokol.

“Penutupan ini menurut saya tidak efektif. Karena warga mencari jalan lain dan imbasnya macet di titik-titik lain,”kata Mahfudz.

Ia menilai, dengan adanya kemacetan di jalan alternatif itu malah menimbulkan kerumunan baru yang bisa menyebabkan penyebaran dan penularan covid-19.

Selain itu, jalur alternatif yang kebanyakan adalah jalan perumahan pemukiman, membuat warga sekitar tak nyaman. Mahfudz mengaku mendapat laporan dari warga yang rumahnya berada di jalur di dekat jalan protokol yang ditutup. Mereka merasa terganggu, karena wilayahnya macet dan membuat lama untuk sampai ke rumah.

“Warga perumahan sekitar jalan ditutup itu tak nyaman. Seperti di jalur alternatif dekat Mayjend Sungkono. Jalur kecil perumahan, tapi macet karena Mayjend Sungkono ditutup. Ini kan juga bahaya, ada tindakan kriminalitas atau laka lantas bisa terjadi,”ujarnya.

Maka dari itu, ia meminta Pemkot Surabaya untuk mengkaji kembali hingga membatalkan kebijakan penutupan jalur-jalur protokol dengan alasan pandemi Covid-19. Sebab menurutnya kebijakan itu sangat tak efektif. Ia tak paham dengan arah pikir pemkot Surabaya yang menutup jalur, tapi tetap membuka tempat keramaian.

“Kalau mau di lockdown ya sekalian tutup semua. Jalan ini kan penting untuk mobilitas. Toh masyarakat juga di kendaraan masing-masing dan pakai masker. Kalau takut jalur protokol dibuat tempat berkumpul, ya warganya yang diobrak bukan jalannya yang ditutup. Jadi kami di fraksi PKB meminta kebijakan ini dibatalkan saja,”pungkasnya. Pat

 

Berita Terbaru

Jalan Sehat Diwarnai Kendala, Pemprov Jatim Akui Distribusi Kupon Belum Optimal

Jalan Sehat Diwarnai Kendala, Pemprov Jatim Akui Distribusi Kupon Belum Optimal

Selasa, 16 Jun 2026 20:14 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 20:14 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan dalam pelaksanaan Jalan Sehat 1 M…

MPR RI Minta Dana Tambahan Rp 945 Miliar

MPR RI Minta Dana Tambahan Rp 945 Miliar

Selasa, 16 Jun 2026 19:29 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 19:29 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Sekjen Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Jenderal MPR RI Siti Fauziah dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi XIII DPR RI, di…

Mahasiswa UGM: Jangan Anggap Kritik Sebagai Gangguan

Mahasiswa UGM: Jangan Anggap Kritik Sebagai Gangguan

Selasa, 16 Jun 2026 19:26 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 19:26 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menteri ATR/BPN Nusron Wahid buka suara mengenai kejadian acara diskusi di Universitas Gadjah Mada (UGM) berujung digeruduk…

PDIP Jadikan Jokowi Studi Kasus Kekuasaan dan Ambisi

PDIP Jadikan Jokowi Studi Kasus Kekuasaan dan Ambisi

Selasa, 16 Jun 2026 19:25 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 19:25 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Ketua DPP PDIP Deddy Sitorus menyebut partainya tak akan melupakan Jokowi dan menjadikannya sebagai bahan pembelajaran di internal…

Buron Korupsi Rp 10,1 Triliun Eddy Tanzil, Sisakan 51,6 Miliar

Buron Korupsi Rp 10,1 Triliun Eddy Tanzil, Sisakan 51,6 Miliar

Selasa, 16 Jun 2026 19:21 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 19:21 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kini, aset terpidana kasus korupsi sekaligus buron legendaris dari tahun 1996, Eddy Tansil senilai Rp 51.682.537.000 (51,6…

Damai elektronik, AS-Iran

Damai elektronik, AS-Iran

Selasa, 16 Jun 2026 19:19 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 19:19 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Para pejabat AS mengatakan kepada Reuters dan AFP bahwa kesepakatan damai diteken secara elektronik oleh Trump, Wakil Presiden AS…