Mengapa Imlek Selalu Hujan? Ini Penjelasnnya

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Suasana Imlek di Klenteng Boen Bian. SP/  Sem
Suasana Imlek di Klenteng Boen Bian. SP/ Sem

i

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Perayaan tahun baru cina atau imlek tak selamanya identik dengan pestasan, barongsai dan angpao. Namun banyak orang yang mengasosiasikan perayaan tahun baru Tiongkok ini dengan hujan. 

Benar saja, tatkala Imlek datang hujan pun seolah telah dipersiapkan untuk keluar. Tak heran bila banyak yang menghubungkannya dengan hal mistik. Entah, apa yang sebenarnya terjadi?  Berikut penjelasan dari Konsultan Fengshui dan Arsitektur Haryanto Djajanegara.
 
Menurut Haryanto, hujan dan air itu dianggap oleh masyarakat Tiongkok sebagai pembawa rejeki. Dan di Tiongkok, bisanya perayaan imlek bertepatan dengan musim semi. Musim dimana orang mulai bertanam sehingga air hujan dibutuhkan untuk membawa kesuburan bagi tanaman.
 
"Jadi dianggap bahwa hujan itu bawa rejeki keberuntungan untuk bercocok tanam. Tanamanya akan subur," kata Haryanto saat dihubungi Surabaya Pagi, Jumat (12/02/2021).
 
Adanya kepercayaan hasil panen akan melimpah dengan hujan yang turun jelang musim semi akan membawa kebahagiaan dan keberuntungan ke depan ini pun menyebar luas ke berbagai negara, termasuk ke Indonesia.
 
Kendati dianggap sebagai pembawa rejeki, Haryanto mengaku tahun ini sungguh sangat ironis sekali. Melihat cuaca belakangan ini sepertinya alam sudah tidak alami lagi.
 
"Hukum alamnya sdh mulai mengalami perubahan yang gak wajar saja," akunya
 
Adanya perubahan tersebut lanjutnya, karena sifat manusia yang arogan dan semena-mena dalam memperlakukan alam. Adanya penebangan liar, pembangunan yang tidak memperhatikan amdal dan bentuk pembangunan lainnya merupakan bagian dari ketidakpedulian manusia kepada alam.
 
"(Jadi harus) back to basic dan back to nature. Hilangkan sifat serakah dan sifat tidak mau mengeksplotasi alam secara semena-mena," ucapnya
 
"Hidupkan kembali budaya cinta kepada alam menghormati alam ini karena mereka bagian dari kita. Sehingga hidup ini selaras dgn hukum alamnya, kita berikan yg terbaik buat alam ini dan alam pun akan merespon atas segala kebaikan kita itu," tambahnya. Sem

Berita Terbaru

Muktamar NU 2026 Masuk Babak Krusial, Tiga Tokoh Soroti Polemik AHWA dan Voting

Muktamar NU 2026 Masuk Babak Krusial, Tiga Tokoh Soroti Polemik AHWA dan Voting

Sabtu, 29 Agu 2026 21:43 WIB

Sabtu, 29 Agu 2026 21:43 WIB

SurabayaPagi, Jombang - Mekanisme pemilihan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2026-2031 memasuki babak baru. Para muktamirin kini…

Gizi Anak Jangan Jadi Korban Tekanan Ekonomi, Ahli Ungkap Cara Atur Menu Hemat

Gizi Anak Jangan Jadi Korban Tekanan Ekonomi, Ahli Ungkap Cara Atur Menu Hemat

Sabtu, 29 Agu 2026 16:56 WIB

Sabtu, 29 Agu 2026 16:56 WIB

SurabayaPagi, Jakarta – Tekanan ekonomi dan kenaikan biaya kebutuhan sehari-hari membuat keluarga harus semakin cermat mengatur pengeluaran. Namun, p…

Bulog Bersama Komisi VI DPR RI dan Bupati Lamongan Salurkan  Bantuan PBP

Bulog Bersama Komisi VI DPR RI dan Bupati Lamongan Salurkan Bantuan PBP

Sabtu, 29 Agu 2026 15:18 WIB

Sabtu, 29 Agu 2026 15:18 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Perum Bulog Cabang Bojonegoro bersama dengan anggota Komisi VI DPR RI Ahmad Labib dan Bupati Yuhronur Efendi, menyalurkan bantuan…

Jalan Buntu Pengelolaan Sampah Ponorogo, Pembangunan TPA Pengganti Batal Akibat Izin Lahan

Jalan Buntu Pengelolaan Sampah Ponorogo, Pembangunan TPA Pengganti Batal Akibat Izin Lahan

Sabtu, 29 Agu 2026 14:33 WIB

Sabtu, 29 Agu 2026 14:33 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo-Upaya penyelesaian masalah sampah di Kabupaten Ponorogo menemui jalan buntu lagi. Ini setelah Pemerintah Kabupaten Ponorogo menghadapi…

BRI Talun Komitmen Perkuat Pemberdayaan UMKM Lewat Produk, Layanan dan Pendampingan Relevan Pelaku Usaha

BRI Talun Komitmen Perkuat Pemberdayaan UMKM Lewat Produk, Layanan dan Pendampingan Relevan Pelaku Usaha

Sabtu, 29 Agu 2026 12:36 WIB

Sabtu, 29 Agu 2026 12:36 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - UMKM tidak hanya memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian lokal, tetapi juga dapat menjadi penghubung berbagai layanan…

Gegara Lupa Matikan Kayu Tungku, Rumah Kakek 73 Tahun di Blitar Hangus Terbakar

Gegara Lupa Matikan Kayu Tungku, Rumah Kakek 73 Tahun di Blitar Hangus Terbakar

Sabtu, 29 Agu 2026 12:33 WIB

Sabtu, 29 Agu 2026 12:33 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Lagi lagi kebakaran terjadi, kali ini milik rumah Kakek Jebrak 73 warga Desa Ngembul Kec.Binangun Kabupaten Blitar.  Peristiwa …