Suami Istri asal Kediri Jadi Sindikat Penjualan Satwa Dilindungi

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Seekor anakan Lutung Budeng terlihat ketakutan saat hendak disusui oleh salah satu petugas. SP/Arlana
Seekor anakan Lutung Budeng terlihat ketakutan saat hendak disusui oleh salah satu petugas. SP/Arlana

i

 

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya – Suasana Rabu (17/2/2021) pagi menjelang siang kemarin, ruangan Press Conference di Polda Jatim mendadak banyak teriakan burung kakak tua dan raungan beberapa hewan langka lainnya. Diantara Lutung dan burung Elang. Bahkan, ada anakan Lutung yang masih berusia bayi menyusui, pun terkadang meraung-raung meminta minum.

Yah, aneka satwa di ruang press Conference Polda Jatim itu bukan menjadi ajang jual beli satwa. Tetapi Polda Jatim membeberkan satwa-satwa langka yang nyaris dijual belikan secara illegal. Bersama-sama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Timur, Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Jatim, berhasil menggagalkan sindikat perdagangan puluhan satwa yang lucu dan menarik itu. Alhasil, tiga orang tersangka diamankan. Salah satunya suami istri.

Dari pengungkapan tindak pidana konservasi Sumber Daya Alam (SDA) Hayati dan Ekosistemnya tersebut, polisi berhasil mengamankan tiga orang tersangka dengan lokasi berbeda. Yakni  Novitzkha Ryantito / NR (26), bertempat tinggal di Suko, Sidoarjo. Serta sepasang suami istri Eno / VPE (29) dan Nur Khamila / NK (21).

"Kami menangkap tersangka pertama (NR) beserta barang buktinya," kata Kabid Humas Polda Jatim, Kombespol Gatot Repli Handoko, di hadapan awak media, pada Rabu (17/2/2021).

Gatot menjelaskan kronologi penangkapan, bermula pada hari Minggu (31/1/2021) sekitar pukul 20.00 WIB, anggota Unit I Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Jatim menemukan adanya informasi terkait penjualan satwa yang dilindungi di media sosial Facebook.

Selanjutnya, anggota berkoordinasi dengan BBKSDA untuk memastikan kebenaran postingan itu. Selang sehari kemudian, Senin (1/2/2021) dini hari sekitar pukul 01.00 WIB, Anggota Unit I Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus bersama petugas BKSDA langsung menuju ke rumah NR. Sesampainya di lokasi, petugas gabungan tersebut mendapati sejumlah satwa yang dilindungi.

Dari hasil penggeledahan, petugas berhasil menemukan satwa yang dilindungi, yakni 15 ekor Kakaktua Maluku dengan nama latin Cacatua Moluccensis.

Sedangkan, NR beserta barang bukti 2 sangkar besi, 30 buah paralon bekas tempat satwa, 14 buah keranjang plastik bekas tempat satwa, hingga 1 unit handphone Iphone 6s Plus warna silver diamankan ke Polda Jatim untuk proses lebih lanjut.

 

Tak Miliki Surat

Di hadapan penyidik, tersangka NR mengakui tak mengantongi legalitas yang sah terhadap 15 ekor Kakaktua Maluku itu. NR mengaku selama ini melakukan jual beli satwa-satwa tersebut melalui media sosial Facebook dengan nama akun @zein-zein.

Sementara Kasubdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Jatim AKBP Jimmy Tana mengungkapkan, dari hasil penangkapan tersangka NR, petugas selanjutnya melakukan pengembangan dan berhasil mengungkap kasus serupa yang masih satu jaringan dengan tersangka NR. Yakni, menjual satwa langka dan dilindungi melalui media sosial Facebook dengan nama akun; Enno Arekbonek Songolaspitulikur.

Selanjutnya, petugas gabungan memburu pelaku dengan mendatangi rumah Eno dan Nur Khamila pada Senin (8/2/2021) siang, di Perumahan Permata Biru, Kota Kediri. Ternyata disana ditemukan seekor Elang Brontok (Spizaetus cirrhatus) dan 8 ekor Lutung Budeng (Trachypithecus Auratus).

"Modus tersangka (Eno dan Nur Khamila) adalah memelihara dan menjual satwa dilindungi. Kami temukan Elang Brontok dan Lutung Budeng yang akan dijual melalui media online Facebooknya. Mereka memposting lalu menawarkan ke publik," terangnya sembari menunjukan barang bukti.

Jimmy menegaskan, pihaknya terpaksa tak menahan Nur Khalima, istri dari Eno, karena sedang hamil. "Yang bersangkutan tidak kami tahan, karena sedang hamil," imbuhnya.

 

Dari Hutan Malang

Kepada penyidik, para pelaku mengaku sebagai penadah satwa langka itu, lalu menjualnya ke penadah atau konsumen lainnya di sejumlah lokasi. Harga yang dibanderol pun bervariatif, mulai Rp 2 juta, sampai puluhan juta rupiah.

Saat diperiksa tersangka Eno mengaku baru baru saja. Dan saat Pandemi ini dirinya butuh uang. "Butuh uang mas," terangnya. Informasi, harga lutung budeng dijual sekitar Rp 2 hingga 3 jutaan. Dan lutung ini diambil dari hutan di kawasan Malang.

AKBP Jimmy Tana mengimbau, apabila masyarakat menemukan hal serupa untuk segera melapor kepada pihak kepolisian maupun BKSDA. Sebab, dengan laporan dan penanganan cepat, diharap bisa menyelamatkan populasi satwa langka yang tengah diambang kepunahan.

 

Bunuh Ekosistem

Terpisah, Kabid KSDA BKSDA Wilayah II Gresik Wiwied Widodo mengapresiasi kinerja dari Unit Ditreskrimsus Polda Jatim pasca berhasil mengungkap dan menangkap tiga pelaku yang menjual belikan satwa liar yang dilindungi.

Seperti salah satu contoh anakan hewan Lutung Budeng yang merupakan hewan langka. Pelaku memburu anakan hewan keluarga dari Cercopithecidae tersebut. Untuk mendapatkan anakan ini, tentu saja pelaku ini membunuh indukannya dan menebang pohon untuk menghindari monyet tersebut melompat.

Dalam penjelasannya Wiwied sangat menyayangkan jika Lutung Budeng ini diburu dan pada nantinya akan dibunuh untuk diambil cairan otaknya untuk dijadikan obat.

Selain demi mendapatkan Lutung, tentu saja aksi tersebut dapat merusak ekosistem hutan. "Cairan yang ada di otak Lutung ini sangat berkhasiat besar untuk obat, makanya banyak dari negara luar yang memesan untuk mendapatkan satwa ini," jelasn Wiwied.

Bahkan yang lebih ironis lagi adalah penangkapan Elang Brontok. Populasinya di Indonesia hanya tinggal sekitar 30%. "Maka dari itu kita akan merehabilitasi hewan-hewan tersebut untuk dilakukan perawatan dan penangkaran di balai," tandas Wiwied.

Jika dirasa sudah menunjukkan hasil yang membaik maka hewan tersebut akan dilepaskan kembali sesuai dengan habitatnya. Wiwied juga berharap agar para penggemar hewan Satwa langka jangan sampai berburu hewan tersebut karena habitatnya sudah mulai punah.

Akibat perbuatannya itu, 3 tersangka dijerat dengan pasal 40 ayat (2) juncto pasal 21 ayat (1) dan ayat (2) serta pasal 33 ayat (3), juncto Pasal 21 ayat (2) huruf a dan c dengan pidana penjara paling lama 5 tahun dan denda maksimal Rp 100 juta. nt/fm/cr2/ham

Berita Terbaru

Pria Asal Sampang Tewas Dibacok di Wonokusumo Surabaya, Polisi Dalami Motif dan Buru Pelaku

Pria Asal Sampang Tewas Dibacok di Wonokusumo Surabaya, Polisi Dalami Motif dan Buru Pelaku

Kamis, 30 Apr 2026 18:05 WIB

Kamis, 30 Apr 2026 18:05 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Aparat kepolisian masih menyelidiki kasus dugaan pembunuhan terhadap seorang pria bernama Hasan (37) yang ditemukan tewas di kawasan J…

KPK Perluas Penyidikan Kasus Maidi, ASN Pemkab Madiun Ikut Diperiksa

KPK Perluas Penyidikan Kasus Maidi, ASN Pemkab Madiun Ikut Diperiksa

Kamis, 30 Apr 2026 16:49 WIB

Kamis, 30 Apr 2026 16:49 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami kasus dugaan korupsi yang menjerat Wali Kota Madiun nonaktif, Maidi. Sejumlah s…

Lewat Poklahsar, Pemkab Sumenep Dongkrak Nilai Tambah Hasil Laut Nelayan

Lewat Poklahsar, Pemkab Sumenep Dongkrak Nilai Tambah Hasil Laut Nelayan

Kamis, 30 Apr 2026 14:52 WIB

Kamis, 30 Apr 2026 14:52 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sumenep - Melalui pembentukan Kelompok Pengolah dan Pemasar (Poklahsar), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Jawa Timur mendorong adanya…

Reklamasi Mengubah Nasib: Nelayan Mengare Gresik Kian Terhimpit, Dari Ratusan Ribu Kini Hanya Puluhan Ribu

Reklamasi Mengubah Nasib: Nelayan Mengare Gresik Kian Terhimpit, Dari Ratusan Ribu Kini Hanya Puluhan Ribu

Kamis, 30 Apr 2026 14:19 WIB

Kamis, 30 Apr 2026 14:19 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik — Kehidupan nelayan di Pulau Mengare, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik, kian terpuruk dalam beberapa tahun terakhir. Reklamasi p…

Komitmen Layani CJH, Pemkab Lamongan Kerahkan PPIH hingga KBIH

Komitmen Layani CJH, Pemkab Lamongan Kerahkan PPIH hingga KBIH

Kamis, 30 Apr 2026 12:37 WIB

Kamis, 30 Apr 2026 12:37 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Dalam rangka mendukung pelayanan jamaah calon haji pada musim haji 2026, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan mengerahkan…

Perkuat Sinergi dan Jaga Stabilitas Keamanan Wilayah, Polres Blitar Kota Gelar Apel Sabuk Kamtibmas 2026

Perkuat Sinergi dan Jaga Stabilitas Keamanan Wilayah, Polres Blitar Kota Gelar Apel Sabuk Kamtibmas 2026

Kamis, 30 Apr 2026 11:26 WIB

Kamis, 30 Apr 2026 11:26 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Polres Blitar Kota menggelar Apel Gelar Pasukan Sabuk Kamtibmas Tahun 2026 yang di gelar di halaman Mapolres Blitar Kota, Kamis…