SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Sebanyak 18 rumah di Desa Penanggal, Lumajang rusak, hingga atapnya terbawa angin. Setelah berakhirnya angin kencang tersebut warga Desa Penanggal Kecamatan Candipuro ini bergotong royong memperbaiki rumah-rumah warga.
Kepala Desa Penanggal Cik Ono menjelaskan, rata-rata warga mengeluhkan biaya perbaikan. Sehingga dengan terpaksa, perbaikan dilakukan dengan cara menutup atap rumah dengan terpal. Warga berharap adanya bantuan berupa asbes untuk perbaikan rumah mereka. Apalagi hujan masih sering kali terjadi, sehingga rumah mereka mengalami bocor.
" Ada 18 rumah warga di Desa Penanggal mengalami kerusakan. Kerusakan rumah di bagian atap. Tapi yang paling dibutuhkan warga berupa asbes untuk memperbaiki rumah mereka yang rusak akibat angin kencang," jelasnya, Kamis (18/2/2021).
Selain itu, akibat angin kencang tersebut yang berdampak rusaknya rumah, kini warga membutuhkan bahan atap rumah seperti genting dan asbes.
"Kerusakan rumah di bagian atap. Warga sekitar mulai memperbaiki rumah warga yang rusak. Warga membutuhkan asbes untuk perbaikan karena kalau hujan bocor," ujar Ardana, salah satu warga Desa Penanggal.
Tidak hanya Desa Penanggal, sebanyak 28 rumah warga di Desa Sukorejo Kecamatan Pasru Jambe juga terdampak angin kencang. Menurut BPBD Lumajang, total 46 rumah warga di 2 desa mengalami kerusakan di bagian atap rumah. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Dsy12
Editor : Redaksi