Perselisihan Tanah Wakaf di Sumenep Belum Temui Titik Terang

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Gus Hasan : Ketua Wakaf kab. Sumenep. SP/Ainur Rahman
Gus Hasan : Ketua Wakaf kab. Sumenep. SP/Ainur Rahman

i

Ketua Wakaf Sumenep: Itu adalah Tanah Wakaf

SURABAYA PAGI, Sumenep - Buntut dari perselisihan tanah wakaf Masjid Ladjuh Kelurahan Kepanjin Kabupaten Sumenep, belum menemukan titik terang, pengurus masjid dan penduduk yang bermukimin di areal tanah wakaf tersebut, terus disoal oleh famili keturunan para bangsawan.

Hal ini dikarenakan areal masjid yang menambah luas ke tanah warga yang sudah lama bermukim di areal masjid dan bangunan kantor kelurahan lama Kepanjin Kabupaten Sumenep

"Tanah wakaf itu warisan dari para leluhur, jadi yang berhak itu adalah pewarisnya, makanya  yang menempati sekarang jangan sampai di soal, apalagi diperuntukkan untuk areal Masjid Ladjuh, "ungkap Gus Hasan Ketua Wakaf Kab. Sumenep kepada Surabaya pagi kemarin.

Menurutnya, jika disoal, bahwa dirinya juga punya hak untuk menempati tanah wakaf tersebut, “Namun karena sudah ada yang lebih awal menempati jadi tolong dihargai jangan sampai diusik ketenangannya.” tegasnya.

"Banyaknya persoalan itu karena keturunannya tidak paham keberadaan tanah, jadi setelah tahu asal usulnya baru terjadi komplik, semestinya yang mengetahui itu memberikan penjelasan kepada keluarga family sembari memperlihatkan surat-surat yang sah, "ungkapnya.

Hasan mencontohkan, kantor Lurah yang lama  dibangun peruntukannya juga harus jelas , jangan sampai tidak jelas sebab masih ada famili yg lebih berhak atas tanah wakaf tersebut, kata dia. “Semestinya pengurus takmir Masjid Ladjuh harus juga terbuka pada famili, bukan memperlihat kan sertifikat tanah, sebab semua famili tahu jika tanah tersebut adalah tanah wakaf bukan pribadi,” kilahnya.

Diberitakan sebelumnya,  ketua takmir Masjid Lajuh, H. Nurul Hamzah mengaku memiliki sertifikat itu langsung dari orang tuanya, hanya belum bisa memperlihatkan keabsahannya saat dalam forum. 

Lurah Kepanjin, Ernawati mengaku berterima kasih atas penjelasan yang disampaikan ketua wakaf kab. Sumenep, terkait perselisihan tanah yang disoal diareal Masjid Ladjuh .

"Saya berterima kasih, atas penjelasan yang disampaikan oleh ketua Wakaf Sumenep, terkait persoalan tanah wakaf diareal Masjid Ladjuh" pungkasnya. Ar

 

 

 

 

Berita Terbaru

Gencar Tangani TBC, Pemkab Madiun Libatkan OPD Lintas Sektor hingga Tingkat Desa

Gencar Tangani TBC, Pemkab Madiun Libatkan OPD Lintas Sektor hingga Tingkat Desa

Selasa, 03 Nov 2026 14:14 WIB

Selasa, 03 Nov 2026 14:14 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Dalam rangka penanganan kasus Tuberkulosis (TBC), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun tengah gencar-gencarnya melakukan kolaborasi…

Bangun Ekosistem Transportasi Modern, Grab Siap Perkuat Koordinasi dengan Pemprov Jatim

Bangun Ekosistem Transportasi Modern, Grab Siap Perkuat Koordinasi dengan Pemprov Jatim

Selasa, 03 Nov 2026 13:58 WIB

Selasa, 03 Nov 2026 13:58 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Grab Indonesia menerima piagam apresiasi dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur atas kontribusi aktifnya mendukung pengembangan…

Pemkot Batu Bangun Sistem Terintegrasi Berkapasitas 100 Ton Tekan Sampah Wisata

Pemkot Batu Bangun Sistem Terintegrasi Berkapasitas 100 Ton Tekan Sampah Wisata

Selasa, 03 Nov 2026 13:04 WIB

Selasa, 03 Nov 2026 13:04 WIB

SURABAYAPAGI.com, Batu - Guna menekan beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA), Pemerintah Kota (Pemkot) Batu membangun sistem pengolahan sampah terintegrasi…

Ditarget Rampung Akhir November, Pemkot Surabaya Kebut Pembongkaran Bangunan Sungai Kalianak Tahap IV

Ditarget Rampung Akhir November, Pemkot Surabaya Kebut Pembongkaran Bangunan Sungai Kalianak Tahap IV

Selasa, 03 Nov 2026 13:01 WIB

Selasa, 03 Nov 2026 13:01 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Sebagai upaya dalam mengatasi potensi banjir, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus mempercepat normalisasi ruang Sungai…

Dituding Terlibat Kasus Mutilasi Madiun, Istri Sah Bagus Bantah dan Ungkap Aktivitasnya‎

Dituding Terlibat Kasus Mutilasi Madiun, Istri Sah Bagus Bantah dan Ungkap Aktivitasnya‎

Selasa, 03 Nov 2026 12:43 WIB

Selasa, 03 Nov 2026 12:43 WIB

‎SURABAYAPAGI.com, Madiun – Martha, istri sah Dwi Bagus Martono, membantah mengetahui maupun terlibat dalam kasus pembunuhan disertai mutilasi terhadap Dini Har…

Perkuat Pencegahan Perundungan di Sekolah, Pemkot Surabaya Libatkan 3.856 Guru Kelas

Perkuat Pencegahan Perundungan di Sekolah, Pemkot Surabaya Libatkan 3.856 Guru Kelas

Selasa, 03 Nov 2026 12:34 WIB

Selasa, 03 Nov 2026 12:34 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Sebagai upaya pencegahan perundungan di lingkungan sekolah, mulai dari jenjang SD hingga SMP, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya…