ODGJ Selama Pandemi Covid-19 di Kabupaten Blitar Meningkat

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Salah satu ODGJ saat di lepas dari pasungan oleh Petugas dengan  kawalan Polisi, selanjutnya untuk perawatan. SP/ Les
Salah satu ODGJ saat di lepas dari pasungan oleh Petugas dengan kawalan Polisi, selanjutnya untuk perawatan. SP/ Les

i

SURABAYAPAGI.com, Blitar -  Selain penyebaran Virus Corona-19 di Wilayah Kabupaten Blitar, rupanya Dinkes juga melirik keberadaan para ODGJ yang di dapati dalam pasungan.

Menurut Kepala Bidang Penvegahan Pemberantasan Penyakit Dinkes. Kab. Blitar Krisna Yekti  menyebutkan kasus pemasungan terhadap Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) ada peningkatan selama masa pandemi Covid-19.

Data yang dihimpun dari Dinkes  pada 2020 lalu, di dapati ada 9 ODGJ yang hidup dalam pasungan. Sembilan orang tersebut masih menurut Krisna, bahwa ODGJ yang kondisinya memang  sudah parah, kenyataanya pihak Dinkes saat melakukan pendataan ulang, di dapati ada tambahan baru yakni 19 ODGJ yang dipasung oleh keluarganya.

Menurut dr. Krisna Yekti yang mengatakan bahwa penambahan ODGJ yang terpasung itu berasal dari bebrerapa Kecamatan yakni, di Kecamatan Binangun, Kec. Kademngan, Kec. Srengat, Kec.Wonodadi, Kec. Ponggok, Kec. Nglegok, Kec. Sanankulon, Kec.Gandusari, Kec.Wates, dan Kec. Selorejo.

"Jadi kita temukan ada tambahan 10 OGDJ, dan sudah saya katakan tadi ODGJ dengan kondisi dalam keadaan terpasung awalnya ada 9 penderita, sekarang (Selasa 23/2/2021) bertambah orang jadi jumlahnya ada 19 ODGJ dalam keadaan terpasung," ujar Ibu Krisnadi kantornya.

Krisna Yekti kembali menambahkan, hampir satu tahun selama pandemi Covid-19, tenaga ahli penanganan pasien ODGJ dalam pasungan tidak memberikan layanan karena Kabupaten Blitar merupakan masuk sebagai zona bahaya dalam penularan Covid-19, sehingga terfokus ke sana, akibatnya banyak pasien ODGJ yang awalnya sudah lepas dari pasungan, oleh pihak keluarganya mereka kembali dipasung karena kambuh.

"Sehingga para tenaga ahli itu baru bisa melakukan pelayanan lagi sekitar November 2020 lalu, karena di msklumi selama pandemi Covid-19, mereka tidak memberikan pelayanan karena kondisi penularan Covid-19 di Kabupaten Blitar sempat mengkhawatirkan," jelas seorang ibu yan penuh keramahan ini.

Dengan tidak adanya pelayanan dari tenaga ahli tersebut, pihak keluarga biasanya memilih untuk melakukan pemasungan lagi jika pasien kambuh. 

 "Alasannya klasik ya teman teman, karena mereka pihak keluarga tidak mau ambil risiko, dan rata rata pihak  keluarga trauma dengan kondisi pasien, salah satunya bila mengamuk hingga mengancam nyawa," pungkas Krisna Yekti. Les

Berita Terbaru

Jelang Hari Kesaktian Pancasila, PLN Perkuat Keandalan Kelistrikan di Kota Pasuruan

Jelang Hari Kesaktian Pancasila, PLN Perkuat Keandalan Kelistrikan di Kota Pasuruan

Selasa, 22 Sep 2026 03:44 WIB

Selasa, 22 Sep 2026 03:44 WIB

SurabayaPagi, Pasuruan — Menjelang peringatan Hari Kesaktian Pancasila, PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) melalui Unit …

Antisipasi Banjir, PUBMSDA Kebut Proyek Rumah Pompa dan Pengerukan Sungai

Antisipasi Banjir, PUBMSDA Kebut Proyek Rumah Pompa dan Pengerukan Sungai

Senin, 21 Sep 2026 18:43 WIB

Senin, 21 Sep 2026 18:43 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo – Antisipasi banjir dilakukan Pemkab Sidoarjo sejak dini menjelang musim hujan. Untuk itu, Wakil Bupati Mimik Idayana memastikan p…

Petrokimia Gresik Sulap Produk Samping Jadi Penyaring Belerang, Raih Paten Inovasi Silika

Petrokimia Gresik Sulap Produk Samping Jadi Penyaring Belerang, Raih Paten Inovasi Silika

Senin, 21 Sep 2026 17:33 WIB

Senin, 21 Sep 2026 17:33 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Gresik – Produk samping industri yang selama ini membutuhkan ruang penyimpanan dan pengelolaan justru berhasil disulap PT Petrokimia Gresik m…

PDIP Minta Restrukturisasi OPD Tak Bebani APBD, Bupati Madiun Sebut  Lebih Efisien

PDIP Minta Restrukturisasi OPD Tak Bebani APBD, Bupati Madiun Sebut  Lebih Efisien

Senin, 21 Sep 2026 17:04 WIB

Senin, 21 Sep 2026 17:04 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Madiun memberikan perhatian terhadap rencana perubahan ketiga atas Peraturan Daerah Nomor 6 T…

Jelang Akhir Tahun Pemkab Ponorogo Kebut Proyek Fisik, DPRD Ingatkan Soal Kualitas

Jelang Akhir Tahun Pemkab Ponorogo Kebut Proyek Fisik, DPRD Ingatkan Soal Kualitas

Senin, 21 Sep 2026 17:03 WIB

Senin, 21 Sep 2026 17:03 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo— Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo mulai menggenjot pelaksanaan sejumlah pekerjaan fisik di tengah waktu pelaksanaan anggaran 2026 …

Peringatan HUT ke-81 PMI, Pemkot Mojokerto Apresiasi 23 Pendonor Darah Sukarela 75 Kali

Peringatan HUT ke-81 PMI, Pemkot Mojokerto Apresiasi 23 Pendonor Darah Sukarela 75 Kali

Senin, 21 Sep 2026 14:02 WIB

Senin, 21 Sep 2026 14:02 WIB

SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto– Semangat kemanusiaan terus mengalir di Kota Mojokerto. Dalam rangka memperingati HUT ke-81 Palang Merah Indonesia (PMI), sebanyak …