Petugas Pelayanan Publik Jadi Prioritas Vaksinasi Covid Tahap Kedua

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Petugas saat mempersipakan Vaksinasi di Kota Madiun untuk petugas kesehatan. SP/ MDN
Petugas saat mempersipakan Vaksinasi di Kota Madiun untuk petugas kesehatan. SP/ MDN

i

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 tahap ke dua di Kota Madiun kali ini diprioritaskan untuk petugas pelayanan publik. Prioritas vaksinasi tersebut agar pelayanan juga tak lumpuh dan semakin optimal. Tidak hanya pegawai di lingkup pemerintah kota. Tetapi juga ada unsur TNI, Polri, serta dari masyarakat, seperti, wartawan sampai tokoh agama.

Wali Kota Madiun Maidi menjelaskan, walupun belum semua Aparatur Sipil Negara (ASN) mendapatkan vaksin. Mereka yang memiliki mobilitas tinggi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat yang didahulukan. Salah satunya, relawan petugas penyemprot disinfektan hingga pemulasaran jenazah dan bidang pelayanan lain.

“Saat ini kita kena PPKM mikro dan pelayanan di pemerintahan harus 50 persen. Karena sudah divaksin dan disiplin protokol kesehatan, mereka bisa lebih percaya diri dan pelayanan bisa segera maksimal,’’ jelasnya, Kamis (25/2/2021).

Salah satu penerima vaksin tersebut adalah tokoh agama seperti kiai, pastur, dan lainnya. Mereka juga dilakukan vaksin karena juga memberikan pelayanan kepada masyarakat. Tokoh agama ini tentu memberikan khutbah kepada jemaah di tempat ibadah masing-masing. Karenanya, mereka juga menjadi prioritas dalam vaksinasi tahap kedua ini.

“Prinsipnya vaksin tahap dua ini juga menyasar masyarakat yang biasa melakukan pelayanan publik dalam kesehariannya. Pada saatnya nanti juga akan sampai kepada masyarakat secara umum. Semuanya sudah diatur dan tidak perlu resah,’’ ujarnya.

Pelayanan publik menjadi prioritas agar pemerintahan tetap berjalan optimal. Hal itu juga berkaitan dengan kepentingan masyarakat. Pelayanan juga tidak berjalan maksimal jika petugas-petugas yang sudah berjibaku setiap hari memberikan pelayanan kepada masyarakat banyak yang jatuh sakit.

“Seperti halnya tenaga kesehatan dan medis. Kalau ada yang terpapar Covid-19, mereka harus isolasi. Artinya, jumlah petugas berkurang. Minimnya petugas, berdampak pada pelayanan yang diberikan. Bahkan, pelayanan bisa lumpuh kalau tidak segera tertangani,’’ pungkasnya. Dsy12

 

Berita Terbaru

Seorang Laki-laki Asal Malang Tewas di Kamar Kos-kosan Blitar

Seorang Laki-laki Asal Malang Tewas di Kamar Kos-kosan Blitar

Kamis, 10 Sep 2026 15:56 WIB

Kamis, 10 Sep 2026 15:56 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Rabu ( 9 September 2026 ) pukul 17.00, warga Desa Tingal Kec.Garum Kab.Blitar di kejutkan adanya tewasnya seorang laki laki sekitar…

11 Anggota Fraksi Demokrat Absen saat Gubernur Bahas APBD 2027, Emil Pasang Badan

11 Anggota Fraksi Demokrat Absen saat Gubernur Bahas APBD 2027, Emil Pasang Badan

Kamis, 10 Sep 2026 15:53 WIB

Kamis, 10 Sep 2026 15:53 WIB

SURABAYAPAGI.COM, SURABAYA — Rapat Paripurna DPRD Provinsi Jawa Timur, Kamis (10/9/2026), dengan agenda penyampaian Nota Keuangan Gubernur atas Rancangan Perda …

Pemkot Mojokerto Dorong Perusahaan Tingkatkan Kesadaran Lindungi Pekerja lewat Jamsostek

Pemkot Mojokerto Dorong Perusahaan Tingkatkan Kesadaran Lindungi Pekerja lewat Jamsostek

Kamis, 10 Sep 2026 15:53 WIB

Kamis, 10 Sep 2026 15:53 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Wakil Wali Kota Mojokerto Rachman Sidharta Arisandi meminta perusahaan dan pemberi kerja meningkatkan kesadaran dalam memberikan…

UMKM di Bondowoso Keluhkan Stok Beras Premium dan Medium Menipis

UMKM di Bondowoso Keluhkan Stok Beras Premium dan Medium Menipis

Kamis, 10 Sep 2026 15:23 WIB

Kamis, 10 Sep 2026 15:23 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bondowoso - Baru-baru ini sejumlah pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mulai mengeluhkan kesulitan mendapatkan beras jenis premium…

Lewat Perjanjian Kerja Sama, Pemkab Tekan Angka Pernikahan Anak di Situbondo

Lewat Perjanjian Kerja Sama, Pemkab Tekan Angka Pernikahan Anak di Situbondo

Kamis, 10 Sep 2026 15:18 WIB

Kamis, 10 Sep 2026 15:18 WIB

SURABAYAPAGI.com, Situbondo - Melalui menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan para pihak yang berwenang Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo…

Petani Jombang Was-was, Harga Cengkeh Naik Tapi Hama dan Penyakit Mengancam

Petani Jombang Was-was, Harga Cengkeh Naik Tapi Hama dan Penyakit Mengancam

Kamis, 10 Sep 2026 15:16 WIB

Kamis, 10 Sep 2026 15:16 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jombang - Sejumlah petani cengkeh di Wonosalam, Jombang mulai merasa lega lantaran harga cengkeh mengalami kenaikan. Meski demikian, hal itu…