Sekolah Tatap Muka di Kota Mojokerto

Para Siswa Canggung Belajar dengan Masker dan Face Shield

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Siswa SDN Gedongan sedang berkomunikasi dengan Wali Kota Mojokerto Ning Ita Puspitasari saat pemberlakukan sekolah tatap muka di Kota Mojokerto, Senin (1/3/2021). SP/Dwy Agus Susanti
Siswa SDN Gedongan sedang berkomunikasi dengan Wali Kota Mojokerto Ning Ita Puspitasari saat pemberlakukan sekolah tatap muka di Kota Mojokerto, Senin (1/3/2021). SP/Dwy Agus Susanti

i

 

 

SURABAYAPAGI.COM, Mojokerto – Senin (1/3/2021) kemarin, Kota Mojokerto, kali pertama, memberlakukan pembelajaran tatap muka (PTM) untuk tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). PTM di Kota Mojokerto juga sebagai kota pertama di Jawa Timur yang menerapkan pembelajaran tatap muka ini. Alhasil, murid SD dan SMP terlihat sangat antusias.

Setelah hampir satu tahun, diberlakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ), Senin (1/3/2021) kemarin, siswa-siswi SDN Gedongan terlihat gembira. Dari pantauan wartawan Surabaya Pagi di Mojokerto, ekspresi siswa-siswi SDN Gedongan kelas 1 sampai kelas 6 pun cukup ekspresif. Mereka bisa bertemu dengan teman-temannya.

Dengan menerapkan protokol kesehatan ketat dan pembatasan kelas hanya diisi 50 persen. Siswa-siswi itu masih terlihat canggung. Mereka diharuskan memakai masker dan face shield.

Bahkan, satu kelas yang berukuran kurang lebih 6 x 8 meterpersegi ini diisi sekitar 12 meja untuk 12 siswa-siswi. Baik guru pengajar dan para siswa diharuskan mengikuti standar prokes yang telah ditetapkan.

“Gerah yahh.. Biasanya gak pakai ini (sambil menunjuk masker dan face shield). Tapi senang bisa ketemu teman lagi,” celetuk salah satu siswa yang duduk di bangku bersekat plastik tipis pelindung.

Apalagi, Senin pagi kemarin, PTM di SDN Gedongan langsung disidak oleh Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari bersama jajaran dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Mojokerto Amin Wachid serta Komisi III DPRD Kota Mojokerto.

Wali Kota Ika memastikan penerapan protokol kesehatan, sekaligus melihat model pembelajaran yang diterapkan di tengah pandemi Covid-19. Selain di SDN Gedongan, rombongan Wali Kota Ika juga meninjau di SD Katolik Wijana Sejati dan SMPN 2 Kota Mojokerto.

"Seperti yang tercantum di dalam perwali 55 tahun 2020, setiap pembelajaran tatap muka ruang kelas hanya boleh di isi maksimal 50 persen saja. otomatis sisa 50 persen harus dilakukan pembelajaran pada versi yang berbeda,” jelas Ika di sela-sela peninjauan di SDN Gedongan, Senin (1/3/2021).

Ning Ita menyebut, PTM ini dibagi menjadi dua sesi. Setiap sesi dijadwalkan masuk di jam dan hari yang berbeda.  "Antara sesi 1 dan sesi 2 ini mereka tidak dipertemukan, ini agar tidak terjadi kerumunan,” ungkapnya.

“Jadi jam pulang dengan jam datang diberi tenggang waktu, sehingga mereka tidak saling bertemu di sekolah. Ini sudah menjelang akhir tahun pembelajaran, artinya akan ada ujian akhir. Sebelum ujian akhir, ada cuti yang agak panjang maka ini kesempatan sangat terbatas, 6 minggu sebelum ujian akhir,” lanjutnya.

Ning Ita menambahkan, jika ada orang tua yang tidak mengizinkan anaknya mengikuti kegiatan PTM karena sakit diperbolehkan. Karena orang tua yang memiliki kewenangan untuk mengizinkan anaknya untuk mengikuti PTM.

Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Kota Mojokerto Agus Wahjudi Utomo mengatakan, pihaknya mendukung setiap kebijakan pemerintah kota Mojokerto dalam hal pelaksanaan pendidikan, termasuk diantaranya PTM SD dan SMP ini.

"Sudah sepantasnya pelaksanaan pembelajaran tatap muka ini dikawal dengan konsisten dan setiap seminggu sekali diadakan evaluasi,” tuturnya.

Politisi Golkar ini yakin bahwa anak-anak usia muda ini masih mempunyai kekuatan dan imunitas yang luar biasa.

"Karena mereka masih muda, jadi kekebalan tubuhnya juga baik. Dan saya yakin guru dan pemerintah juga tidak akan mengabaikan protokol kesehatan yang berlaku," pungkasnya. dwy/cr2/rmc

Berita Terbaru

Tuntutan Kasus Pengerukan Kolam Pelabuhan Tanjung Perak: Jaksa Sebut Tak Ada Aliran Dana Proyek ke Terdakwa

Tuntutan Kasus Pengerukan Kolam Pelabuhan Tanjung Perak: Jaksa Sebut Tak Ada Aliran Dana Proyek ke Terdakwa

Kamis, 06 Agu 2026 14:36 WIB

Kamis, 06 Agu 2026 14:36 WIB

SurabayaPagi, Surabaya — Sidang lanjutan perkara proyek pengerukan kolam Pelabuhan Tanjung Perak dengan agenda pembacaan tuntutan terhadap terdakwa AWB, HES, E…

Pasca Mangkir karena Sakit, Eks Ketua DPRD Ponorogo Penuhi Panggilan Kejari Terkait Kasus Tunjangan Perumahan

Pasca Mangkir karena Sakit, Eks Ketua DPRD Ponorogo Penuhi Panggilan Kejari Terkait Kasus Tunjangan Perumahan

Kamis, 06 Agu 2026 13:09 WIB

Kamis, 06 Agu 2026 13:09 WIB

PONOROGO, Surabaya Pagi– Mantan Ketua DPRD Ponorogo periode 2019–2024, Sunarto, akhirnya memenuhi panggilan penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Ponorogo, Kamis (…

HUT ke-702, Pemkab Blitar Gelar ‘Pisowanan Agung’ di Pendopo Ronggo Hadi Negoro

HUT ke-702, Pemkab Blitar Gelar ‘Pisowanan Agung’ di Pendopo Ronggo Hadi Negoro

Kamis, 06 Agu 2026 13:06 WIB

Kamis, 06 Agu 2026 13:06 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Pemerintah Kabupaten Blitar menggelar acara inti Hari Jadi Kabupaten Blitar ke-702 bertajuk Pisowanan Agung pada Rabu 5 Agustus 2026…

Dipicu Turunnya Harga Hortikultura, Kota Madiun Alami Deflasi 0,12 Persen

Dipicu Turunnya Harga Hortikultura, Kota Madiun Alami Deflasi 0,12 Persen

Kamis, 06 Agu 2026 13:01 WIB

Kamis, 06 Agu 2026 13:01 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Dipicu penurunan harga sejumlah komoditas hortikultura, terutama bawang merah, Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Madiun mencatat Kota…

Pemkab Madiun Bangun Sumur Bor di 30 Titik Puluhan Desa Terancam Kekeringan

Pemkab Madiun Bangun Sumur Bor di 30 Titik Puluhan Desa Terancam Kekeringan

Kamis, 06 Agu 2026 12:54 WIB

Kamis, 06 Agu 2026 12:54 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Melihat fenomena kekeringan di musim kemarau panjang, membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun, tengah fokus membangun sumur bor…

Terkendala Lahan, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Madiun Baru Ada 4 Gerai

Terkendala Lahan, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Madiun Baru Ada 4 Gerai

Kamis, 06 Agu 2026 12:47 WIB

Kamis, 06 Agu 2026 12:47 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Menindaklanjuti program pemerintah pusat terkait Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP). Hal itu karena masih terkendala ketersediaan…