Mantan Menteri Susi Minta Bulog Fight Tolak Impor Beras

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ratusan ribu ton beras impor tak terpakai di Gudang Bulog, Jakarta, Kamis (18/3/2021). Sp/setneg/merdeka
Ratusan ribu ton beras impor tak terpakai di Gudang Bulog, Jakarta, Kamis (18/3/2021). Sp/setneg/merdeka

i

 

Polemik Antar Pembantu Presiden Jokowi

 

 

 

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta -Mantan menteri kelautan dan perikanan Susi Pudjiastuti meminta Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso fight tolak impor beras yang diminta Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Perdagangan Lutfi.

"Pak Buwas, panen tahun ini sangat bagus. Jangan mau untuk impor. Please fight Pak," pint Susi melalui cuitan di akun media sosial Twitter pribadinya @susipudjiastuti pada Kamis (18/3/2021). Soal rencana impor beras sepekan ini jadi polemik diantara pembantu presiden, mantan menteri dan tokoh - tokoh oposisi. Menurut Susi, impor beras memang tidak diperlukan karena potensi produksi dari panen tahun ini sangat bagus.

 

Kita tak Putuskan Impor

Buwas mengatakan rencana impor beras berasal dari ide Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi.

"Data BPS menyampaikan Maret, April, Mei itu surplus. Itu yang kami jadikan pedoman. Sehingga saat kita rakortas (rapat koordinasi terbatas), kita tidak memutuskan impor. Hanya, kebijakan Pak Menko dan Pak Mendag, kami akhirnya dikasih penugasan tiba-tiba untuk melaksanakan impor," ungkap Buwas.

 

Bulog tak Minta Impor

Buwas mengingatkan rencana impor muncul bukan atas permintaan Bulog.

Ia mengatakan Bulog tidak meminta impor karena percaya dengan data potensi produksi beras dari panen raya yang sudah diprediksi oleh Badan Pusat Statistik (BPS).

Berdasarkan data, produksi beras diperkirakan mencapai 14,54 juta ton pada Januari-April 2021.

Jumlahnya lebih tinggi dari Januari-April 2019 dan Januari-April 2020, masing-masing 13,63 juta ton dan 11,46 juta ton.

Ditegaskan oleh Buwas rencana impor beras merupakan ide dari Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi.

"Data BPS menyampaikan Maret, April, Mei itu surplus. Itu yang kami jadikan pedoman. Sehingga saat kita rakortas (rapat koordinasi terbatas), kita tidak memutuskan impor. Hanya, kebijakan Pak Menko dan Pak Mendag, kami akhirnya dikasih penugasan tiba-tiba untuk melaksanakan impor," ungkap Buwas.

 

Impor untuk Intervensi Harga

Sementara, Mendag Lutfi mengatakan impor sengaja disiapkan untuk intervensi harga di pasar melalui operasi pasar (OP) lewat Perum Bulog apabila terjadi kenaikan harga beras.

“Soal jumlah, harga, dan waktu (impor) itu ada di kantong saya. Saya akan pakai itu hanya pada saat-saat tertentu untuk mengintervensi pasar, yang biasanya kejadian itu adalah memastikan bahwa harga sesuai dengan harga internasional dan kemampuan masyarakat, artinya kalau harga naik terus masyarakat tidak mampu ya kami harus intervensi," jelas Lutfi.

 

Impor baru Rencana

Sedangkan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan impor sejatinya baru rencana. Tapi, belum pasti kapan akan direalisasikan.

"Jujur, ingin saya katakan dalam forum ini bahwa rencana impor itu baru dalam wacana dan saya sama sekali belum melihat ada keputusan yang pasti terhadap itu," kata Syahrul. n erc/rmc

Berita Terbaru

Data Pribadi di Website Resmi Rawan disalahgunakan, Fraksi PDI-P Minta Pemprov Lakukan Langkah Serius

Data Pribadi di Website Resmi Rawan disalahgunakan, Fraksi PDI-P Minta Pemprov Lakukan Langkah Serius

Minggu, 27 Sep 2026 07:05 WIB

Minggu, 27 Sep 2026 07:05 WIB

SURABAYAPAGI.COM, SURABAYA - Penyalahgunaan identitas untuk pinjaman online (pinjol) ilegal menjadi perhatian Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur. Pemprov…

Dari Desa, Imigrasi Perkuat Pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang dan Penyelundupan Manusia

Dari Desa, Imigrasi Perkuat Pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang dan Penyelundupan Manusia

Sabtu, 26 Sep 2026 14:30 WIB

Sabtu, 26 Sep 2026 14:30 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Jajaran Imigrasi se-Jawa Timur memperkuat pengawasan keimigrasian berbasis desa melalui program Desa Binaan Imigrasi (DBI) dan…

KAI Daop 7 Madiun Salurkan Bantuan TJSL Rp445 Juta untuk Fasilitasi Pendidikan, Lingkungan dan Sosial

KAI Daop 7 Madiun Salurkan Bantuan TJSL Rp445 Juta untuk Fasilitasi Pendidikan, Lingkungan dan Sosial

Sabtu, 26 Sep 2026 11:28 WIB

Sabtu, 26 Sep 2026 11:28 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 7 Madiun kembali menunjukkan komitmennya terhadap tanggung jawab sosial kepada masyarakat,…

Lewat Bantuan Beasiswa, Pemkab Dorong Anak Tetap Sekolah di Lumajang

Lewat Bantuan Beasiswa, Pemkab Dorong Anak Tetap Sekolah di Lumajang

Sabtu, 26 Sep 2026 08:35 WIB

Sabtu, 26 Sep 2026 08:35 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Melalui bantuan pendidikan berupa beasiswa, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas)…

ULTIMA II Hadir di Surabaya, Perkenalkan Inovasi Teknologi CollaSence™ melalui Beauty Exhibition 

ULTIMA II Hadir di Surabaya, Perkenalkan Inovasi Teknologi CollaSence™ melalui Beauty Exhibition 

Sabtu, 26 Sep 2026 08:23 WIB

Sabtu, 26 Sep 2026 08:23 WIB

SURABAYA PAGI, Surabaya – Memahami kebutuhan kulit menjadi salah satu langkah penting dalam menentukan ritual perawatan yang sesuai kebutuhan. Berangkat dari k…

Menteri Haji Ungkap Kendala Biaya Haji 2027, Tarif Penerbangan Saudia Airlines Masih Lebih Mahal 

Menteri Haji Ungkap Kendala Biaya Haji 2027, Tarif Penerbangan Saudia Airlines Masih Lebih Mahal 

Jumat, 25 Sep 2026 22:11 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 22:11 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Menteri Haji Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan mengungkapkan pembahasan biaya penyelenggaraan ibadah haji 2027 masih berlangsung. S…