Menengok Wisata Laut SNQ yang Kini Semakin Merana

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Pengunjung wisata laut SNQ yang kini semakin sepi. SP/SAMMY MANTOLAS
Pengunjung wisata laut SNQ yang kini semakin sepi. SP/SAMMY MANTOLAS

i

SURABAYAPAGI, Surabaya - Dari gerbang masuk terminal Gapura Surya Nusantara (GSN) pelabuhan Tanjung Perak, tulisan Surabaya North Quay (SNQ) terlihat jelas oleh pengunjung.

Wisata laut yang dikelola oleh Pelindo Properti Indonesia (PPI) memang punya daya tarik tersendiri. Tak heran bila kapal pesiar seperti Aida Vita milik Jerman dan Geting Dream asal Hong Kong selalu singgah di SNQ Pelabuhan Tanjung Perak.

Namun kini cerita kapal pesiar luar negeri yang nangkring di SNQ, hanya tinggal kenangan. Semua terjadi pasca covid-19 menginvasi Indonesia pada akhir Februari 2020 lalu.

Interior yang didesain dengan menggunakan rumput sintetis hijau, payung parasol, bean bag warna warni, dan kursi kayu, yang biasa dipakai untuk berswafoto kini bak benda mati yang tak berfungsi.

Saat saya naik ke lantai 3 SNQ, rooftop yang biasanya ramai pengunjung dan teriakan anak-anak, kini hanya diisi meja dan kursi tanpa suara. Sunyi dan sepi begitu gambaran SNQ saat ini.

Walau SNQ dibuka, pengunjung tak seramai masa jayanya seperti tahun 2019. Fakhrul, salah satu petugas SNQ pun membenarkan akan hal tersebut.

"Berkurangnya hampir 70 persen," kata Fakhrul saat saya membeli tiket masuk SNQ, Minggu (21/03/2021).

Lokasi SNQ berada di lantai 2 dan 3 terminal GSN. Lantai 2 biasanya dipakai oleh pengunjung bila ingin menikmati pemandangan laut menggunakan kapal pesiar. Sementara lantai 3 adalah rooftop. Di tempat inilah para pengunjung biasanya berswafoto ria, sembari melihat kapal-kapal lalu lalang membelah perairan Surabaya dan Madura. 

Di lantai 3, juga berjejer rapi para pedagang UMKM. Kurang lebih ada sekitar 20 gerai yang menjual berbagai produk jajanan. Mulai dari minuman hingga makanan disuguhkan oleh para UMKM ini.

Akibat sepinya pengunjung, omzet mereka pun ikut menurun. Tak tanggung-tanggung, penurunannya pun hampir mencapai 80 persen. 

"Sekarang kalau weekend hanya Rp 500 ribu sampai Rp 600 ribu. Padahal dulu bisa Rp 2 juta, kadang Rp 3 juta. Apalagi kalau ada kapal pesiar, bisa lebih malah," kata Wiwi salah satu penjual Takoyaki.

Belum juga satu jam di rooftop SNQ, muncul 2 sejoli dengan gaya kasual. Mereka adalah Ahmad dan Riza. Dua sejoli ini mengaku berasal dari Jakarta dan ingin mengikuti rekrutmen di Pelindo III.

Kesan pertama mereka soal SNQ pun cukup menarik. Dapat merasakan tiupan angin laut dan pemandangan kapal di pelabuhan dari lantai 3 seolah menjadi pengalaman baru tersendiri bagi mereka.

"Bagus tempatnya, hanya kalau di instagram itu ada kapalnya, tapi ini kok gak ada. Tapi tetap indah kok," kata Riza.

Walau tak sesuai harapan, mereka tetap berswafoto dengan latar laut dan beberapa kapal kecil di tengah laut. Teriknya matahari yang semakin meninggi, tak menjadi halangan bagi mereka berswafoto.

Soal menurunya pengunjung sebelumnya pernah disampaikan oleh Siska Novera salah satu staf Pelindo Properti Indonesia (PPI). Sebelum pandemi, jumlah pengunjung dalam sehari berada di kisaran 300 orang hingga 500 orang. Bahkan saat weekend, jumlah tersebut bisa lebih dari itu. Namun kini jumlah tersebut berkurang hingga setengah.

Pandemi memang berdampak besar bagi segala sektor tak terkecuali aktivitas pelabuhan dan wisata laut laiknya SNQ.

"Iya benar mas, saya kira memang semuanya terdampak," kata Siska pada 8 Februari lalu.sem

Berita Terbaru

Ops Ketupat Semeru 2026, Polres Blitar Lakukan Pemantauan di Stasiun Wlingi

Ops Ketupat Semeru 2026, Polres Blitar Lakukan Pemantauan di Stasiun Wlingi

Senin, 16 Mar 2026 16:46 WIB

Senin, 16 Mar 2026 16:46 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Blitar - Jelang lebaran mendatang yang kurang beberapa hari lagi, personel Polres Blitar pada Senin (16/3) melaksanakan monitoring arus mudik…

Rapor Kinerja dari Pusat Meningkat, Wali Kota  Sebut Berkat Kekompakan Masyarakat

Rapor Kinerja dari Pusat Meningkat, Wali Kota  Sebut Berkat Kekompakan Masyarakat

Senin, 16 Mar 2026 16:37 WIB

Senin, 16 Mar 2026 16:37 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto – Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menyampaikan bahwa kinerja Pemerintah Kota Mojokerto pada tahun pertama periode keduanya m…

Indonesia Darurat Sampah, Pemkot Mojokerto Genjot Gerakan Pilah Sampah dari Rumah

Indonesia Darurat Sampah, Pemkot Mojokerto Genjot Gerakan Pilah Sampah dari Rumah

Senin, 16 Mar 2026 16:36 WIB

Senin, 16 Mar 2026 16:36 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Pemerintah Kota Mojokerto menggencarkan gerakan pemilahan sampah dari rumah tangga guna menekan timbunan sampah dan meningkatkan…

Pesona Pantai Karanggongso, Jadi Primadona Baru Kawasan Selatan Pulau Jawa

Pesona Pantai Karanggongso, Jadi Primadona Baru Kawasan Selatan Pulau Jawa

Senin, 16 Mar 2026 15:01 WIB

Senin, 16 Mar 2026 15:01 WIB

SURABAYAPAGI.com, Trenggalek - Pantai Karanggongso, yang juga dikenal sebagai Pantai Pasir Putih Trenggalek, menyimpan keindahan bak keindahan Labuan Bajo.…

Per Februari 2026, Penjualan Mobil Listrik Global Alami Penurunan 11 Persen

Per Februari 2026, Penjualan Mobil Listrik Global Alami Penurunan 11 Persen

Senin, 16 Mar 2026 14:42 WIB

Senin, 16 Mar 2026 14:42 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Kabar kurang menyenangkan datang dari segmen mobil listrik yang saat ini mengalami penurunan penjualan secara global yang dipicu…

Emil Dardak Update Dapur MBG di Jatim, Suspend 788 Tersisa 213 SPPG

Emil Dardak Update Dapur MBG di Jatim, Suspend 788 Tersisa 213 SPPG

Senin, 16 Mar 2026 14:37 WIB

Senin, 16 Mar 2026 14:37 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Evaluasi operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jawa Timur mulai menunjukkan hasil. Jumlah dapur yang sempat…