Eropa Mulai Dihantam Gelombang Ketiga Pandemi Covid-19

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Sejumlah staf bekerja di pintu masuk lokasi vaksinasi Covid-19 di Berlin, ibu kota Jerman. SP/ SBY
Sejumlah staf bekerja di pintu masuk lokasi vaksinasi Covid-19 di Berlin, ibu kota Jerman. SP/ SBY

i

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Gelombang ketiga pandemi Covid-19 pun mulai menghantam Eropa. Selain itu, varian baru Virus Corona bermunculan hingga menyebabkan klaster penularan baru. Sejumlah negara di Eropa terpaksa memberlakukan kembali karantina wilayah atau lockdown kembali jadi solusi masalah tersebut.

Salah satunya Belanda. Pemerintah Negeri Kincir Angin itu memperpanjang lockdown hingga 20 April. Perdana Menteri Belanda Mark Rutte menyatakan, lockdown diperpanjang karena meningkatnya jumlah kasus infeksi Covid-19 dan rawat inap di rumah sakit. Selain Belanda, Jerman juga menerapkan kebijakan serup. Kanselir Angela Merkel mengumumkan Jerman kembali lockdown karena adanya lonjakan baru infeksi Virus Corona.

"Jumlah pasien Covid-19 yang mendapat perawatan intensif semakin meningkat. Gelombang ketiga mulai terlihat. Oleh karena itu, paket tindakan (lockdown) saat ini diperpanjang. Saya mengerti (keputusan) ini mengecewakan. Saya memahami (adanya) ketidaksabaran. Namun, jumlah kasus infeksi Virus Corona baru sedang meningkat " kata Rutte, dikutip Minggu (28/3/2021)

Selain Belanda, Jerman juga menerapkan kebijakan serup. Kanselir Angela Merkel mengumumkan Jerman kembali lockdown karena adanya lonjakan baru infeksi Virus Corona.

"Situasinya serius. Jumlah kasus meningkat secara eksponensial dan tempat tidur perawatan intensif terisi lagi," ungkap Merkel.

Di Polandia, yang mengalami jumlah kasus harian terbanyak sejak November, upaya baru telah memaksa toko-toko non-esensial dan fasilitas lain untuk tutup selama tiga pekan. Toko-toko non-esensial juga tutup di Ibu Kota Ukraina, Kyiv, dimana hanya pasar makanan yang diperbolehkan buka. 

Sementara itu, sekitar sepertiga populasi Perancis berada dalam karantina wilayah setelah pembatasan diberlakukan pada Jumat 19 Maret di Paris dan beberapa kawasan lain di sebelah utara dan selatan negara itu.

Selain menghadapi gelombang ketiga pandemi Covid-19, para pemimpin Uni Eropa juga kesulitan untuk menyelesaikan perselisihan tentang distribusi suntikan vaksin Covid-19. Mereka tengah berupaya meningkatkan vaksinasi untuk 27 negara di tengah kekurangan pasokan vaksin, lonjakan kasus karena varian baru Covid-19, dan perselisihan dengan Inggris.

"Kita berada pada awal gelombang ketiga di Eropa, dan di banyak negara anggota Eropa, penularan meningkat lagi," kata Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen setelah pertemuan puncak para pemimpin Uni Eropa secara virtual.

Solusinya adalah jangan kendor mengikuti protokol kesehatan. Testing dan tracing juga  tidak boleh dilupakan meski jutaan orang sudah mendapat vaksin, menurut Ketua Umum Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Ede Surya Darmawan.

"Varian baru ya bisa menyebar ke manapun. Prinsipnya begini: yang harus diwaspadai adalah proses penularan. Hal itu terus berjalan, karena itu proses pencegahan harus terus dilakukan," jelas Ede.

Ede mengingatkan, vaksinasi tidak bisa melindungi 100 persen, terbukti dengan kasus-kasus tertular sesudah mendapatkan dua dosis vaksin. Selain itu, laju vaksinasi di Indonesia juga masih 350 ribu dosis per hari.

Menurut dia, masalah dari varian baru Covid-19 ini adalah penularan yang lebih cepat. Vaksin Sinovac dianggap masih bisa efektif, sebab varian baru ini tidak menunjukan bahwa vaksinnya lebih kebal. Dsy5

Berita Terbaru

Kecelakaan di Tol Madiun, Empat Suporter PSS Sleman Tewas dalam Perjalanan ke Surabaya ‎

Kecelakaan di Tol Madiun, Empat Suporter PSS Sleman Tewas dalam Perjalanan ke Surabaya ‎

Minggu, 18 Okt 2026 20:22 WIB

Minggu, 18 Okt 2026 20:22 WIB

‎SURABAYAPAGI.com, Madiun – Empat suporter PSS Sleman tewas setelah minibus yang mereka tumpangi menabrak truk tronton di KM 616+200 jalur A Tol Nga…

Hadiri Jatim Creative Connect 2026, Ponorogo Siap Kolaborasi Perluas Jejaring

Hadiri Jatim Creative Connect 2026, Ponorogo Siap Kolaborasi Perluas Jejaring

Minggu, 18 Okt 2026 17:06 WIB

Minggu, 18 Okt 2026 17:06 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Blitar — Kabupaten Ponorogo membuka peluang kolaborasi dengan berbagai daerah di Jawa Timur untuk memperkuat jejaring kota kreatif. Upaya ini …

Soroti Penanganan Perkara BBM Bersubsidi di Sumenep, Pengacara Agus Minta Propam dan Irwasum Turun Tangan

Soroti Penanganan Perkara BBM Bersubsidi di Sumenep, Pengacara Agus Minta Propam dan Irwasum Turun Tangan

Minggu, 18 Okt 2026 16:58 WIB

Minggu, 18 Okt 2026 16:58 WIB

SURABAYA PAGI, Sumenep-Kuasa hukum Agus, H. Muhammad Siddik meminta Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri, Inspektorat Pengawasan Umum (Irwasum) Polri,…

Bupati Subandi Bakal Renov Liponsos Dan Janji Carikan Pekerjaan Penghuninya

Bupati Subandi Bakal Renov Liponsos Dan Janji Carikan Pekerjaan Penghuninya

Minggu, 18 Okt 2026 16:26 WIB

Minggu, 18 Okt 2026 16:26 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Pemkab Sidoarjo menyiapkan program pemberdayaan bagi warga binaan yang telah dinyatakan sembuh. Fasilitas Liponsos Sidoarjo bakal…

Spogomi Sesi Dua, Walikota Ning Ita Dorong Kolaborasi Lingkungan dalam Memungut dan Memilah Sampah

Spogomi Sesi Dua, Walikota Ning Ita Dorong Kolaborasi Lingkungan dalam Memungut dan Memilah Sampah

Minggu, 18 Okt 2026 15:57 WIB

Minggu, 18 Okt 2026 15:57 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto – Upaya membangun kepedulian terhadap pengelolaan sampah terus dilakukan Pemerintah Kota Mojokerto melalui pendekatan k…

Ning Ita Dorong Keterlibatan Generasi Muda Kota Mojokerto Jaga Indonesia ASRI

Ning Ita Dorong Keterlibatan Generasi Muda Kota Mojokerto Jaga Indonesia ASRI

Minggu, 18 Okt 2026 15:50 WIB

Minggu, 18 Okt 2026 15:50 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto – Pemerintah Kota Mojokerto terus mendorong keterlibatan generasi muda dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui gerakan Green A…