Kesal Dibeda-bedakan, Pemuda Aniaya Keluarga Hingga Kritis

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander saat konferensi pers kasus penganiayaan di Mapolres Mojokerto. SP/Dwy Agus Susanti
Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander saat konferensi pers kasus penganiayaan di Mapolres Mojokerto. SP/Dwy Agus Susanti

i

SURABAYAPAGI.COM, Mojokerto - Kesal karena sering di banding-bandingkan menjadi alasan Danang Marko Pambudi (17) menganiaya Bapak, Ibu dan adik kandungnya hingga kritis.

Pemuda punk yang memiliki banyak tatto di sekujur tubuhnya ini memukul ketiganya dengan menggunakan martil secara bertubi-tubi.

Kapolres Mojokerto, AKBP Dony Alexander menjelaskan, penganiayaan tersebut didasari rasa sakit hati terhadap kedua orang tua yang dipendam sejak kecil oleh pelaku.

Lantaran saat peristiwa dia mendengarkan musik yang berisikan lirik ungkapan sakit hati menggunakan headset.

Seketika itu juga terlintas pikiran untuk menganiaya ayah kandungnya Sugianto (50) di ruang tengah saat masih tertidur pulas pada Rabu dini hari (31/3) sekitar pukul 01.30 WIB.

Kronologinya, usai memukulkan martil atau palu dikepala ayahnya sebanyak satu kali, pelaku Danang masuk ke kamar ibunya Tatik Kuswatin (46), yang juga tertidur pulas.

Di sana, ia langsung memukul kepala ibu kandungnya sebanyak empat kali hingga tak bergerak. Tak sampai disitu, melihat ayahnya yang berusaha bangun dengan sadis pelaku kembali menghantamkan martil ke korban sebanyak empat kali.

Nahasnya, adik kandung pelaku DR, 8 tahun terbangun dan melihat kejadian itu juga dipukul menggunakan martil yang sama sebanyak empat kali.

"Motifnya sakit hati karena selalu di beda-bedakan dengan adiknya," jelasnya.

Dony menyebut, pelaku saat dilakukan pemeriksaan juga mengakui telah melakukan penganiayaan dengan sengaja dan berencana terhadap kedua orang tua dan adik kandungnya.

"Jadi pelaku ini memang sudah merencanakan, sepulang dari warung kopi, pelaku ini mencari peralatan akhirnya menemukan palu. Pelaku beraksi memukuli bapak, ibu dan adik dengan palu saat tertidur lalu keluar rumah," pungkasnya.

Dony menyebut, pelaku yang juga residivis dalam kasus asusila tahun 2019 ini berhasil diringkus di Terminal Kerta Jaya, Kota Mojokerto sekitar pukul 09.00 WIB, Kamis, 31Maret 2021.

Ia rupanya berniat melarikan diri ke Solo, usai menganiaya keluarganya sendiri dengan sadis dan mengambil uang didompet ayahnya sebanyak Rp 3,9 juta.

"Pelaku adalah salah satu anggota anak punk di Mojokerto. Habis memukuli keluarganya, pelaku berjalan kaki dan sempat bertemu tetangganya. Tapi saat disapa, dia tak merespon. Paginya dia membeli tas pinggang, dan berjalan menuju kriminal. Saat itulah dia kita tangkap," tegasnya.

Sementara, pelaku Danang Marko Pambudi mengaku menyesal atas perbuatan kejinya terhadap kedua orangtua dan adik kandungnya.

"Saya gak niat (membunuh). Cuman memang mangkel," ungkapnya.

Marko tak menampik, ia sudah sejak kecil merasakan sakit hati terhadap perlakukan kedua orangtuanya yang membeda-bedakan dirinya dengan adik kandung dan tetangganya.

"Ya itu pak, karena mangkel (kesal), sering di beda-bedakan sama adik dan tetangga. "Iku lo diloken pinter, lah awakmu isok opo" (itu dilihat pintar, dirimu bisa apa)," tukasnya.

Seperti dikabarkan sebelumnya, percobaan pembunuhan yang melibatkan anggota keluarga sendiri menimpa satu keluarga di Dusun Ngumpak, Desa Jabon, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto, Rabu dini hari, 31 Maret 2021, sekitar pukul 01.30 WIB.

Pelaku diduga anak kedua dari pasangan suami istri Sugianto, 51 tahun, dan Tatik Kuswatin, 46 tahun. Dwy

Berita Terbaru

Empat Truk Pengangkut Pasir Terjebak Arus Deras di Sungai Besuk Koboan Lumajang, Polisi Lakukan Evakuasi

Empat Truk Pengangkut Pasir Terjebak Arus Deras di Sungai Besuk Koboan Lumajang, Polisi Lakukan Evakuasi

Minggu, 01 Nov 2026 21:26 WIB

Minggu, 01 Nov 2026 21:26 WIB

SURABAYA PAGI, Lumajang– Sebanyak Empat truk pengangkut pasir terjebak derasnya arus air di kawasan pertambangan pasir CV Manfaat Manunggal Nusantara, Sungai B…

Bantai Wakil Singapura 6-1, MilkLife Strikers Buka Singa Cup dengan Hattrick Ika Wonda

Bantai Wakil Singapura 6-1, MilkLife Strikers Buka Singa Cup dengan Hattrick Ika Wonda

Minggu, 01 Nov 2026 20:21 WIB

Minggu, 01 Nov 2026 20:21 WIB

SurabayaPagi, Singapura – Tim MilkLife Strikers mengawali kiprahnya di turnamen internasional Singa Cup 2026 dengan hasil gemilang. Menghadapi wakil tuan rumah …

Sekolah Surabaya Pertahankan Dominasi, Bandung Lahirkan Dua Juara Baru di MilkLife Soccer Challenge

Sekolah Surabaya Pertahankan Dominasi, Bandung Lahirkan Dua Juara Baru di MilkLife Soccer Challenge

Minggu, 01 Nov 2026 20:06 WIB

Minggu, 01 Nov 2026 20:06 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Persaingan sepak bola putri usia dini di Surabaya dan Bandung semakin kompetitif. MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Seri 1 2026–2027 men…

Gudang di Ponorogo Terbakar Hebat, Api Disebut Berasal dari Pembakaran Sisa Tanaman Jagung

Gudang di Ponorogo Terbakar Hebat, Api Disebut Berasal dari Pembakaran Sisa Tanaman Jagung

Minggu, 01 Nov 2026 18:31 WIB

Minggu, 01 Nov 2026 18:31 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Ponorogo – Gudang barang bekas (rosok) milik Tugiantoro, warga Desa Turi, Kecamatan Jetis, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, terbakar pada M…

BeautyFest Asia by Popbela.com Hadir di Surabaya, Bagikan Promo Produk Kosmetik yang Sangat Menarik

BeautyFest Asia by Popbela.com Hadir di Surabaya, Bagikan Promo Produk Kosmetik yang Sangat Menarik

Minggu, 01 Nov 2026 18:01 WIB

Minggu, 01 Nov 2026 18:01 WIB

SURABAYA PAGI, Surabaya- BeautyFest Asia by Popbela.com hadir melalui penyelenggaraan di Surabaya pada 30 Oktober–1 November 2026 di Convention Hall, Tunjungan …

Ratusan Botol Miras Disita Polisi dari Kafe di Ujungpangkah Gresik

Ratusan Botol Miras Disita Polisi dari Kafe di Ujungpangkah Gresik

Minggu, 01 Nov 2026 17:36 WIB

Minggu, 01 Nov 2026 17:36 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Peredaran minuman beralkohol (miras) tanpa izin kembali ditertibkan aparat kepolisian. Kali ini, jajaran Polres Gresik menyasar s…