Ramadhan Segera Tiba, Masyarakat Dihimbau Patuhi Prokes dan Tak Mudik

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Penanggungjawab Rumah Sakit Lapangan Indrapura, Laksamana Pertama dr. I Dewa Gede Nalendra Djaya Iswara, SP. B, Sp. BTKV (K)/ .SP/SAMMY MANTOLAS
Penanggungjawab Rumah Sakit Lapangan Indrapura, Laksamana Pertama dr. I Dewa Gede Nalendra Djaya Iswara, SP. B, Sp. BTKV (K)/ .SP/SAMMY MANTOLAS

i

SURABAYAPAGI,Surabaya - Bulan Ramadhan yang akan berlangsung pada 12 April hingga 12 Mei 2021, diprediksi akan menjadi titik balik kenaikan pasien covid-19.

Ditambah lagi libur hari raya Idul Fitri pada Mei mendatang menjadi katalisator tingginya pasien. Karena sesuai kebiasaan pada dua momen penting ini, hilir mudik masyarakat khususnya di Jawa Timur terbilang sangat tinggi.

Tak ingin kecolongan, Penanggungjawab Rumah Sakit Lapangan Indrapura, Laksamana Pertama dr. I Dewa Gede Nalendra Djaya Iswara, SP. B, Sp. BTKV (K) menegaskan, agar selama momen penting bagi umat Islam berlangsung, masyarakat diharapkan untuk selalu memperketat protokol kesehatan dan tidak melakukan mudik lebaran.

"Kita tetap bekerja, tapi nakes (tenaga medis:red) hanya sebatas menyembuhkan, langkah preventifnya ada pada masyarakat. Jadi saya himbau untuk tetap siap siaga menghadapi libur panjang ini, karena kuncinya ada pada masyarakat, harus mengerti pentingnya protokol kesehatan," kata dr. I Dewa Gede Nalendra Djaya Iswara, SP. B, Sp. BTKV (K), Kamis (08/04/2021).

Tak hanya itu, dr. Nalendra juga mengingatkan agar masyarakat tidak mudik selama lebaran berlangsung. Soal larangan mudik sendiri, juga telah diingatkan oleh pemerintah pusat melalui rapat koordinasi yang dipimpin oleh Menko PMK Muhadjir Effendy bersama sejumlah menteri dan lembaga negara pada 26 Maret 2021 lalu.

Larangan tersebut berlaku selama 12 hari terhitung sejak 6 Mei hingga 17 Mei 2021 mendatang.

"Karena sudah ada kebijakan dari pemerintah, maka sekali lagi saya himbau untuk jangan mudik dulu. Kita harus bekerja bersama, berbuat sesuatu bagi masyarakat Jatim," ucapnya.

Secara angka pasien terkonfirmasi positif, saat ini Jatim berada di angka yang cukup landai bila dibandingkan dengan provinsi lain. Data dari covid.go.id per 8 April 2021, Jatim berada di urutan ke-4 setelah DKI Jakarta, Jawa Barat dan Jawa Tengah.

Secara rinci, jumlah pasien terkonfirmasi di DKI Jakarta sebanyak 379.691 orang, Jabar sebanyak 246.788, Jateng dengan angka 167.276 dan Jatim sebanyak 138.706 orang.

"Jatim lebih landai dibandingan Jakarta, Jateng dan Jabar. Jangan sampai karena kelalaian kita tidak patuhi protkes, naik lagi kasusnya," pungkasnya.sem

Berita Terbaru

300 Warga Ponorogo Datangi Pengadilan Tipikor Surabaya, Beri Dukungan Penuh untuk Sugiri Sancoko

300 Warga Ponorogo Datangi Pengadilan Tipikor Surabaya, Beri Dukungan Penuh untuk Sugiri Sancoko

Selasa, 11 Agu 2026 16:49 WIB

Selasa, 11 Agu 2026 16:49 WIB

SURABAYA- Ratusan warga dari berbagai penjuru Kabupaten Ponorogo mendatangi Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya guna memberikan dukungan moral…

Ketika Hubungan Pribadi Bersinggungan dengan Kekuasaan

Ketika Hubungan Pribadi Bersinggungan dengan Kekuasaan

Selasa, 11 Agu 2026 16:31 WIB

Selasa, 11 Agu 2026 16:31 WIB

‎ADA satu fakta dalam persidangan kesembilan perkara dugaan korupsi yang menjerat Wali Kota Madiun nonaktif Maidi. Sekilas mungkin terlihat sederhana, tetapi m…

Pemkot Surabaya Ambil Langkah Tegas Pecat Raka Jatim yang Minta Pacar Aborsi

Pemkot Surabaya Ambil Langkah Tegas Pecat Raka Jatim yang Minta Pacar Aborsi

Selasa, 11 Agu 2026 15:31 WIB

Selasa, 11 Agu 2026 15:31 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menindaklanjuti Tio Ferdian Rahmana, runner up Raka Raki Jawa Timur 2026 yang menjadi sorotan setelah muncul dugaan dirinya…

Pemkab Mulai Bidik Mangrove Pesisir Sidoarjo Jadi Aset Ekonomi Karbon

Pemkab Mulai Bidik Mangrove Pesisir Sidoarjo Jadi Aset Ekonomi Karbon

Selasa, 11 Agu 2026 15:24 WIB

Selasa, 11 Agu 2026 15:24 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Untuk menjaga kawasan pantai, sekaligus mendorong kawasan tersebut sebagai aset ekonomi baru bagi masyarakat, Pemerintah Kabupaten…

Perajin Tempe Kampung Sanan Kota Malang Menjerit, Biaya Produksi Naik hingga Rp12.500

Perajin Tempe Kampung Sanan Kota Malang Menjerit, Biaya Produksi Naik hingga Rp12.500

Selasa, 11 Agu 2026 15:13 WIB

Selasa, 11 Agu 2026 15:13 WIB

SURABAYAPAGI.comn, Malang - Selain bahan pangan dan sejumlah kebutuhan lain yang juga naik, turut mempengaruhi kenaikan harga kedelai membuat perajin tempe di…

Bikin Bocah Gatal-gatal, DLH Kota Malang Batasi Operasional Air Mancur Alun-alun Merdeka

Bikin Bocah Gatal-gatal, DLH Kota Malang Batasi Operasional Air Mancur Alun-alun Merdeka

Selasa, 11 Agu 2026 15:04 WIB

Selasa, 11 Agu 2026 15:04 WIB

SURABAYAPAGI.com, Malang - Menindaklanjuti peristiwa gatal-gatal pada anak-anak, saat ini Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui DLH setempat telah membatasi…