2 Pelajar Dianiaya Rombongan Konvoi Kelulusan dari Sekolah Lain

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Tangkapan layar video mengamankan salah satu pelajar yang bertindak anarkis saat konvoi kelulusan.
Tangkapan layar video mengamankan salah satu pelajar yang bertindak anarkis saat konvoi kelulusan.

i

 

SURABAYAPAGI.COM, Jombang - Setiap tahun, para pelajar akan melakukan aksi konvoi dalam rangka merayakan kelulusannya. Namun, tak jarang aksi konvoi tersebut berujung anarkis. Seperti yang baru terjadi baru-baru ini di Jombang.

Puluhan pelajar SMK di Mojoagung Jombang berbuat anarkis saat konvoi dengan mengeroyok dua pelajar dari sekolah lain.

Aksi anarkis para pelajar tersebut dibenarkan Kapolsek Sumobito AKP M Amin. Ia mengatakan pengeroyokan berawal dari adanya konvoi kelulusan sekitar 20 pelajar, dari arah Mojoagung menuju ke wilayah hukumnya siang tadi. Dengan seragam putih abu-abu yang dicoret-coret, puluhan pelajar dari beberapa SMK di Kecamatan Mojoagung, Jombang itu konvoi mengendarai sepeda motor.

Sampai di Dusun Losari, Desa Kedungpapar, Kecamatan Sumobito, Jombang sekitar pukul 11.00 WIB, rombongan pelajar tersebut berpapasan dengan dua siswa SMK YPM Sumobito. Yaitu pelajar berinisial MSH (19) dan MAA (17). Keduanya dalam perjalanan pulang dari sekolah mengendarai sepeda motor.

"Mereka (rombongan konvoi kelulusan) berhenti dan terjadi keributan. Kemudian mereka melaju ke Sumobito, dihalau anggota Polsek Sumobito agar kembali ke Mojoagung," kata Amin kepada wartawan, Kamis (8/4/2021).

Ia menjelaskan, gerombolan pelajar SMK dari Kecamatan Mojoagung sempat mengeroyok MSH dan MAA. Kedua korban dipukuli menggunakan tangan kosong.

"Korban luka memar di kepala dan wajah, dipukul pakai tangan kosong," terang Amin.

Menurut Amin, kedua korban telah melapor ke Polsek Sumobito. Pihaknya membawa mereka ke Puskesmas untuk visum sekaligus mendapatkan pengobatan.

"Korban sudah melapor ke polsek, kami lakukan visum," jelasnya.

Anggota Polsek Mojoagung lalu menangkap dua pelajar peserta konvoi tersebut. Yaitu berinisial BB (18), siswa SMK Kusuma Negara, Mojoagung dan GP (20), siswa SMK Taman Siswa, Mojoagung. Keduanya telah diserahkan ke Polsek Sumobito.

Amin menambahkan, kedua pelajar yang ditangkap belum tentu pelaku pengeroyokan 2 siswa SMK YPM. Pihaknya masih menggali keterangan dari para saksi dan mengumpulkan bukti-bukti untuk menentukan pelakunya.

"Tersangka masih kami lakukan penyelidikan, motifnya masih kami dalami. Kami lakukan penegakan hukum yang terukur agar tidak terulang kembali," pungkasnya.  

Berita Terbaru

2 Korporasi Malaysia dan Singapura Tersangka Karhutla

2 Korporasi Malaysia dan Singapura Tersangka Karhutla

Jumat, 30 Okt 2026 03:20 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:20 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - 20 korporasi sebagai tersangka dalam kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dari daftar tersebut, empat di antaranya merupakan…

Sepuluh Staf Terima Uang di Luar Gaji

Sepuluh Staf Terima Uang di Luar Gaji

Jumat, 30 Okt 2026 03:18 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:18 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya — Pengakuan sepuluh staf bidang pertambangan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Timur yang menerima uang di luar gaji d…

ESDM JATIM DIDUGA TERIMA PUNGLI RP 687,5 JUTA

ESDM JATIM DIDUGA TERIMA PUNGLI RP 687,5 JUTA

Jumat, 30 Okt 2026 03:15 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:15 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur mendalami dugaan aliran dana pungutan liar (pungli) sebesar Rp 687,5 juta kepada mantan…

Jokowi Minggu Depan Siap Jadi Saksi Roy Suryo

Jokowi Minggu Depan Siap Jadi Saksi Roy Suryo

Jumat, 30 Okt 2026 03:13 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:13 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Saya sangat menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Kalau memang diundang, ya saya Insya Allah akan hadir,” kata Jokowi k…

Hashim Ingatkan Risiko Pelemahan Rupiah Jika Isu MSCI Tak Diselesaikan

Hashim Ingatkan Risiko Pelemahan Rupiah Jika Isu MSCI Tak Diselesaikan

Jumat, 30 Okt 2026 03:11 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:11 WIB

SURABAYAPAGI.com - Ketua Dewan Penasihat Kadin Indonesia Hashim S. Djojohadikusumo mengingatkan potensi pelemahan nilai tukar rupiah akibat derasnya aliran…

Beras Oplos Berulang, Amran Wanti-Wanti Risiko Pidana

Beras Oplos Berulang, Amran Wanti-Wanti Risiko Pidana

Jumat, 30 Okt 2026 03:09 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:09 WIB

SURABAYAPAGI.com - Menteri Pertanian/Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman akan menyebar surat edaran (SE) mengenai potensi sanksi pidana…