Geluti Bisnis Kaos Seni dengan Teknik Cabut Warna

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Rochman Syai'in saat memenuhi pesanan kaos cabut warna. SP/ TLG
Rochman Syai'in saat memenuhi pesanan kaos cabut warna. SP/ TLG

i

SURABAYAPAGI.com, Tulungagung - Rochman Syai'in, seorang mahasiswa menekuni bisnis kaos cabut warna yaitu “merusak” warna kaos dengan cairan pemutih yang membuat nilai kaos tersebut terlihat memiliki nilai seni. Bisnis kaos cabut warna ini merupakan pengembangan dari usaha lukis talenan miliknya. Jika sebelumnya memanfaatkan media talenan kayu untuk wadah melukis, kini kemampuannya melukis dituangkan pada kaos.

Maman menggunakan kain berjenis flannel dan katun combat yang paling ideal. Sebab, mudah dalam pengaplikasian. Sementara untuk warna, cenderung menggunakan warna-warna gelap. Seperti hitam, biru navy, merah marun, maupun cokelat. Ini karena warna-warna ini sangat mudah untuk “dirusak” dengan cairan pemutih.

Teknik pewarnaan pada kaos dengan konsep merusak warna untuk dapat membentuk sebuah gambar sesuai keinginan. Pemuda yang akrab disapa Maman ini mengatakan, meski baru satu tahun menekuni bisnis ini, dia bersyukur telah mendapatkan respons cukup baik dari pelanggannya. “Alhamdulilah responsnya cukup positif karena di Tulungagung juga masih jarang yang menekuni teknik ini,” terangnya.

Proses pembuatan kaos cabut warna sendiri bermula saat ia menggambar sketsa pada kaos polos menggunakan pensil gambar dan didesain sesuai kreativitas. Usai sketsa terbentuk sempurna, masuk pada proses cabut warna. Lalu dia mulai menggoreskan cairan pemutih pada sketsa yang telah dibuat. “Pada dasarnya mirip seperti melukis biasa, hanya saja kuas yang digunakan hasil modifikasi sendiri dan cat warna yang digunakan adalah kain pemutih pakaian,” bebernya.

Maman mengaku, hal paling sulit dari proses pengerjaan ini adalah ketika menggambar bagian mata dan mulut. Sebab, poin pada gambar terletak pada kedua indra tersebut. Namun, berbeda jika gambar yang dibuat adalah sketsa hewan maupun gambar ilustrasi lainnya.

Untuk satu kali produksi kaos, memerlukan waktu kurang lebih 1-2 jam, tergantung tingkat kerumitan gambar yang dibuat dan besar kecilnya sketsa. Sementara untuk satu hari dia mampu memproduksi paling banyak 3-4 buah kaos. Kedepannya ia bertekad ingin tetap melanjutkan bisnisnya ini. Terlebih saat ini pasar bisnisnya mulai merangkak naik. Yakni ke pasar Banyuwangi, Sidoarjo, dan lokal Tulungagung. Dsy15

Berita Terbaru

Angkat Ikon Kampung Pesilat, Pemkab Madiun Gelar Kejuaraan Pencak Silat 2026

Angkat Ikon Kampung Pesilat, Pemkab Madiun Gelar Kejuaraan Pencak Silat 2026

Rabu, 04 Nov 2026 14:18 WIB

Rabu, 04 Nov 2026 14:18 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Dalam rangka mendongkrak ikon daerah sebagai Kampung Pesilat Indonesia, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun menggelar Kejuaraan…

BPS Catat Angka Kemiskinan 2026 di Banyuwangi Turun Jadi 5,6 Persen

BPS Catat Angka Kemiskinan 2026 di Banyuwangi Turun Jadi 5,6 Persen

Rabu, 04 Nov 2026 14:11 WIB

Rabu, 04 Nov 2026 14:11 WIB

SURABAYAPAGI.com, Banyuwangi - Berkat berbagai program pengentasan kemiskinan yang dijalankan, seperti Banyuwangi Berbagi dan Rantang Kasih, Badan Pusat…

Perketat MBG Sehat dan Layak, Pemkab Probolinggo Ingatkan SPPG Tertib Kelola Sampah

Perketat MBG Sehat dan Layak, Pemkab Probolinggo Ingatkan SPPG Tertib Kelola Sampah

Rabu, 04 Nov 2026 13:29 WIB

Rabu, 04 Nov 2026 13:29 WIB

SURABAYAPAGI.com, Probolinggo - Sebagai upaya agar program Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam kondisi sehat dan layak kepada siswa, Pemerintah Kabupaten (Pemkab)…

Tekan Inflasi Tembus 3,66 Persen: Pemkot Madiun Perkuat Koordinasi Stok Pangan

Tekan Inflasi Tembus 3,66 Persen: Pemkot Madiun Perkuat Koordinasi Stok Pangan

Rabu, 04 Nov 2026 13:15 WIB

Rabu, 04 Nov 2026 13:15 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Hingga September 2026, inflasi year on year (yoy) di Kota Madiun tercatat mencapai 3,66 persen sehingga fenomena kenaikan inflasi…

19.030 Warga Magetan Idap Hipertensi, Dinkes: Mayoritas Lansia Rentang Usia 50-59 Tahun

19.030 Warga Magetan Idap Hipertensi, Dinkes: Mayoritas Lansia Rentang Usia 50-59 Tahun

Rabu, 04 Nov 2026 13:09 WIB

Rabu, 04 Nov 2026 13:09 WIB

SURABAYAPAGI.com, Magetan - Hingga September 2026, Dinas Kesehatan (Dinkes) Magetan mencatat sebanyak 19.030 warga Magetan, terdeteksi mengidap hipertensi atau…

Heboh! Penemuan Artefak Jobong Kuno di Lahan Pembangunan Milik Warga Jombang

Heboh! Penemuan Artefak Jobong Kuno di Lahan Pembangunan Milik Warga Jombang

Rabu, 04 Nov 2026 13:04 WIB

Rabu, 04 Nov 2026 13:04 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jombang - Baru-baru ini, warga di Desa Menganto, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang mendadak heboh pasca adanya penemuan benda yang…