Asesmen Berbasis HOTS BisaTingkatkan Kreativitas Pelajar

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Pekan Webinar Universitas Dinamika (STIKOM Surabaya). SP/Patrik Cahyo
Pekan Webinar Universitas Dinamika (STIKOM Surabaya). SP/Patrik Cahyo

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Pesatnya perkembangan teknologi dapat menunjang pembelajaran daring selama pandemi Covid-19. Bahkan tuntunan perubahan model pengajaran daring memberikan banyak dampak positif di dunia pendidikan. Atas hal tersebut, pengajar dituntut untuk menguasai aplikasi atau media pembelajaran yang menunjang kegiatan belajar mengajar.

Ketua PGRI Prof. Dr.Ir Richardus Eko Indrajit, M.Sc. MBA. menyampaikan bahwa menyusun asesmen berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS) pada pembelajaran online sangat diperlukan.

“HOTS bukan sekadar untuk gaya-gayaan atau hal baru di dunia pendidikan. Mulanya metode pembelajaran ini intinya bertujuan memperkenalkan manusia untuk survive terhadap tantangan-tantangan baru,” kata Prof.  Richardus dalam Pekan Webinar Universitas Dinamika (STIKOM Surabaya).

Menurutnya, HOTS sangat mungkin diterapkan dalam pembelajaran daring, asalkan pengajar menyusun metode dengan mengetahui esensinya. Adapun hal yang perlu diperhatikan para pengajar saat ini adalah perkembangan teknologi informasi yang sangat pesat. 

Terlihat dengan kebiasaan baru bahwa bisa saja para siswa bermain game dengan orang luar negeri, atau masyarakat bisa dengan mudah membeli barang dari luar negeri melalui e-commerce.

Oleh sebab itu, metode pembelajaran berbasis HOTS bukan hanya pengajaran untuk survive saja, kata Prof. Richardus tapi juga bisa bersaing, mampu melihat peluang untuk berkembang dan mandiri.

“Intinya siswa atau pelajar bisa menganalisa keadaan sekitar berdasarkan ilmu yang diajarkan guru atau dosen. Pengamatan, analisa, perbandingan sehingga menciptakan sesuatu yang menarik dan mendalam,”imbuhnya.

Ia juga menyampaikan terdapat beberapa cara para pengajar menerapkan pembelajaran berbasis HOTS. Salah satu diantaranya yakni pengajar memancing siswa-siswi untuk berpikir kritis, berpikir kreatif, mampu berargumen dan mengambil keputusan. Caranya bisa dengan memberikan bahan diskusi yang familiar secara bertahap.

“Misalnya disuruh untuk menjawab olahraga apa yang berat. Sebutkan satu olahraga tanpa alasan. Nah disini setiap pelajar akan memiliki jawaban yang berbeda-beda. Setelah itu baru perintahkan pelajar untuk memberi alasan atas jawabannya,”ujarnya.

Prof. Richardus menyampaikan dengan cara tersebut para guru akan melihat dan mengetahui sejauh mana para siswa mampu berpikir kritis dan kreatif.

Disamping itu, Dosen S1 Sistem Informasi Universitas Dinamika Julianto Lemantara, S.Kom., M.Eng. menyampaikan metode pembelajaran berbasis HOTS ini nantinya bisa juga diterapkan menggunakan Aplikasi MoLearn. Aplikasi tersebut merupakan inovasi dari para dosen Undika sejak 2017 lalu.

“ Aplikasi ini dibuat dari hasil penelitian dari beberapa Dosen Undika dengan melakukan observasi dan diskusi ke sejumlah guru. Dalam kesimpulannya para guru membutuhkan fitur pembelajaran yang ada di MoLearn saat ini,”tandasnya.

Beberapa fitur pengembangan dari MoLearn versi 2 yang bisa digunakan yakni pengajar bisa melakukan pengecekan kesamaan jawaban siswa dengan kunci jawaban. Selain itu bisa juga melakukan pengecekan kesamaan jawaban antar siswa baik jawaban singkat atau jawaban panjang.

Juliantoro berharap aplikasi MoLearn ini bisa digunakan para guru untuk kegiatan belajar mengajar secara gratis. Nantinya agar aplikasi ini bisa dimanfaatkan oleh para guru dengan baik, karena pihak kampus telah melakukan pengembangan sesuai dengan kebutuhan guru dan siswa selama kegiatan belajar. Pat

Berita Terbaru

Rentetan Bencana Landa Jatim, Sri Wahyuni Minta Pemerintah dan Masyarakat Tingkatkan Kewaspadaan

Rentetan Bencana Landa Jatim, Sri Wahyuni Minta Pemerintah dan Masyarakat Tingkatkan Kewaspadaan

Selasa, 03 Nov 2026 09:38 WIB

Selasa, 03 Nov 2026 09:38 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya — Rentetan bencana hidrometeorologi melanda sejumlah wilayah di Jawa Timur dalam beberapa waktu terakhir. Mulai dari banjir lahar h…

Komisi E Minta Kinerja Disnakertrans Fokus Buka Lapangan Kerja

Komisi E Minta Kinerja Disnakertrans Fokus Buka Lapangan Kerja

Selasa, 03 Nov 2026 09:36 WIB

Selasa, 03 Nov 2026 09:36 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya — Komisi E DPRD Jawa Timur menilai komposisi anggaran Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jatim dalam Rancangan A…

IHSG Ditutup Menguat Didukung Neraca Perdagangan Lebih dari Ekspektasi

IHSG Ditutup Menguat Didukung Neraca Perdagangan Lebih dari Ekspektasi

Selasa, 03 Nov 2026 07:03 WIB

Selasa, 03 Nov 2026 07:03 WIB

SURABAYAPAGI.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin sore ditutup menguat didukung oleh data neraca perdagangan domestik…

Tegaskan Tak Ekspor Listrik ke Singapura, Bahlil: Izin di ESDM, Bukan Danantara

Tegaskan Tak Ekspor Listrik ke Singapura, Bahlil: Izin di ESDM, Bukan Danantara

Selasa, 03 Nov 2026 07:01 WIB

Selasa, 03 Nov 2026 07:01 WIB

SURABAYAPAGI.com - Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia,…

Menperin Dorong Pemanfaatan Momentum Positif Industri Nasional

Menperin Dorong Pemanfaatan Momentum Positif Industri Nasional

Selasa, 03 Nov 2026 06:59 WIB

Selasa, 03 Nov 2026 06:59 WIB

SURABAYAPAGI.com - Menteri Perindustrian (Menperin) Muhammad Sarmuji mendorong seluruh pemangku kepentingan untuk memanfaatkan momentum positif prospek…

50-60 Juta Ton Batu Bara RI Diduga Transit di Singapura

50-60 Juta Ton Batu Bara RI Diduga Transit di Singapura

Selasa, 03 Nov 2026 06:57 WIB

Selasa, 03 Nov 2026 06:57 WIB

SURABAYAPAGI.com - Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM Tri Winarno mengatakan sebanyak 50-60 juta ton batu bara yang diekspor Indonesia…