Laporan Pemilik Toko Emas Dimentahkan Polsek Semampir

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Toko emas milik Dahuji yang diduga alami penipuan emas. SP/Mahbub Fikri
Toko emas milik Dahuji yang diduga alami penipuan emas. SP/Mahbub Fikri

i

 

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Hilang sudah harapan Dahuji, warga Wonokusumo, Kecamatan Semampir, Kota Surabaya setelah laporannya dimentahkan oleh Polsek Semampir atas kasus pemalsuan emas yang menimpa toko emasnya tersebut.

Laporan yang dilakukan oleh Dahuji dianggap tak cukup kuat oleh pihak Polsek Semampir setelah pelaku pemalsuan emas diperiksa oleh pihak kepolisian.

"Belum terjadi melakukan penipuan. Ceritanya itu si perempuan (pelaku) tidak tahu jika emas yang dijualnya palsu, karena itu bukan punya dia tapi punya temannya. Kemudian dijual," kata Panitreskrim Polsek Semampir, Iptu Saiful Bakri.

Namun, Saiful menambahkan jika saat si penjaga toko emas memberikan sejumlah uang kepada pelaku, Pelaku tidak mau menerima sebelum pengecekan emas tersebut asli atau tidak. 

"Masalahnya ia tidak bisa disangkakan karena pelaku yang dilaporkan tidak membawa uang yang telah diberikan oleh pemilik toko, dan itu belum berjarak 1 meter. Seandainya sudah berjarak 1 meter sudah bisa kita sangkakan ungkapnya.

Sementara itu Dahuji mengatakan jika peristiwa tersebut membuat dirinya merugi hampir 20 juta rupiah. Kejadian tersebut sangat disayangkan oleh Dahuji karena terus berulang sebanyak 3 kali beruntun.

"Yang pertama 8 juta setengah, kemudian 7 juta, dan yang terakhir itu 3 juta setengah," kata Dahuji saat ditemui di tokonya.

Dahuji mengatakan kasus yang pertama dan kedua telah musnah dan ia hanya bisa pasrah atas kejadian tersebut.

"Yang sebelumnya hilang sudah uang saya, Saya rasa itu ada komplotannya, ko terjadi berulang-ulang," imbuhnya.

Terkait penolakan laporan yang terjadi di Polsek Semampir, Dahuji mengaku kecewa atas kejadian tersebut. Menurutnya kejadian tersebut haruslah ditanggapi dengan serius, lantaran kasus ini berulang terjadi.

"Saya pasrah kalau begitu ceritanya mas, ko tiba-tiba hilang tidak diproses. sama seperti yang sebelumnya," pungkasnya. fm

Berita Terbaru

Jalan Sehat Diwarnai Kendala, Pemprov Jatim Akui Distribusi Kupon Belum Optimal

Jalan Sehat Diwarnai Kendala, Pemprov Jatim Akui Distribusi Kupon Belum Optimal

Selasa, 16 Jun 2026 20:14 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 20:14 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan dalam pelaksanaan Jalan Sehat 1 M…

MPR RI Minta Dana Tambahan Rp 945 Miliar

MPR RI Minta Dana Tambahan Rp 945 Miliar

Selasa, 16 Jun 2026 19:29 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 19:29 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Sekjen Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Jenderal MPR RI Siti Fauziah dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi XIII DPR RI, di…

Mahasiswa UGM: Jangan Anggap Kritik Sebagai Gangguan

Mahasiswa UGM: Jangan Anggap Kritik Sebagai Gangguan

Selasa, 16 Jun 2026 19:26 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 19:26 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menteri ATR/BPN Nusron Wahid buka suara mengenai kejadian acara diskusi di Universitas Gadjah Mada (UGM) berujung digeruduk…

PDIP Jadikan Jokowi Studi Kasus Kekuasaan dan Ambisi

PDIP Jadikan Jokowi Studi Kasus Kekuasaan dan Ambisi

Selasa, 16 Jun 2026 19:25 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 19:25 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Ketua DPP PDIP Deddy Sitorus menyebut partainya tak akan melupakan Jokowi dan menjadikannya sebagai bahan pembelajaran di internal…

Buron Korupsi Rp 10,1 Triliun Eddy Tanzil, Sisakan 51,6 Miliar

Buron Korupsi Rp 10,1 Triliun Eddy Tanzil, Sisakan 51,6 Miliar

Selasa, 16 Jun 2026 19:21 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 19:21 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kini, aset terpidana kasus korupsi sekaligus buron legendaris dari tahun 1996, Eddy Tansil senilai Rp 51.682.537.000 (51,6…

Damai elektronik, AS-Iran

Damai elektronik, AS-Iran

Selasa, 16 Jun 2026 19:19 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 19:19 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Para pejabat AS mengatakan kepada Reuters dan AFP bahwa kesepakatan damai diteken secara elektronik oleh Trump, Wakil Presiden AS…