Gencar Berbisnis Varian Olahan Lele Beromzet Jutaan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Erlita Ramadani menunjukkan olahan Lele Krispi dan Rengginang Lele miliknya. SP/ BLT
Erlita Ramadani menunjukkan olahan Lele Krispi dan Rengginang Lele miliknya. SP/ BLT

i

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Erlita Ramadani di tengah pandemi Covid-19 ini terus gencar dan rajin membuat promosi olahan lele baik melalui media sosial maupun ke teman temannya secara langsung. Disamping itu, ia juga menjual di pusat oleh oleh secara konsinyasi. Usaha Lele Krispi dan Rengginang Lele nya hingga kini tetap bertahan di tengah Pandemi Covid 19.

Erlita mengaku, produknya juga pernah dijadikan pelengkap sembako bantuan sosial pemkab Blitar, ia mendapatkan pesanan 500 bungkus lele krispi dari Kementerian Kelautan melalui Dinas Perikanan Kabupaten Blitar.

"Biasanya sehari saya buat 10-15 kg, itu klo ada pesanan atau ketika mau setor ke pusat oleh oleh. Alhamdulillah, omzet perbulan saya masih sekitar Rp 1,5 - 2 jt an mas," urainya. 

Varian olahan lele krispi buatan Erlita. SP/ BLT

Selain itu, Erlita menjelaskan tentang proses pembuatan olahan lele krispi yaitu ikan lele dibersihkan terlebih dahulu. Kemudian, kepala beserta kulit dan tulangnya dihilangkan lalu di potong tipis tipis. Setelah selesai dipotong kemudian potongan ikan lele diberi bumbu bumbu dan balur dengan tepung.

"Setelah itu digoreng sampai benar benar kering," jelas perempuan yang menjalani usahanya sejak 2019 itu. 

Sedangkan untuk membuat Rengginang Lele, Erlita menyiapkan beras ketan yang sudah dicuci bersih. kemudian beras ketan dikukus, setelah itu baru dicampur dengan daging ikan lele, garam dan bawang putih yang sudah diblender.

Selanjutnya, adonan beras ketan dan ikan lele dikukus lagi. Baru kemudian dicetak dan dijemur pada terik matahari sekitar 2 hari.

"Saya mengemas Lele Krispi dalam kemasan 175 gr dengan harga Rp 30 ribu. Kalau Rengginang Lele nya di kemasan 100 gram seharga Rp 12 ribu," ulas Erlita. Dsy5

Berita Terbaru

Pria Indonesia, Tusuk WNI dan Lukai Polisi Jepang

Pria Indonesia, Tusuk WNI dan Lukai Polisi Jepang

Senin, 08 Jun 2026 05:32 WIB

Senin, 08 Jun 2026 05:32 WIB

SURABAYAPAGI.COM : Pekan ini aeorang wanita berwarga negara Indonesia (WNI) tewas ditikam pria yang juga WNI di Kota Chitose, Hokkaido, Jepang. Pelaku dan…

Jejak Digital Eks Kepala BGN Terlacak

Jejak Digital Eks Kepala BGN Terlacak

Senin, 08 Jun 2026 05:30 WIB

Senin, 08 Jun 2026 05:30 WIB

SURABAYAPAGI.COM : Eks Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, sepertinya tak mengira omongannya saat masih menjabat tinggalkan jejak digital.Dadan…

81,80 % Lulusan ITS Bekerja

81,80 % Lulusan ITS Bekerja

Senin, 08 Jun 2026 05:25 WIB

Senin, 08 Jun 2026 05:25 WIB

SURABAYAPAGI.COM : Pekan ini, ada tracer Study ITS 2024, kondisi alumni dibagi ke dalam lima kategori, yakni bekerja (penuh waktu maupun paruh waktu),…

Tanah Sitaan Polda Jatim Milik H. Sugianto Mangkrak, Advocat Minta Pemkab Sumenep Segera Ambil Alih

Tanah Sitaan Polda Jatim Milik H. Sugianto Mangkrak, Advocat Minta Pemkab Sumenep Segera Ambil Alih

Minggu, 07 Jun 2026 20:25 WIB

Minggu, 07 Jun 2026 20:25 WIB

SURABAYA PAGI, Sumenep- Advokat sekaligus pelapor penggelapan tanah kas desa (TKD) di Kab. Sumenep, H. Mohammad Siddik mendesak Pemerintah Kabupaten Sumenep …

Kejar Target Puskesmas Sidoarjo Gencarkan Cek Kesehatan Gratis

Kejar Target Puskesmas Sidoarjo Gencarkan Cek Kesehatan Gratis

Minggu, 07 Jun 2026 17:06 WIB

Minggu, 07 Jun 2026 17:06 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Demi meningkatkan kesadaran masyarakat pentingnya menjaga kesehatan, Puskesmas Sidoarjo gencar menyelenggarakan kegiatan Cek…

Kasus HIV AIDS Kecamatan Sidoarjo Tembus 548 Penderita

Kasus HIV AIDS Kecamatan Sidoarjo Tembus 548 Penderita

Minggu, 07 Jun 2026 17:03 WIB

Minggu, 07 Jun 2026 17:03 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, dari 18 kecamatan dengan angka kasus penderita HIV/AIDS tertinggi…