Sukses Fermentasikan Bubuk Kopi dalam Glodok Bambu

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Arsdyansyah ketika menakar kopipahe dalam glodok bambu. SP/ TRG
Arsdyansyah ketika menakar kopipahe dalam glodok bambu. SP/ TRG

i

SURABAYAPAGI.com, Trenggalek - Arsdyansyah mengembangkan kopi unik berbungkus bambu. Karena uniknya desain produknya itu banyak pencinta kopi yang menyukainya. Ia berbisnis bubuk kopi yang dipadukan dengan rempah-rempah, namun disimpan dalam potongan glodok pohon bambu. Sedangkan untuk menutup lubang antara kedua sisi, digunakan olahan serat kayu.

Awalnya Arsdyansyah yang biasanya disapa Tiwul hanya ingin membuat kopipahe sekitar dua tahun lalu untuk suguhan para tamu yang datang ke rumah. Namun, hal itu berubah ketika dirinya membeli satu pohon bambu untuk dibuat kerajinannya. Sebab, kala itu dirinya hanya membutuhkan ruas sehingga batang antara ruas ke ruas tidak terpakai. "Jadi sungguh sayang jika batang bambu itu dibuang. Sebab, tidak bisa diolah lagi," katanya.

Alasan itulah yang membuat dirinya memikirkan kegunaan tiap glodok bambu tersebut hingga terpikirkan untuk wadah kopi. Sebab, dalam membuat kerajinan, sebisa mungkin dirinya menghindari bahan plastik. Juga kopipahe khas buatannya banyak yang suka ketika disuguhkan.

Dari situ, dirinya mencari tahu tentang manfaat bambu bagi tubuh. Ternyata manfaatnya beragam mulai dari membantu menghilangkan racun dalam tubuh, memperbaiki sel-sel kulit mati, dan sebagainya. Berkat itulah, dirinya ingin mewujudkan fermentasi antara bambu dengan kopi.

Setelah mengetahui akan manfaat bamboo, dirinya mulai membuat kopipahe. Semula biji kopi yang didapat dari buruh tani atau pemilik pohon kopi kecil dijemur, selanjutnya dicampur dengan berbagai rempah yang kemudia disangrai.

Setelah itu, kopi dimasukkan dalam bambu selama satu hari untuk proses fermentasi selama satu hari satu malam. Jika prosesnya selesai, baru kopi tersebut diselip dan kemudian dimasukkan kembali ke bambu selama tiga hari tiga malam. Lalu dimasukkan dalam wadah siap jual yang juga dari bambu, dengan berat bubuk kopi 45 gram setiap wadah.

Tujuannya, ketika proses penjualan, sambil menunggu pembeli fermentasi yang ada masih tetap berlangsung. Tak ayal, setelah dicoba ternyata banyak yang suka dan memesan kepadanya. Untuk pemesan, kebanyakan pencinta kopi dari kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, dan sebagainya. Hingga ke luar negeri seperti Hongkong, Taiwan, Korea, dan sebagainya.

Sedangkan untuk harga jual, dirinya mematok antara Rp 15 ribu hingga Rp 20 ribu setiap wadah. Perbedaan harga sendiri dilihat dari jenis campuran kopipahe. Sebab, untuk produknya, Tiwul membuat empat item.

Kendati banyak yang suka, tidak serta-merta membuatnya terus menggenjot produksi. Sebab, tiap bulan Tiwul hanya mau memproduksi maksimal 20 kg untuk setiap item. Sehingga keseluruhan maksimal hanya memproduksi sebanyak 80 kg setiap bulan. Dsy19

 

Berita Terbaru

MilkLife Kickers Runner-up Singa Cup 2026, Misi Cetak Talenta Timnas Jadi Target Berikutnya

MilkLife Kickers Runner-up Singa Cup 2026, Misi Cetak Talenta Timnas Jadi Target Berikutnya

Sabtu, 07 Nov 2026 17:09 WIB

Sabtu, 07 Nov 2026 17:09 WIB

SurabayaPagi, Singapura – MilkLife Kickers harus mengubur ambisi meraih gelar juara Singa Cup 2026 kategori Girls U14. Meski mengoleksi sembilan poin dari tiga …

Disbudpar Jatim Gelar Business Matching Penguatan Desa Wisata di Sidoarjo

Disbudpar Jatim Gelar Business Matching Penguatan Desa Wisata di Sidoarjo

Sabtu, 07 Nov 2026 16:09 WIB

Sabtu, 07 Nov 2026 16:09 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jatim mendorong serta memperkuat pengembangan desa wisata di wilayah Kabupaten Sidoarjo dengan…

Akses KUR Dipermudah, DPR RI Dorong Pelaku Ekonomi Kreatif Surabaya Naik Kelas

Akses KUR Dipermudah, DPR RI Dorong Pelaku Ekonomi Kreatif Surabaya Naik Kelas

Sabtu, 07 Nov 2026 14:39 WIB

Sabtu, 07 Nov 2026 14:39 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Akses permodalan menjadi salah satu tantangan yang harus dijawab untuk mempercepat pertumbuhan usaha ekonomi kreatif, terutama bagi p…

Fraksi PDI perjuangan DPRD Jatim Singgung Majadigi, Aduan Rakyat Harus Tuntas

Fraksi PDI perjuangan DPRD Jatim Singgung Majadigi, Aduan Rakyat Harus Tuntas

Sabtu, 07 Nov 2026 10:20 WIB

Sabtu, 07 Nov 2026 10:20 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Aplikasi Majapahit Digital (Majadigi) milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur didorong naik kelas menjadi platform…

Bupati Yuhronur Efendi Berangkatkan Peserta Ziarah Wali Songo Penerima Voucher Jalan Sehat HSN PCNU Lamongan

Bupati Yuhronur Efendi Berangkatkan Peserta Ziarah Wali Songo Penerima Voucher Jalan Sehat HSN PCNU Lamongan

Jumat, 06 Nov 2026 22:38 WIB

Jumat, 06 Nov 2026 22:38 WIB

SURABAYAPAGI COM, Lamongan – Bupati Lamongan Yuhronur Efendi memberangkatkan peserta ziarah Wali Songo, penerima voucher dalam rangkaian kegiatan Jalan Sehat H…

Waduk Karangkates Disulap Jadi Pembangkit Energi Surya 133 MWp, PLN Kawal Percepatan Proyek

Waduk Karangkates Disulap Jadi Pembangkit Energi Surya 133 MWp, PLN Kawal Percepatan Proyek

Jumat, 06 Nov 2026 19:04 WIB

Jumat, 06 Nov 2026 19:04 WIB

SurabayaPagi, Malang – Permukaan Waduk Karangkates di Kabupaten Malang, Jawa Timur, disiapkan menjadi sumber energi listrik bersih melalui pembangunan P…