Lestarikan Seni Pewayangan yang Penuh Nilai-Nilai Sosial

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ki Basuki Singowijoyo saat menunjukkan koleksi wayang di sanggarnya. SP/ TRG
Ki Basuki Singowijoyo saat menunjukkan koleksi wayang di sanggarnya. SP/ TRG

i

SURABAYAPAGI.com, Trenggalek - Untuk terjun di dunia pedalangan harus memiliki kemampuan intelektual, juga harus bisa menafsirkan dan menyalurkan pengetahuan itu dengan bahasa tutur yang mudah dipahami masyarakat luas, salah satunya Basuki Widodo atau biasa dipanggil Ki Basuki Singowijoyo merupakan seorang dalang asal Desa Duren, Kecamatan Tugu, Kabupaten Trenggalek.

Ki Basuki Singowijoyo mengatakan, seni budaya wayang kulit menjadi satu-satunya media penyaluran nilai-nilai sosial yang dikemas mudah dipahami untuk mewujudkan tatanan masyarakat yang madani.

"Wayang itu menyampaikan nilai filosofi tatanan, tuntunan, dan tontonan. Yang memadukan mulai unsur seni rupa, suara, tari, pahat, ukir, hingga, dan kendang. Sehingga menciptakan seni yang padu," ungkap ketua Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) Kabupaten Trenggalek itu.

Tak ayal, Ki Basuki mampu menafsirkan nilai-nilai sosial, budaya, dan agama tersebut dengan bahasa yang mudah dipahami. Dengan tujuan, seseorang tak mudah menjustifikasi tiap fenomena sosial. Karena rangkaian nilai filosofis dari wayang secara langsung memengaruhi jiwa pedalang karena sebelum pentas, seorang pedalang harus menguasai cerita hingga ke akar-akarnya.

"Suatu misal, Islam kejawen memang belum beteh (seperti fasih) dalam melafalkan surat-surat. Namun bukan berarti dijustifikasi dosa atau tidak. Sebab, hanya Pencipta yang menilainya. Untuk itu, Tuhan menciptakan masyarakat dengan segala perbedaannya," jelas alumni Unibraw tahun 1996 ini.

Selain itu, menurutnya dalam memahami nilai-nilai filosofis dari wayang, tak lepas dari memahami jenis-jenis lakon. Misal lakon babon, sanggitan, atau carangan. Apabila ditotal, lakon selalu berkembang dari masa ke masa. Bahkan lebih dari 100 lakon. Namun dapat ditandai, tiap lakon yang terlahir bermula dari lakon babon.

"Dari cerita Ramayana, karakter protagonis dan antagonis itu dibalik, yakni ketika Sinta itu diculik Prabu Dasamuka itu alasan Dasamuka yang tak rela karena Sinta diperlakukan baik oleh Rama Wijaya," ungkapnya.

Diakuinya, cerita tersebut sebetulnya keluar dari pakem yang ada bahwa cerita yang sebenarnya. Melainkan sebenarnya Rama menyelamatkan Sinta karena diculik Dasamuka. "Memang menjadi pro kontra di pedalangan karena menyangkut pakem," sambungnya. Kendati begitu, inovasi dalang-dalang tersebut dapat memberi nuansa baru dalam cerita wayang.  

Dalam dunia wayang banyak sekali nilai-nilai sosial yang diambil dari cerita wayang, sekalipun nilai sosial dari Kumbakarna. Menurut Ki Basuki, Kumbakarna memang dari bangsa Kurawa atau bangsa Buta.

Namun, karena jiwa nasionalismenya, dia rela mengorbankan nyawanya untuk bangsanya. "Kumbakarna ikut berperang karena jiwa nasionalismenya, bukan membenarkan tindakan Dasamuka yang menculik Sinta," kata ayah tiga anak tersebut. Dsy5

Berita Terbaru

Gerak KPK di Madiun Meluas, Geledah Dinkes hingga Datangi TPA Winongo

Gerak KPK di Madiun Meluas, Geledah Dinkes hingga Datangi TPA Winongo

Rabu, 07 Okt 2026 20:35 WIB

Rabu, 07 Okt 2026 20:35 WIB

‎‎SURABAYAPAGI.com, Madiun -  Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengacak-acak Kota Madiun, Rabu (7/10/2026). Kali ini, tim antirasuah mend…

Limbah Usaha Kuliner Resahkan Warga Kejuron, Plt Wali Kota Madiun Ancam Tutup Tempat Usaha Bandel

Limbah Usaha Kuliner Resahkan Warga Kejuron, Plt Wali Kota Madiun Ancam Tutup Tempat Usaha Bandel

Rabu, 07 Okt 2026 20:32 WIB

Rabu, 07 Okt 2026 20:32 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun tak main-main terhadap pelaku usaha yang merusak lingkungan. Usaha kuliner di kawasan Kejuron…

Semangat Hari Kesaktian Pancasila, PLN UIT JBM Perkuat Keandalan Listrik di Surabaya

Semangat Hari Kesaktian Pancasila, PLN UIT JBM Perkuat Keandalan Listrik di Surabaya

Rabu, 07 Okt 2026 20:02 WIB

Rabu, 07 Okt 2026 20:02 WIB

SurabayaPagi, Surabaya — Semangat Hari Kesaktian Pancasila diwujudkan PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) melalui aksi nyata menjaga k…

Berburu Kelezatan Autentik Sop Iga dan Rawon Kota Delta di Pawon Jenggolo

Berburu Kelezatan Autentik Sop Iga dan Rawon Kota Delta di Pawon Jenggolo

Rabu, 07 Okt 2026 18:35 WIB

Rabu, 07 Okt 2026 18:35 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo – Pawon Jenggolo kembali mencuri perhatian para pencinta kuliner lewat penawaran menu andalan di Lime Restaurant Favehotel Sidoarjo m…

Diduga Mabuk, Pengamen Asal Pasuruan Aniaya Kakek Penjual Sate Berusia 69 Tahun di Blitar

Diduga Mabuk, Pengamen Asal Pasuruan Aniaya Kakek Penjual Sate Berusia 69 Tahun di Blitar

Rabu, 07 Okt 2026 17:33 WIB

Rabu, 07 Okt 2026 17:33 WIB

SURABAYAPAGI com, Blitar - AK 69 penjual Sate di warungnya, berteriak kesakitan karena terkena tusukan Sajam pada leher kiri dan kepalanya, teriak an Kakek di…

Serba Serbi Manten Expo Nusantara 2026 Menyala di Lippo Plaza Sidoarjo

Serba Serbi Manten Expo Nusantara 2026 Menyala di Lippo Plaza Sidoarjo

Rabu, 07 Okt 2026 17:31 WIB

Rabu, 07 Okt 2026 17:31 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo – Pameran pernikahan terbesar dan terlengkap, yang dititel Serba-Serbi Manten Expo Nusantara 2026, sangat memukau dan menyita p…