Ratusan Ribu Mamin Rusak dan Bekas Banjir Dijual Bebas

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Polda Jabar saat rilis penjualan produk olahan pangan dari salah satu minimarket terendam banjir.
Polda Jabar saat rilis penjualan produk olahan pangan dari salah satu minimarket terendam banjir.

i

 

SURABAYAPAGI.COM, Bandung - Berhati-hatilah terhadap makanan atau minuman yang dijual dengan harga murah. Tak menutup kemungkinan makanan atau minuman tersebut bercampur bahan berbahaya ataupun telah rusak.

Seperti yang terjadi di Bandung. Ditreskrimsus Polda Jabar menggerebek sebuah gudang di kawasan Perguadangan PT Inti, Bandung. Di dalam gudang, petugas mengamankan ratusan ribu produk pangan olahan, kosmetik, hingga farmasi  bekas kebanjiran.

Barang-barang tersebut didapat dari puluhan gerai minimarket korban banjir Bekasi, beberapa waktu lalu.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Erdi Ardimulan Chaniago mengungkapkan, praktik kotor tersebut terungkap berdasarkan laporan masyarakat yang merasa dirugikan karena telah membeli produk yang sudah terkontaminasi dan rusak, bahkan kadaluarsa.

Menurut Erdi, berbagai produk tersebut seharusnya dimusnahkan karena sudah tidak layak dikonsumsi dan digunakan masyarakat. Tersangka DH, kata Erdi, sengaja melakukan praktik kotor tersebut untuk mendapatkan keuntungan besar dari berbagai produk yang dijualnya dengan harga miring itu.

"Seluruh produk tak layak konsumsi dan pakai tersebut seharusnya dimusnahkan, namun oleh tersangka malah dijual bebas ke masyarakat," ungkap Erdi di kawasan Pergudangan PT Inti, Jalan Mohammad Toha Nomor 225, Dayeuhkokot, Kabupaten Bandung, Jumat (23/4/2021).

Kasus tersebut, lanjut Erdi, terungkap pasca penyidik mendapatkan informasi adanya praktik penjualan produk pangan olahan hingga farmasi yang kondisinya cacat, rusak, terkontaminasi, bahkan kadaluarsa di C Mart di kawasan Pergudangan PT Inti, Jalan Mohammad Toha Nomor 225, Dayeuhkokot, Kabupaten Bandung, Kamis 8 April 2021 lalu.

"Tersangka DH sebagai pemilik C Mart membeli produk-produk yang seharusnya dimusnahkan itu dari Sdr Yuli dan Sdr Boy seharga Rp 330 juta," sebutnya.

Menurut Erdi, ratusan ribu produk pangan olahan hingga farmasi tersebut berasal dari 41 gerai minimarket yang berada di wilayah terdampak banjir Bekasi. Setelah dikumpulkan, produk-produk tersebut kemudian disimpan di salah satu gudang milik perusahaan manimaren tersebut di kawasan Cikarang, Bekasi.

"Setelah dibeli tersangka DH, produk-produk yang jumlahnya mencapai 617.226 produk tersebut kemudian diangkut menggunakan 15 truk ke gudang C Mart untuk dicuci dan disortir dan dijual sangat murah ke masyarakat secara eceran dengan harga diskon 40-50 persen (dari harga pasaran)," beber Erdi.

Tersangka DH sendiri telah melakukan praktik tersebut sejak dua pekan terakhir dan telah mengantongi keuntungan puluhan juta rupiah. Menurut Erdi, tersangka tidak hanya menjual produknya kepada masyarakat Bandung, namun juga masyarakat daerah lain di Jabar, seperti Sumedang dan Majalengka.

Selain mengamankan ratusan ribu produk eks banjir Bekasi tersebut, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti lain, seperti satu unit laptop, ponsel, 21 lembar bon nota, 1 buah buku kas penjualan, hingga alat scan barcode.

Atas perbuatannya, DH disangkakan pasal berlapis yaitu Pasal 141, Pasal 143 dan Pasal 99 Undang-undang RI Nomor 18 tahun 2012 tentang pangan dan Pasal 62 ayat (1) Jo Pasal 8 ayat (3) Jo Pasal 8 ayat (3) Undang-undang Nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen.

Berita Terbaru

Lumajang Perketat Pengawasan Program MBG

Lumajang Perketat Pengawasan Program MBG

Minggu, 08 Nov 2026 21:13 WIB

Minggu, 08 Nov 2026 21:13 WIB

SURABAYAPAGI. COM, Lumajang- Kualitas Makanan Jadi Prioritas Pemkab Lumajang Perketat Pengawasan Program MBG, Kualitas Makanan Jadi Prioritas Bupati Lumajang, …

Cegah Pencurian Sapi dan Motor, Polsek Rowokangkung Sisir Permukiman Warga pada Malam Hari

Cegah Pencurian Sapi dan Motor, Polsek Rowokangkung Sisir Permukiman Warga pada Malam Hari

Minggu, 08 Nov 2026 21:10 WIB

Minggu, 08 Nov 2026 21:10 WIB

SURABAYA PAGI, Lumajang- Ancaman pencurian ternak sapi dan sepeda motor menjadi perhatian Polsek Rowokangkung.  Untuk mencegah tindak kriminalitas tersebut, …

Luruskan Polemik di Medsos: PCM Tulangan Pastikan KBM MBS SMPM 5 Tidak Ada Ustadzah yang Dikeluarkan

Luruskan Polemik di Medsos: PCM Tulangan Pastikan KBM MBS SMPM 5 Tidak Ada Ustadzah yang Dikeluarkan

Minggu, 08 Nov 2026 18:54 WIB

Minggu, 08 Nov 2026 18:54 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo – Isu yang sempat viral di media sosial serta dibumbui narasi sepihak mengenai adanya dugaan tekanan struktural maupun arogansi o…

Resmikan Kantor Baru di Kahuripan Nirwana, JATMAN Sidoarjo Perkuat Konsolidasi Spiritual dan Umat

Resmikan Kantor Baru di Kahuripan Nirwana, JATMAN Sidoarjo Perkuat Konsolidasi Spiritual dan Umat

Minggu, 08 Nov 2026 18:12 WIB

Minggu, 08 Nov 2026 18:12 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo – Peta pergerakan spiritual dan organisasi keagamaan di Kabupaten Sidoarjo memasuki babak baru. Jam'iyah Ahlit Thariqah a…

Tindak Lanjuti Keluhan Warga, Pemkot Mojokerto Fasilitasi Pembangunan Jamban Sehat dan Pemutakhiran Data

Tindak Lanjuti Keluhan Warga, Pemkot Mojokerto Fasilitasi Pembangunan Jamban Sehat dan Pemutakhiran Data

Minggu, 08 Nov 2026 14:37 WIB

Minggu, 08 Nov 2026 14:37 WIB

  SURABAYA PAGI.com, Mojokerto - Merespons keluhan warga terkait kondisi sanitasi yang tidak layak, Pemerintah Kota Mojokerto bergerak menyiapkan solusi bagi …

MilkLife Kickers Runner-up Singa Cup 2026, Misi Cetak Talenta Timnas Jadi Target Berikutnya

MilkLife Kickers Runner-up Singa Cup 2026, Misi Cetak Talenta Timnas Jadi Target Berikutnya

Sabtu, 07 Nov 2026 17:09 WIB

Sabtu, 07 Nov 2026 17:09 WIB

SurabayaPagi, Singapura – MilkLife Kickers harus mengubur ambisi meraih gelar juara Singa Cup 2026 kategori Girls U14. Meski mengoleksi sembilan poin dari tiga …