Bupati Kediri Berencana Bangun Embung di Sekitar Bandara

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana meninjau langsung pembangunan Bandar Udara Kediri. Pengecekan terhadap Proyek Strategis Nasional (PSN) tersebut dilakukan untuk melihat progres pembangunan bandara. 

Selain melihat proses pembangunan, putra Sekretaris Kabinet Pramono Anung itu juga melihat dua buah sungai yang kebetulan melintasi kawasan bandara. Tanpa mengurangi fungsi sungai, sebagai sarana pengairan, pihak Gudang Garam membuatkan sebuah jalur alternatif untuk jalan lintasan Sungai Kolokoso dan Sungai Hadisingah.

“Memang di bandara yang kita lewati ini, ada dua aliran sungai yang dilewati. Sudah dibuatkan alternatifnya oleh Gudang Garam yaitu, Sungai Kolokoso dan Sungai Hadisingah. Untuk bencana banjir, jangan disalahkan bandara, karena sumber mata airnya yang mulai berkurang. Diatas lereng Gunung wilis itu awalnya ditanami pohon, tapi sekarang diganti tanaman bawang merah,” jelas Mas Bup sapaan akrab Bupati Kediri. 

Menurut Mas Bub, belakangan banjir terjadi di wilayah sekitaran proyek Bandara Kediri. Untuk mengatasinya, Mas Bup bakal segera memanggil Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk diajak berdiskusi. Salah satu gagasan alternatif dari Mas Bup berupa pembangunan embung di sekitar bandara sebagai langkah mengatasipasi banjir di musim penghujan dan bencana kekeringan pada musim kemarau.

"Saya sedang rembugan dengan PUPR, supaya dibuatkan dua embung besar di dekat bandara. Kalau musim kemarau, fungsinya untuk mengalirkan air, sekaligus mencegah banjir. Kita lakukan DED (Detail Engineering Design) dulu dan prosesnya panjang,” tegas Mas Bup.

Dalam peninjauan itu, Mas Bup, panggilan akrab Bupati Kediri didampingi oleh Direksi PT Surya Dhoho Investama (SDI) selaku perusahaan pelaksana pembangunan. Mas Bup menegaskan, apabila progres pembangunan sesuai dengan target. Bahkan, pada awal 2023 mendatang, Bandara Kediri diproyeksikan mulai beroperasi.

“Saya komunikasi dengan Gudang Garam selaku pihak yang bangunkan bandara. Bahwa ada beberapa lahan yang kurang masih 0,4 persen dari total keseluruhan bandara. Gudang Garam sudah mengkomunikasikan dengan baik dengan pihak yang terkena pembebasan dan progesnya cukup baik. Target Gudang Garam, tahun 2023 sudah mulai komersial fly,” kata Mas Bup, panggilan akrab Hanindhito Himawan Pramana di lokasi, Sabtu (24/4/2021) sore.

Terpisah, Direktur PT SDI Maksin Arisandi mengaku, progres pembangunan Bandara Kediri berjalan sesuai target. Saat ini untuk pengerjaan tanah yang rencana mau dibangun bandar udara sudah sekitar 51 persen. “Total pengerjaan sudah mencapai 51 persen, dengan target kita sudah tercapai. Seharusnya sampai awal 2023 sudah selesai,” kata Maksin Arisandi.

Ia juga menambahkan, dalam pengerjaan proyek tersebut juga melibatkan langsung warga sekitar. Ada lebih dari 50 persen warga di daerah yang terdampak langsung proyek pembangunan bandara dilibatkan dalam pekerjaan tersebut. Empat desa itu meliputi, Desa Jatirejo di Kecamatan Banyakan, Grogol di Kecamatan Grogol, Bulusari dan Tarokan di Kecamatan Tarokan, Kabupaten Kediri.

“Fokusnya pemberdayaan masyarakat sekitar. Kalau warga sekitar yang tidak memenuhi kualifikasi pasti akan libatkan mereka. Karena, kenapa harus mengambil yang jauh jika ada yang dekat,” tegasnya.

Bandara Kediri menjadi tempat penerbangan pertama di Indonesia yang dibangun 100 persen dana investasi pihak swasta yakni, PT Surya Dhoho Investama, anak perusahaan PT Gudang Garam Tbk Kediri dengan skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU). Sesuai rencana, lahan yang diperuntukkan pembangunan bandara sekitar 300-400 hektare. 

Groundbeaking atau tanda dimulainya proyek Bandara Kediri dilakukan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan secara virtual, pada 15 April 2020 lalu. Agenda peletakan batu pertama itu terpaksa digelar secara daring karena pandemi Covid-19. Can

Berita Terbaru

Resmikan Landfill Mining TPA Ngipik, Bupati Gresik Dorong Transformasi Pengelolaan Sampah

Resmikan Landfill Mining TPA Ngipik, Bupati Gresik Dorong Transformasi Pengelolaan Sampah

Selasa, 24 Feb 2026 21:28 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 21:28 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Gresik – Upaya serius mengatasi persoalan sampah terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Gresik. Salah satu langkah konkret diwujudkan melalui p…

Menlu Jelaskan 8.000 Personel TNI Jaga Perdamaian

Menlu Jelaskan 8.000 Personel TNI Jaga Perdamaian

Selasa, 24 Feb 2026 19:40 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:40 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya untuk berkontribusi aktif dalam menjaga stabilitas dan perdamaian global melalui…

SBY Pesan, Indonesia Jangan Lugu

SBY Pesan, Indonesia Jangan Lugu

Selasa, 24 Feb 2026 19:38 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:38 WIB

Sejarah Perang Dunia II, Indonesia Tidak Terlibat Langsung Perang tapi Tetap Terdampak   SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Presiden RI ke-6 Susilo Bambang …

Yaqut Klaim Pembagian Kuota Jaga Keselamatan Jemaah

Yaqut Klaim Pembagian Kuota Jaga Keselamatan Jemaah

Selasa, 24 Feb 2026 19:36 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:36 WIB

Sidang Praperadilannya Dikawal Puluhan Banser. KPK tak Hadir, Ditunda 3 Maret      SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas atau Gu…

Jaksa Tuding Penjualan Laptop Chromebook era Nadiem, Kayak Sedekah

Jaksa Tuding Penjualan Laptop Chromebook era Nadiem, Kayak Sedekah

Selasa, 24 Feb 2026 19:34 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:34 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Jaksa Penuntut Umum (JPU) heran dengan harga jual laptop Chromebook dari PT Hewlett-Packard Indonesia (HP) lebih murah daripada…

KPK Bahas Mitigasi Potensi Risiko Korupsi Program MBG dan Kopdes

KPK Bahas Mitigasi Potensi Risiko Korupsi Program MBG dan Kopdes

Selasa, 24 Feb 2026 19:33 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:33 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Mitigasi potensi risiko korupsi pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih, mulai dibahas Tim…